
Rena menatap lekat kearah melia dan sepertinya akan bicara sesuatu kepadanya
"ja ja ja . . ."ucap rena gagap.melia yang menunggu perkataan yang akan keluar dari mulut rena tampak menaik naikkan alisnya dengan mulut terbuka dan kepalanya juga sedikit mendongak keatas lantaran melihat rena yang susah sekali mengeluarkan kata katanya seperti ada yang tersangkut di tenggorokannya.
"jadi ?"ucap melia menebak perkataan yang akan rena ucapkan.namun rena menggeleng cepat masib berusaha mengeluarkan kata kata
"jangan?"ucap melia lagi.tebakan kali ini benar.rena mengangguk dan tersenyum kepadanya.
"jangan apa ren ?" karena kalimatnya belum lengkap jadi melia menanyakan lagi apa kata seterusnya yang akan rena ucapkan.
"bil bil bil bilang re re "
"jangan bilang rendy?"ucap melia membantu temannya itu menuntaskan ucapannya.rena mengangguk .melia mengerti sekarang ternyata rena beneran suka ke rendy namun rena tidak mau kalau rendy tau kalau dia suka kepadanya.melia mengangguk anggukkan kepalanya paham dengan maksud temannya itu.
'tapi kan edo suka rena .astaga pantesan aja rena cuek ke edo ternyata rena sukanya rendy 'bisik melia dalam hati diapun menggelengkan kepalanya pelan.
.
hari ini ayah dan ibu tidak pergi ke ladangnya karena kondisi ayah yang masih sakit.karena warga yang bekerja untuk mereka tetap keladang jadi ibu siang nanti harus kesana untuk mengantarkan makan siang untuk mereka.
"yah.ibu keladang dulu antarkan nasi dan lauk ya "pamit ibu ke suaminya yang duduk di ruang tengah sambil menonton tv.sebenarnya ayah bosan harus berkurung diri dalam rumah tidak bisa ngapa ngapain tapi saran dokter agar ayah istirahat dulu sampai lukanya benar benar pulih.
__ADS_1
"iya bu.hati hati"jawab ayah.
ibupun meninggalkan ayah pergi keladang dengan menenteng rantang nasi dan juga lauk untuk makan siang warga yang bekerja di ladangnya.
ibu menyiapkan makan siang mereka di tikar dan memangil semuanya untuk istirahat dan makan siang.tidak butuh waktu lama mereka sudah berkumpul di sana ibupun mengambilkan nasi dan lauk bergantian untuk mereka.
perasaan ibu tidak enak karena diladang kini dia perempuan seorang diri.kamaren kemaren ada ayah jadi ibu lebih nyaman namun sekarang ibu hanya sendiri dan yang lain adalah warga yang baru ibu kenal .itupun ibu belum hapal namanya siapa.ibu tidak berani menatap muka para warga itu apalagi untuk sekedar bicara rasanya sungkan dan malu.
"cantik juga yah istrinya pak frans"ucap salah satu warga seraya berbisik keteman disebelahnya namun suara itu mampu didengar oleh ibu.ibu semakin kikuk dan malu.tidak berani mengangkat wajahnya walau sejenak saja.
"bu.ngapain diam aja.ayo makan bareng"ucap yang satunya lagi entah siapa namanya.ingin sekali ibu langsung meninggalkan tempat itu tapi gimana nanti dengan rantang nasi dan piring piringnya.masa harus di tinggal juga.
'astafirulahalazim'ibu mengelus dadanya untuk bersabar menghadapi para laki laki ini.ibu tidak boleh marah karena ibu sadar dia dan keluarganya adalah warga baru disana jadi tidak ingin ada masalah dengan warga lainnya.
Ibu melia serba salah jadinya.dia terus menunduk tidak berani melihat kearah para lelaki itu.dan ibu memberikan piring terakhir yang sudah diisinya nasi dan juga lauk.lelaki yang akan mendapatkan piring itu menatap wajah ibu lekat dan mengulum senyum.ibu yang tadinya melihat sekilas kini tertunduk kembali namun piring masih ditangannya dan terulur kearah laki laki itu.
Sontak ibu kaget lantaran yang dipegang lelaki itu bukanlah piringnya melainkan tangannya.ibu ingin menarik paksa tangannya tapi takut jikalau nasinya akan tumpah.
"tolong lepasin tangannya kang"ucap ibu sopan dan suaranya bergetar karena ketakutan.lelaki itu menarik satu sudut bibirnya.ibu bertambah takut dibuatnya 'ya allah lindungi hamba' ibu berdoa didalam hatinya seraya membuang nafas pelan.
"kamu cantik..jadi sayang dong. kalau di sia sia in"ucap laki laki itu sambil tertawa bersama teman temannya itu.ibu yang mendengar itu bertambah ketakuan.entah apa yang akan terjadi kepadanya yang pasti kini tubuhnya gemetar dengan wajah yang kini tampak pucat
__ADS_1
"gimana kalau sebelum makan ini.kita makan yang lain dulu"ucap lelaki itu dan di jawab gelak tawa oleh lelaki lainnya sambil menganggukkan kepalanya.lelaki itu menarik paksa piring yang ada di tanganku tanpa melepaskan tangannya yang memegang pergelangan tanganku.
"tolong lepasin kang.jangan seperti ini.kan saya juga warga kampung sini"ucap ibu memohon kepada laki laki itu.namun mereka masih menertawakan ibu yang ketakutan dan gemetar.
Satu laki laki beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri ibu.dia duduk tepat di hadapan ibu.laki laki itu belum terlalu tua kisaran berumur 50 tahun dengan perut buncit dan brewok yang tipis mengusap pundak ibu dengan halusnya.
"justru kamu adalah warga baru disini.jadi kita harus berkenalan dong"ucapnya dengan seringai yang menakutkan.
Ibu menggelengkan kepalanya.dia benar benar tidak menyangka kalau warga disini tidak sebaik yang dia kira.padahal kalau ada suaminya disini mereka terlihat sopan dan ramah kenapa giliran ibu sendiri yang ada ditengah tengah mereka mala mereka berbuat seperti ini pada ibu.apa semua laki laki akan berubah menjadi jahat saat melihat wanita cantik yang lagi sendirian ?.
'ya allah kenapa jadi seperti ini .lindungilah hamba ya allah .jauhkanlah hamba dari orang orang yang akan berbuat jahat kepadaku.' ibu memejamkan mata dan berdoa.karena saat hanya tuhan yang bisa bantu dia.karena suaminya yang sedang sakit.anaknya juga sedang kerja jadi tidak bisa menolong dia yang sedang dalam bahaya ini.
"assalamualaikum"ibu sontak menoleh kebelakang dan laki laki yang tadi duduk dekatnya langsung berdiri dan kembali ketempatnya.ibu bisa bernafas legah dia mengusap dadanya seraya bersyukur tuhan memberikannya pertolongan.
"walaikumsalam pak rt"jawab ibu antusias karena kedatangannya ini adalah adalah pertolongan bagi ibu.ibu langsung berdiri dan mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pak rt.
ternyata pak rt tadi dari rumah namun karena rumah tertutup dan tidak ada sahutan saat dia mengetuk pintu dan memanggil akhirnya dia putuskan untuk datang keladang ini.pak rt ingin ketemu ayah karena ada berkas yang harus di lengkapi mengenai data mereka yang baru saja pindah ke kampung sini.
"makan pak rt"ajak laki laki tadi yang sekarang lagi menyantap makan siangnya dengan rekannya yang lain juga.
"silahkan"jawab pak rt ramah.ibupun mengantar pak rt kerumah karena pak rt memerlukan berkas seperti ktp dan kk.ibu meninggalkan ladangan dengan hati penuh syukur karena terhindar dari laki laki jahat seperti mereka.untuk urusan rantang nasi baiknya ibu akan menyuruh arya nanti yang ambil kesana.
__ADS_1