
"Tapi maaf di dunia saya tidak ada kultivasi."
Wanita itu terkejut dan mencoba tenang, lalu menyebutkan tanggal tanggal nasional yang mungkin bisa membuat kami bisa memastikan bahwa kami hidup di dunia yang sama
Sampai ada sebuah perbedaan besar saat hari paling penting yang diketahui seluruh umat manusia di dunia ku yaitu saat terjadi nya wabah virus zombie
"2020 apakah ada wabah virus zombie disana?"
"Hah? zombie? itu cuma ada di novel komik sama film kan? kalau tahun itu HM? hanya terjadi wabah Corona saja"
"Bukan karena meteor?"
"Tidak.... itu virus sejenis flu tapi tetap kembali normal"
"Lalu kamu mati karena apa? tahun nya sebut kan juga!"
"Saya mati karena dijebak oleh musuh, ternyata target ku pintar, itu tahun 2025 saya mati"
Aku benar-benar terkejut karena dunia modern kami berbeda, baiklah saya akan membantu mu, tapi saya akan menyebutkan syarat saat yang harus di patuhi saat menggunakan mesin mesin teknologi yang anda butuhkan.
"Itu baik baik saja, tapi kalau bisa saya ingin Anda menjual nya kepada saya...."
"Hm? tapi saya hanya punya satu dari berbagai macam alat, dan bukan kah jika seorang jenius kedokteran alkimia anda bisa membuat obat dengan pil saja"
"Itu benar, tapi pil yang mengandung kekuatan Belum tentu cocok untuk manusia biasa, saya mempunyai banyak keluarga manusia bukan seorang kultivator, apakah jawaban itu memuaskan anda? kalau tidak bisa di jual bisakah saya mempelajari teknologi nya?"
"Anda harus mengumpulkan orang-orang yang bisa menjaga rahasia terlebih dahulu, barang barang ku itu sangat rahasia, apa memang anda bisa mempelajari nya atau tidak itu tergantung anda"
"Aku tau, saya akan berusaha demi kesembuhan suami ku..."
Aku melihat tangan nya terkepal erat, dan raut wajahnya sedikit berubah setelah mengucapkan kata-kata yang lebih terlihat seperti sumpah untuk dirinya sendiri.
"Ah...mmmm, gadis ini sangat mencintai suaminya..."
Dan dari kilatan mata nya dia benar benar seperti akan menebas siapapun yang menjadi penghalang dirinya dan suaminya, itu bagus.
"Tiba-tiba saja aku jadi kangen Li Mei yang ada di rumah, kapan ya salju reda?"
__ADS_1
Mataku melirik ke arah jendela ruangan ini yang di penuhi suara badai salju.
...****************...
Akhirnya setelah semakin larut hujan badai reda dan tuoli telah tertidur pulas di pelukan ku, yang sedang mengendarai kuda secepatnya kembali ke rumah kami, sebenarnya di perjalanan panjang aku membuat nya tertidur pulas dengan menotok titik akupuntur nya dan membuat nya pingsan.
Lalu menaruhnya di ruang angkasa ku dan di jaga oleh Li Mei, saat sudah hampir dekat akhirnya aku mengeluarkan nya lagi dari sana dan menggendong nya erat di pelukan ku.
Li Mei sedikit terkejut karena tuoli terlihat seperti pingsan dan aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku harus menyimpan dirinya di dalam ruang angkasa agar tidak mati membeku, dan membuatnya pingsan dan membuatnya tidak bangun sebelum aku totok lagi.
Aku melihat gapura kota dan segera memacu kuda dan sampai di rumah, setelah melepas totokan di akupuntur nya bocah itu masih tertidur lelap seperti biasanya, sebelum aku bawa pulang diam diam menghindari dirinya akan bangun.
"Akhirnya sampai juga...."
Aku mengetuk gerbang pelan dan seseorang pelayan segera membuka pintu membiarkan ku dan kuda masuk, kuda segera di ambil alih oleh penjaga kandang dan aku menggendong tuoli dipelukan ku menyerahkan nya kepada orang tuanya Tianba.
Tianba berkali kali berterima kasih kepada ku karena telah merepotkan diriku sedangkan aku hanya membalasnya dengan nada santai dan memberi perintah kepada nya agar memandikan anak itu sebelum tidur dengan air hangat, dia memberikan hormat lalu segera undur diri.
Sedangkan aku langsung kembali ke kamar meskipun desakan pelayan yang berkata bahwa aku juga harus mandi agar tetap hangat tapi menolaknya, dan tidak membiarkan siapapun mengganggu aku dan istriku di kamar, segera setelah masuk aku langsung disambut pelukan hangat oleh wanita ini.
"Halo Istri..."
"Parfum wanita!, siapa yang kau temui!"
Aku terkejut padahal gadis yang kutemui tadi istri pangeran ke 9 tidak mempunyai bau apapun di tubuhnya, tapi bagaimana bisa Li Mei menebak wanginya sekilas, aku tersenyum nakal dan menggesek gesekkan kepalaku di dadanya.
Untungnya saja aku melepaskan pakaian luar ku, maksudnya mantel, sejak awal yang hampir tertutupi salju dan menyerahkan nya kepada pelayan agar langsung di cuci, jadi Li Mei tidak kedinginan jika aku memeluk nya seperti ini.
"Sayang..."
Aku bersikap ke kanak kanakan sekarang mencoba melihat rasa cemburunya hingga di tingkat ke berapa.
"Katakan siapa yang kau temui?"
Sekarang wajah nya menjadi gelap, benar benar berfikir aku menemui seseorang wanita di luar, dia benar benar akan membunuh ku jika aku tidak mengatakan yang sejujurnya sekarang.
"Em... itu saya..."
__ADS_1
"Ya, apa?!"
"Istri aku tidak sengaja bertemu dengan nya saat di penginapan sementara aku dan tuoli berteduh."
"Oh jadi anda menemukan wanita lain begitu?"
Matanya menatap ku dengan marah. lalu melanjutkan.
"Pertemuan tidak segaja yang menyebabkan awal terjadinya perselingkuhan?"
Mendengar kata-katanya membuat ku hampir tertawa terbahak-bahak, dia saat hamil ini benar benar suka membaca novel romantis yang ku temukan atau segaja ku ambil dari beberapa tempat saat kiamat dulu, karena jika dunia kembali normal ini bisa menjadi sejarah ulang.
Di pikiran kecil nya yang imut pasti membaca berbagai pertemuan tidak segaja protagonis wanita dan protagonis pria, lalu hubungan mereka berkembang pesat, aku segera mencium bibir nya dengan lembut.
Kehamilan nya membuat Sifat posesif tinggi dari nya terbuka dan mengancam ku seperti ini.
"Tidak sayang...."
"Hentikan lah pikiran liar anda"
"Aku dan tuoli hanya benar benar bertemu dengan nya secara tidak segaja."
Aku berkata dengan sungguh-sungguh.
Dan dia menatapku dengan tatapan curiga dan tidak percaya lalu mengajukan pertanyaan kembali.
"Lalu kenapa bisa bau perfume nya melekat seperti ini di baju mu?"
Aku tersenyum tidak berdaya di hadapan nya dan berkata dengan sungguh-sungguh tidak menjahilinya lagi dengan penjelasan yang bertele-tele.
"Itu karena kami berbincang-bincang sejenak di ruangan privat, dia orang dari dunia lain sama seperti ku"
"Hah?"
Reaksi Li Mei benar benar lucu, wajah nya campur aduk sekarang, kaget, khawatir, sedih, takut, semuanya ada berganti gantian di setiap detiknya bersama dengan pikiran yang mungkin muncul di dalam benaknya.
Pada kesempatan itu aku segera mengunci pintu kamar rapat rapat dan membawanya ke dalam ruang angkasa kami, menaruh nya di sofa dengan lembut, dan di hadapan nya ada, hidangan di meja yang mungkin ia siapkan sejak tuoli pergi dari ruang angkasa, telah mendingin.
__ADS_1
Aku akan bersiap untuk mandi karena tidak nyaman memakai baju lembab karena salju, dan meskipun kami berpelukan cukup lama baju Li Mei sama sekali tidak basah, dan masih terpana dengan pernyataan ku tadi.
Segera dia sadar kalau aku akan mandi ia memegang ujung lengan baju ku dan meminta penjelasan selengkapnya saat makan bersama, aku tersenyum kecil dan mencium pipi nya berjanji lalu pergi mandi.