
"Anda akan memperhatikan nya dengan baik"
"Tentu saja, mungkin tanpa kita sadari sekarang dia sedang menangis sedih di dalam kamar nya sendiri"
"Bisa jadi," Li Mei terdiam lama lalu mengubah topik kami.
"Katamu akan membawa pekerja baru yang menjadi korban terdampar di pulau itu kan?"
"Ya... itu mudah mereka juga setuju dan meminta kami memperbolehkan seluruh keluarganya menjadi bawahan kami"
"Aneh...., kenapa orang orang itu mau?"
"Mungkin mereka telah berdoa kepada dewa berjanji jika ada yang menyelamatkan Mereka, mereka akan melayaninya hingga mati."
"Kalau begitu aku akan mempersiapkan halaman belakang, masih banyak kamar kosong lainnya.'
'Apa ada pembangunan kecil selama 12 hari ini?"
"Ya ada sedikit pembongkaran di rumah ke 2 kami agar bisa memuat lebih banyak orang."
"Oke bagaimana bisinis, apakah ada kesulitan?"
"Tidak...., dan itu laris manis." Li Mei tersenyum senang sangat bahagia dengan uang yang ia pamerkan di kotak uang yang tiba-tiba terbang mendarat di lengan nya.
"Ladang di desa?'
"Itu di kerjakan dengan baik"
"Proses pabrik?"
"Berjalan sangat lancar setelah musim dingin kurasa sudah bisa beroperasi dengan baik"
"Bagus.... istriku sangat pintar"
"Hehehehe, sayang aku benar-benar tidak sabar untuk menunggu anda datang ke pelabuhan..."
"Benarkah? seberapa kangen kamu sama aku? dari 1 sampai 10"
__ADS_1
"Aku kangen sama kamu itu sebesar 1000000000...."
Li Mei tidak berhenti menyebutkan nol di belakang angka satu sampai aku harus menghentikan aksinya itu.
"Ya, iya aku tau ah.... istri ku yang manis..."
Aku memeluknya erat dan kami berguling guling di kasur. saat pagi kami selesai mandi aku menyuruhnya untuk istirahat saja sebentar lagi kapal kami akan berlabuh, aku juga menyuruh nya untuk tidak datang menjemput ku kesana.
Tapi Li Mei keras kepala setelah makan sedikit dan bersih-bersih diri dia bergegas keluar dari ruang angkasa dan memanggil para pekerja nya untuk bersiap menjemput ku.
Aku hanya bisa geleng geleng kepala lalu bergegas ke luar dari ruang angkasa dan keluar kamar melihat laut yang sebentar lagi menampakkan diri ke pelabuhan terdekat, para penjaga mengetahui bahwa aku bangun lebih pagi sekarang dan mulai berolahraga bersama.
Apalagi anak kecil yang belum berumur 19 tahun mereka sangat antusias mempelajari gerakan beladiri ku, kecuali yang bertugas mengemudikan kapal dan lainnya semuanya hampir berada di geladak kapal, para korban yang diselamatkan menonton gerakan ku bersama bocah bocah dan manusia hewan dengan takjub, ibunya tuoli yang sedang menggendong bayi juga mata nya antusias, sedangkan tuoli sudah mencoba mengikuti instruksi ku.
Dia agak kesulitan karena ini pelatihan yang sudah di lakukan oleh para penjaga selama sebulan kemarin, sedangkan dia baru beberapa hari yang lalu, tapi anak itu tidak menyerah dan mencoba lagi dan lagi, aku yakin dia akan hebat di masa depan.
Pelabuhan terlihat kapal kami parkir dengan hati hati, dan segerombolan pelayan dan seorang wanita cantik tersenyum lembut kepada ku aku juga tersenyum penuh kasih sayang kepada nya hingga langsung melompat dengan baik ke depannya.
"Menunggu lama?"
Bibi Cang menunduk hormat kepada ku dan aku membalasnya dengan anggukan kecil dan membiarkan istri kecil ku tetap di pelukan ku ini. tubuhnya mendingin cepat karena suhu di sini terkena angin laut. aku segera membawanya ke kereta yang nyaman.
Sejak kapan kami mempunyai gerbong kereta kuda indah ini, dia hanya cekikikan dan memeluk ku erat meskipun kami di dalam kereta, aku mengeluarkan kekuatan ku agar menjaga suhu hangat di kereta ini.
Kereta ku berangkat duluan untuk pergi dari pelabuhan biarkan yang mengurus sisanya adalah Jun Hui dan Guan Lin, biarkan lah 2 anak muda itu menangani urusan ribet seperti itu, aku ingin segera berbaring penuh kasih di kasur kami.
Saat sampai rumah semua orang bersemangat menyambut tuan muda nya kembali ke rumah dan saat sampai didepan pintu 2 pelayanan memengangi tali sutra dengan tulisan selamat atas kedatangan tuan.
Aku tersenyum dengan ide konyol Istri ku dan menciumnya didepan seluruh pelayan, beberapa terkejut beberapa terbiasa, tapi saat aku selesai berciuman dengan nya kain sutra lain di angkat bertuliskan selamat menyambut calon pangeran kecil.
'Hah? apa maksudnya ini?"
Beberapa pelayan tersenyum penuh arti melihat ke arah Li Mei, sedangkan orang itu hanya tertawa nakal yang sangat menggoda, aku menatapnya dan seketika terfikir kan.
"KAMU HAMIL?"
"ISTRI JAWAB!!?"
__ADS_1
"SUNGGUH?"
Aku benar-benar tidak menyangka kapan dia hamil? sebelum aku berangkat? sesudah beberapa hari? kenapa aku gak tau ya? , pantes aja waktu itu dia diajak ke kasur lebih hati-hati, beneran gamuk kalau gak dikasih istirahat, bahkan nyuruh pake ******...
Aku benar-benar ternganga seperti orang bodoh dan dia mencubit pipi ku hingga aku sadar...
"Udah jangan banyak mikir!'
Dia terlihat sedikit kesal karena aku berusaha mencari tau kapan dia dapet 2 garis biru, tapi aku segera sadar dan memeluk nya erat dan menciumi nya. yang membuat pelayan lain bahagia karena keluarga tuan nya bahagia.
"Istri ku, kamu diam diam menghanyutkan.."
Aku menggigit cuping telinga nya gemas dan dia terkekeh geli, aku membawanya ke kamar sementara menyuruh para pelayan untuk bekerja seperti biasa, menyuruh Xi SHI agar menjaga konter di kedai mengantikan Li Mei.
Karena aku ingin istirahat bersama nya hari ini dengan calon bayi di perut nya, membiarkan semua orang merasakan kebahagiaan ku sebagai seorang ayah nanti. saat sampai di kamar aku langsung melemparkan dengan banyak pertanyaan.
"Jadi selama ini kamu menyembunyikannya ya?"
"Li Mei bagaimana bisa kamu gak kasih tau aku duluan?'
"Apalagi aku sering banget minta jatah...."
"Gimana nanti dedek bayi nya kenapa napa?"
"Baby.... bisa bisa nya... hah..."
"Terus kamu udah diperiksa lagi atau belum kita tadi main loh?"
"Tenang sayang dia baik baik aja di dalam tubuh Aku... Li Mei menjawab pertanyaan terakhir dengan pasrah, dia juga seorang seniman beladiri pasti merasa kan perubahan di dalam tubuhnya, apalagi hanya sekedar mengecek bayi nya sehat atau tidak itu urusan mudah."
Aku khawatir tapi juga marah mulut ku tak bisa berhenti untuk mengomelinya, memengangi perutnya yang masih rata ini. sedangkan Li Mei hanya tertawa kecil dan sesekali tersenyum mendengar kan omelan panjang ku.
"Jadi disini ada anak kami?"
Aku mendekat kan telinga ku di perut nya belum terdengar apapun jadi aku mengunakan kekuatan mental ku untuk menelusuri tubuhnya secara teliti dan menemukan calon bayi kami. yang membuat ku tersenyum aneh yang sering di katakan aneh oleh Li Mei
"Ehe.... 💕 bayi kami...."
__ADS_1