
Jeni dan Bagas masih bersembunyi di belakang pintu masuk kafe, mereka masih memantau Melia dari kejauhan. Rasa penasaran yang menyelimuti kedua pasangan ini, membuat keduanya mengurungkan niat awal mereka yang ingin makan sambil membahas rencana pendekatan Kenzo dan Melia.mereka berdiri dibalik pintu dengan kepala menyembul kedalam.
" maaf mbak,mas.ada yang perlu dibantu ? " tanya seorang pelayan perempuan menghampiri kedua pasangan ini. Jeni dan Bagas pun menggelengkan kepalanya dan saling menatap satu sama lain.
Bagas yang merasa kikuk karena kepergok mengintip oleh pelayan ini, akhirnya memesan beberapa menu makanan untuk dibungkus. Karena tidak mungkin kalau dia harus menjelaskan apa yang sedang dilakukan oleh kedua pasangan ini.
Setelah mencatat pesanan mereka, pelayan ini masuk untuk mempersiapkannya. Sedangkan kedua pasangan ini kini bisa bernafas lega. Bagas mengajak Jeni untuk duduk di kursi dekat pintu masuk itu. Karena dari tempat duduk ini masih bisa melihat kedalam sana dan memantau Melia.
"Loh,Melianya mana ? Kok sudah gak ada ? " tanya Jeni ketika baru saja dia mengdudukkan di kursi kafe itu. Bagas yang mendengar perkataan Jeni pun langsung berdiri dan melihat kearah dalam. Namun benar, Melia dan yang lainnya sudah tidak ada disana.
"Kemana dia ? " keduanya saling tatap dan mengangkat bahunya. Mereka kembali duduk di kursinya dengan kepala celingak celingukan mencari keberadaan temannya.
__ADS_1
Melia,Arya dan Nisa kini sudah ada di parkiran,mereka akan segera kembali ke klinik tempat motor mereka ditinggalkan. Melia menjinjing sebuah kantong yang berisikan makanan yang sengaja dipesankan oleh Nisa untuk dibawah pulang.
"Makasih ya Kak, kakak sudah traktir kita makan " ucap Melia, dia begitu bahagia. Senyum di bibirnya juga merekah sempurna. Nisa mengangguk dan membalas senyuman Melia. Sedangkan Arya, dia hanya diam dan menunduk di samping mereka.
Melia paham, kakaknya pasti malu karena di traktir makan oleh perempuan. Tapi inikan sebagai tanda terima kasih Kak Nisa karena sudah ditolong kemarin.
Mereka masuk kemobilnya, dengan posisi semula.Arya duduk di kursi belakang, sedangkan Melia di kursi samping pengemudi.
"Beb, itu Melia. dan pacarnya bawa mobil ? " Jeni menunjuk kearah Melia yang memasuki mobil mewah itu, keduanya terperangah melihat temannya yang melaju meninggalkan parkiran kafe itu.
Kedua pasangan ini pun menelan ludahnya dengan mata yang masih tidak berkedip melihat mobil yang kian menjauh meninggalkan tempat mereka.
__ADS_1
"Ini pesanannya mbak,mas." ucap seorang pelayan dengan pesanan yang di tenteng ditangannya. Kedatangan pelayan kali ini sekali lagi membuat keduanya kaget, mereka sontak mengalihkan pandangannya ke pelayan itu. Pelayan yang merasa kehadirannya mengagetkan merekapun minta maaf dan meletakkan pesanan itu diatas meja.
Bagas membayar total pesanan mereka, dan mengajak Jeni meninggalkan kafe itu. Kini rencana mereka berubah. keduanya memutuskan untuk pulang saja dan membahas tentang rencananya dilain waktu.
"Makasih ya Ar,Mel. Kalian sudah temenin aku makan siang ini." ucap Nisa setelah mereka sampai di parkiran klinik. "kita yang makasih kak, kakak sudah traktir kita makan enak " ucap Melia dengan senyum semeringahnya.
"Oh iya,Ar. Kapan-kapan aku ajarin bawa mobil ya " ucap Nisa sambil menatap Arya, Arya yang mendapat tawaran itu hanya menganggukkan kepalanya. Nisa melajukan mobilnya meninggalkan mereka dengan lambaian tangan yang dibalas oleh keduanya.
Arya mengambil motornya yang memang jaraknya agak jauh dari motor Melia, Melia memperhatikan kakaknya yang sedari tadi kaku tidak seperti biasanya. kakaknya lebih banyak diam dari tadi dan bicara juga seadanya.
"Kakak kenapa yah ? Seperti ada beban pikiran " gumam Melia, dia menunggu kakaknya di atas motornya. Mereka meninggalkan parkiran klinik itu setelah sang kakak sudah melaju kearahnya dan Melia pun mengikuti dari belakang.
__ADS_1