Hasrat Cinta Anak SMA

Hasrat Cinta Anak SMA
episode 37


__ADS_3

Melia melongo,memperhatikan wanita yang baru saja turun dari motornya Kenzo.dalam hati,Melia bertanya tanya siapa wanita itu.penasaran,tapi gengsi kalau harus menanyakan.


Kenzo turun dari motornya,dan langsung berlalu meninggalkan Melia.mungkin rasa kecewanya pada Melia,membuatnya enggan untuk berurusan lagi dengannya.


Melia termangu,melihat sikap Kenzo yang tidak seperti biasanya ini.padahal biasanya,Kenzo akan selelu antusias jika itu tentang Melia.namun sekarang dia malah mengabaikan Melia,dan berlalu pergi tanpa kata.


"Ken,tunggu."Melia mengejar Kenzo,yang jaraknya mulai menjauh.namun Kenzo seolah tak mendengar,dan tetap melangkahkan kakinya.


"Ken."Melia meraih pergelangan tangan Kenzo dan menahannya untuk berhenti.Kenzo akhirnya berhenti namun,dia langsung melepaskan tangan Melia yang memegang tangannya.


Deg


Mata Melia membulat menatap Kenzo,ada rasa sakit di sudut hatinya,karena mendapat perlakuan seperti itu dari Kenzo.padahal,Kenzo hanya melepaskan tangan Melia darinya tapi itu mampu membuat Melia merasa sedih.


Melia menelan ludahnya kasar,matanya kini juga berkaca kaca.Melia menyadari dia sangat bersalah kepada Kenzo.namun,Melia tidak menyangka Kenzo akan secepat ini berubah.


"Ken,gue "


"Sorry ,gue buru buru"belum sempat Melia menyelesaikan perkataannya,namun sudah dipotong oleh Kenzo.Kenzo pun langsung pergi meninggalkan Melia.


Tes


Tanpa Melia sadari,buliran bening jatuh dari pelupuk matanya.pandangan Melia masih mengarah ke Kenzo yang semakin jauh darinya.sakit.itu yang dirasakan Melia.


Melia mengusap pipinya yang nampak basah,dan berjalan gontai menuju kelasnya.niat hati ingin minta maaf ke Kenzo,tapi Kenzo malah mengacuhkannya.


"Hay,Bestie."ucap Jeni,yang tiba tiba saja muncul di samping Melia.Melia tersenyum tipis kearahnya dan meneruskan jalannya.


"Lo,kenapa Mel ?" tanya Jeni,karena tidak biasanya,Melia bersikap dingin seperti ini."gak apa apa,Jen."jawab Melia,berucap tanpa melihat kearah Jeni.


Jeni semakin bingung dengan temannya ini,dia mencoba menebak,ada hal apa yang membuat seorang Melia galau seperti ini.

__ADS_1


"Mel,apa lo ada masalah ? Cerita sama gue."Jeni membujuk Melia.namun Melia hanya menggelengkan kepalanya.


Kini mereka berdua,tiba di kelas mereka.Jeni tidak langsung kebangkunya.melainkan,dia mala duduk dimeja Melia.menatap kearah Melia,dengan raut muka penuh tanya.


"Ada apa ini,kok serius banget."ucap Rendy yang baru saja masuk kelas bersama Edo.Jeni langsung mengangkat bahunya,dan mendelik kearah Melia yang menunduk.


Rendy duduk dibangku Rena,yang kebetulan belum ada penghuninya."Ada apa Mel ?"tanya Rendy pelan dan memegang pundak Melia.namun Melia masih membisu,dia hanya menggelengkan kepalanya.


"a a apa apaan i ini ?"ucap Rena,yang tiba tiba masuk dan dia melihat tangan Rendy yang masih betah mengelus pundak Melia.Melia mendongak,dan langsung menepis tangan Rendy dari pundaknya.


Rendy mengangkat alisnya,heran dengan sikap Melia barusan.bukan hanya Rendy,namun Edo dan Jeni pun langsung saling lempar pandang dan mengangkat bahu.


Rendy beranjak dari bangku Rena,dan ikut berdiri didepan Melia.Melia menghela nafas kasar dan sejenak menunduk.Melia melihat kearah Rena,dan raut wajahnya datar,tidak seperti biasanya.


'Astaga,apa rena cemburu ?' gumam Melia,masih dengan pandangan kearah Rena.


"Mel,sebenarnya ada apa sih ? Hari ini Lo aneh banget." ucap Jeni yang seperti tidak mengenal Melia yang ini."gak apa apa,Jen." Melia berusaha tenang dan tersenyum ketemannya itu.


Karena bel masuk sekolah berbunyi,teman teman Melia pun bubar dan duduk kebangkunya masing-masing.Melia lega,karena tidak harus berpura-pura senyum lagi didepan teman-temannya.


'Aissh,kok jadi begini sih.masalah Kenzo belum kelar,ditambah lagi dengan Rena yang sekarang marah .Apes banget gue' umpat Melia dalam hatinya sambil menendang-nendangkan sepatunya.


......................


Jam pelajaran pun berlalu,sekarang waktunya istirahat.


"Ren,ngantin yuk."ajak Melia,namun Rena menggeleng,dan mengeluarkan buku untuk dibacanya.Rena memang kalau tidak kekantin,dia selalu baca buku dikelas.


"Lo,marah Ren ? Tanya Melia lagi.karena Rena tampak mengacuhkannya.Rena melihat ke arah Melia dengan tatapan penuh penekanan.


"Gue minta maaf,soal Rendy,gue gak seperti yang lo pikirkan.tadi dia hanya menenangkan gue,itu aja,gak ada maksud apa apa kok."ucap Melia,menjelaskan panjang lebar,karena Melia tidak mau Rena salah paham.

__ADS_1


"Apa-apaan ? maksud lo apa Mel ? Dan kenapa harus minta maaf ?"Jeni yang berada dibelakang Melia tiba-tiba nimbrung pembicaraan mereka.Melia kaget dan langsung menoleh kebelakang.


Jeni mengangkat kedua kedua tangannya,meminta penjelasan Melia.namun Melia hanya menggeleng pelan,dan mendelik kearah Rena.Jeni paham,diapun tidak lagi bertanya.


"Yaudah yuk Mel,ngantin."Jeni menarik tangan Melia,dan mereka berjalan meninggalkan Rena.


Jeni dan Melia memilih kantin yang agak sepi,karena memang kebiasaan mereka berdua yang malas antri.kebetulan ada satu kantin yang kosong,mereka langsung menuju kesana.


"Hay,beb."sapa seseorang dari belakang,Melia dan Jenipun langsung menoleh.ternyata itu adalah Bagas,dia datang bersana Kenzo dan satu temannya lagi,jadi dia datang bertiga.


Deg.


Melia melihat ke arah Kenzo,namun Kenzo langsung membuang muka kearah lain.Melia yang mendapat perlakuan seperti itu dari Kenzo, langsung memutar badannya dan masuk kekantin.


Jeni ,Bagas,Kenzo dan teman satunya lagipun ikut menyusul masuk.Melia memilih duduk di paling pojok,sedangkan Jeni duduk disampingnya.dan di depan mereka ada Kenzo dan temannya,mereka duduk berhadapan.


Melia memperhatikan Kenzo,dia merasa Kenzo sekarang berubah.Kenzo selalu membuang muka saat mata keduanya hampir bersitatap.


"Wait,ini ada yang aneh sih,menurut gue ? Ucap Bagas yang memperhatikan sikap Kenzo yang tampak dingin ke Melia.sedangkan Kenzo dia hanya membuang nafas kasar dan membuang pandangannya.


"Kalian berantem ?"tanya Bagas,Jeni juga ikut memperhatikan.Melia dan Kenzo kompak diam,tidak ada yang menjawab.


Kebetulan,pesanan mereka datang.jadi,Melia langsung meraih mangkok bakso dan mengaduknya, daripada harus menjawab pertanyaan dari mereka.tapi sekali kali,matanya tetap menatap Kenzo yang ada di hadapannya.


"mmm,gue boleh minta nomor lo gak ?" ucap teman Bagas memecah keheningan disela-sela menyantap baksonya,dia menyodorkan ponselnya kearah Melia.


Melia menaro sendoknya kemangkok,dan meraih gelas dan meneguk minumannya,lalu Melia meraih tisu yang ada dimeja dan mengelap mulutnya.Melia melihat kearah Kenzo,Kenzo pun menatap Melia.mata keduanya bersitatap.


Melia mengalihkan pandangannya ke teman mereka itu,dan laki-laki itu tersenyum dengan tangan yang masih menyodorkan ponselnya.Melia bingung,entah kenapa dia takut Kenzo marah.padahal jelas-jelas tidak ada hubungan di antara keduanya.


"Oh,iya lupa.gue kan belum kenalan."ucap laki-laki itu,dia meletakkan ponselnya di atas meja dan mengulurkan tangan kearah Melia."Alex"dia menyebutkan namanya,dan tersenyum ke Melia.

__ADS_1


deg.


.


__ADS_2