Hanya Mencintai Mu

Hanya Mencintai Mu
POV Li Mei 3


__ADS_3

Aku tau sejak perjalanan kami pasti akan sangat banyak bahaya yang menanti di depan mata tapi aku tidak menyangka bahwa kejadian itu akan terjadi sangat cepat seperti ini,


Mengetahui bahaya besar seperti ini sangat membuat orang biasa tertekan akan kata kematian, apalagi seorang yang selalu mementingkan orang lain seperti Kevin.


Saat kami bersantai dan tiba-tiba saja mendapat kan kabar buruk ombak besar, di saat itu aku tau dia membawa beban berat di punggungnya, entah itu harus menyelamatkan ku atau orang orang milik nya.


Dan benar benar menghindari kata kematian dari kehidupan ku yang nyaman saat ini bersama nya, saat kami saling bertatapan mata dan keluar untuk melihat langsung keadaan bahaya yang mengancam kami, jelas sekali terjadi kebingungan sesaat sebelum menatap mata ku.


Tapi entah karena tangan kami saling bertautan erat, dia segera merasa mungkin...., bahaya ini tidak seburuk perkiraan nya, jadi saat mata kami saling bertautan erat dan pergi ke geladak kapal, jalan nya mantap dan tubuh tinggi nya yang menutupi bayangan ku bahkan seperti mengatakan akan melindungi ku apapun yang terjadi.


Pada saat datang seruan panik dari segala penjuru geladak, aku tau pria ini pasti akan bersiap apapun yang terjadi untuk membuat mereka tetap tenang, dan mengendalikan situasinya agar stabil, aku tau dia terdiam untuk mendengarkan berita terbaru dari beberapa kapal lainnya meskipun ruang komando sangat jauh dari sini.


Tapi dengan kultivasi nya yang tinggi dia bisa mendengar percakapan darurat di tempat yang sangat jauh, aku segera mengambil teropong untuk melihat keadaan di depan ku dan terkejut bahwa itu benar benar ombak raksasa yang bisa menenggelamkan kapal kapal kami.


Entah kenapa pada saat itu tangan ku berkeringat dingin ketakutan dan mulai gemetaran membayangkan bahwa Kevin mengurus bahaya itu dengan dirinya sendiri yang bisa mendekati kematian.


"Tidak ini tidak bisa!"


Seperti nya pria itu sadar dengan ketakutan ku dan menatapku dengan mata serius yang menyuruh ku untuk mempercayai nya, dan mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, mata itu begitu serius tapi anehnya menghangatkan hati, mau tidak mau aku harus memberikan restu ku, dan menyerahkan nyawa kami di tangan nya.


Dengan anggukan kecil dari ku, meskipun rasa nya mengizinkan orang yang kau cintai untuk pergi dan melindungi mu itu sangat sesak bahkan aku merasakan kematian dan kehilangan dirinya bisa terjadi sewaktu-waktu meskipun bukan saat ini saja bahaya akan terjadi, kita hanya di berikan pilihan untuk lari atau menghadapi nya.


Dan pria ini memutuskan untuk melewatinya untuk melindungi milik nya yang berharga, saat dia mencium keningku dan aku memeluk tubuh besarnya erat tanpa sadar setetes air mata ku mengalir setelah berdoa kepada tuhan untuk melindungi nya apapun yang terjadi.


Tapi apapun yang terjadi, aku percaya pria ini bisa melakukan nya, dan segera melepaskan pelukan hangat kami, Kevin memberikan senyuman lembut lalu fokus berjalan ke tengah membuat momentum nya sendiri dan berkata tegas untuk membuat perintah kepada awak kapal yang panik.


Segera semuanya menjawab serempak dengan gema yang membuat hati ku bergetar, setelah memutar balikkan suasana panik orang orang yang ketakutan dan di liputi rasa cemas, dan aku bersyukur karena pria luar biasa ini adalah milikku.

__ADS_1


Saat orang orang mulai menuruti perintah nya agar masuk ke dalam kapal dan menutup pintu rapat rapat, mata ku hanya menatap sosok nya yang memeriksa keadaan dengan cermat hingga yang tersisa adalah aku dan Tuoli, entah sejak kapan anak itu ada di samping ku.


Aku menatap nya dengan rasa khawatir, tapi aku tetap berusaha untuk tidak membuat nya yang ikut cemas, dan dengan senyuman kecil aku mengisyaratkan bahwa


"Aku baik baik saja dan kau juga harus baik baik saja"


Kevin tersenyum kecil kepada ku membalas isyarat ku agar membuat nya percaya aku bisa menangani masalah ini meskipun sendirian, dan akhirnya aku dan Tuoli yang terakhir masuk ke dalam kapal dan menutup pintu rapat rapat.


Segera pintu tertutup para awak kapal membuat perintah kepada para penumpang kapal untuk segera mengungsi ke tempat aman yang disediakan, aku memengangi tangan tuoli setelah tidak ada orang lain yang berada di depan kapal karena sibuk mengurus hal lain atau penumpang yang lain.


"Nyonya guru apa anda tidak khawatir?"


Kami berjalan bersama dengan langkah yang cukup cepat meskipun aku berusaha bersikap tenang sekarang tidak perlu khawatir dengan kekuatan Kevin tapi tidak mungkin aku tidak cemas, dan anak ini bisa melihat ku yang kusut di dalam.


Dengan senyuman rumit aku berkata dengan berat hati.


Aku memberikan jeda sejenak karena kecemasan ini tidak terlalu berguna sekarang dan melanjutkan.


"Tapi, aku yakin dengan kemampuan pria ku sendiri...."


Dengan senyuman merekah aku berkata dengan tulus kepada murid suamiku dan memberikan pertanyaan kecil kepada nya.


"Apa kamu tidak percaya pada kekuatan guru mu?"


Entah karena apa Tuoli membeku sejenak tapi segera kembali sadar dan berkata sejujurnya.


"Saya percaya pada guru!"

__ADS_1


Lalu dia seperti ingin mengatakan apa yang ia lihat setelah membeku sesaat.


"Nyonya Guru saat anda tersenyum seperti tadi sangat indah!!!, seperti banyak bintang di langit yang meledak!!!"


Ucap nya bersemangat seperti mendapatkan hadiah berharga.


"Hm...? Benarkah?"


"Nyonya guru, bagaimana bisa anda tersenyum cantik seperti itu?!"


Mata bocah itu penasaran dan aku cukup malu... membayangkan lagi, saat menunjukkan cinta ku dengan senyuman merekah karena mempercayai Kevin sepenuhnya.


"Mungkin karena kekuatan cinta?"


Ucapku santai tanpa pikir panjang.


...****************...


Detik demi detik berlalu, serasa waktu berjalan dengan lambat aku berdoa kepada tuhan dalam hati dengan tulus bersama para penumpang lainnya dan para awak kapal selain orang yang bertugas di ruang komando karena harus mengemudikan kapal nya.


Jantungku berdebar kencang perasaan cemas juga ada tapi aku lebih penasaran dengan keahlian suami ku yang menyelesaikan masalah ini nantinya, setelah menunggu dan menunggu aku merasakan firasat yang kuat seperti putus asa.


Rasanya hatiku sakit sekali dan berdetak tidak karuan kecemasan ini sangat berbahaya, segera aku menenangkan diri ku agar perasaan buruk itu menghilang dan menyumpahi Kevin jika dia berani meninggalkan ku ke dunia bawah (kematian) saya akan menyusul nya dan memarahi nya nanti!.


Tapi segera perasaan hangat menyebar membuat hatiku kembali tenang lalu menunggu beberapa saat kemudian aku merasa bahwa situasi nya telah selesai dan berlari menuju pusat komando dan menunggu berita dengan cemas dari telegraf menit berlalu sampai sebuah pesan muncul dan membuat air mata ku menitik bahagia.


Padahal isi pesannya singkat.

__ADS_1


...【 Aku selamat 】...


__ADS_2