
Ibu menyerahkan berkas ke pak rt untuk didata.sedangkan ayah melia ternyata sedang tertidur dikamar.setelah pak rt pulang dari rumahnya ibu melia masuk kekamar dimana ayah melia sedang tertidur lelap disana
ibu tidak berniat membangunkannya karena kasihan suaminya pasti masih sakit.sekelibat ibu mengingat kejadian diladang tadi ingin sekali rasanya ibu langsung mengadu kesuaminya tentang ulah warga yang hampir saja melecehkannya di ladang.
Tapi setelah ibu berpikir lagi sebaiknya masalah ini tidak sampai ke telinga suami dan keluarganya karena takutnya akan terjadi keributan.ibu akan merahasiakan kejadian diladang tadi dan untuk kedepannya dia akan berhati hati lagi.semoga tidak terjadi lagi kejadian yang menakutkan ini kedapannya.
.
Bel sekolah berbunyi semua siswa memasuki kelas dan memulai pelajaran.melia masih memikirkan obrolan yang tadi dia bahas dengan rena.melia tidak menyangka ternyata temannya itu memendam rasa ke rendy padahal yang jelas jelas yang menyukainya adalah edo.
'hmmm ribet juga ya kisah cintanya' bisik melia dalam hatinya sambil sekali kali menatap kearah rena dengan kepalanya yang di angguk anggukkannya pelan.
Tidak terasa jam istirahatpun tiba.semua murid menyimpan bukunya dan berhamburan keluar kelas.melia yang merasakan ada merasakan ada sesuatu yang basah dan lengket pada dirinya memutuskan untuk langsung ke toilet.
Melia memang beberapa hari kebelakang ini sedang mendapatkan tamu bulanan.namun karena dia berpikir kalau ini adalah hari hari akhir tamu bulanannya datang jadi dia tidak memakai pembal*t lagi karena dia kira pasti d*r*hnya tidak akan banyak lagi.
"ren gue ketoilet dulu yah.nanti kalau teman teman yang lain nanya tolong bilangin"melia langsung berlari keluar kelas dan menuju ke toilet.melia jalan dengan langkah cepat terkadang juga berlari.
"ren.melia mana?"jeni yang baru saja mau mengajak melia kekantin bertanya ke rena lantaran melia yang sudah tidak terlihat dibangkunya.
"ke ke ke. . ."
celpak
"ketoilet"ucap rena lancar karena Jeni menepuk bahu rena.jeni memang orangnya gak sabaran.dia tidak bisa menunggu rena yang lambat mengeluarkan kata katanya.tapi rena juga kasihan setiap bicara harus di tabok dulu bahunya biar lancar.
__ADS_1
"yaudah yuk kekantin"ajak jeni.rena pun mengangguk dan mengikuti jeni dari belakang.jeni menghentikan langkahnya dan menggandeng tangan rena karena dia risih kalau berjalan beriringan begitu seperti lagi di kawal saja.makanya jeni menggandeng tangannya rena supaya langkah mereka sejajar.
.
Bagas dan kenzo keluar kelas dan langsung menuju markas.biasalah mereka kalau jam istirahat bukannya ke kantin seperti murid yang lain tapi mereka mala kemarkasnya untuk merokok.tapi sebelum kesana bagas kekantin dulu untuk membeli cemilan sedangkan kenzo langsung menuju markasnya.
Kenzo menunggu kedatangan bagas dengan jari yang berkutat diponselnya memainkan game onlinenya.namun tiba tiba saja perut nya berdenyut tanda panggilan alam buat dia.dia langsung berdiri dan memasukkan ponselnya kesaku celananya dan berjalan menuju toilet.
.
Melia yang kini berada di toilet langsung panik lantaran ternyata tamu bulanannya masih keluar banyak bahkan saat ini rok seragamnya sudah terkena warna merahnya.
'astaga gimana ini' gumam melia didalam toilet saat melihat roknya yang terkena warna merah itu.dar*hnya masih mengalir jika tidak di sumpel pakai pembal*t mungkin warna merah diroknya akan semakin banyak.melia bingung harus gimana.sedangkan dia saat ini tidak membawa pembal*tnya.
dor dor dor
melia berjalan keluar toilet.dia menggigit bibirnya menahan malu.dilihatnya di sana tidak ada yang dia kenal untuk dimintai tolong belikan pembal*t .dia bersandar di tembok depan toilet itu karena jika dia nekat berjalan kekelasnya pasti jadi bahan tawaan semua murid karena kelasnya dan toilet itu berjarak lapangan dan karena ini jam istirahat banyak murid yang duduk duduk di bangku taman di depan kelas.
'siallll .ponsel ku juga dikelas lagi.gimana caranya gue minta jeni atau rena yang tolongin gue' umpat melia dalam hati lantaran ponselnya ketinggalan di dalam kelas.melia benar benar tidak sanggup kalau harus berjalan sambil menutup bok*ngnya itu.
Melia menunduk tidak tahu harus gimana lagi.dia benar benar putus asa dan malu.sekarang yang bisa dia harapkan hanya kedua temannya itu datang ketoilet.tapi itu bukan hal yang pasti karena belum tentu jeni dan rena akan menyusulnya kesana.
"lo kenapa ?"tanya kakak kelas yang entah siapa namanya.mungkin dia heran melihat melia yang tersandar di tembok toilet dengan muka tertunduk gitu.ingin sekali rasanya melia minta tolong ke kakak itu namun rasa malunya mengalahkan keberaniannya sehingga melia hanya menggeleng dan tersenyum ke kakak itu.
'huh.ini memalukan' keluhnya lagi.melia kembali menunduk dan tidak bergerak dari tembok itu seperti cicak yang menempel di dinding.namun hanya ini yang bisa dia lakukan agar noda merah itu tidak terlihat orang.
__ADS_1
.
Kenzo yang sudah selesai dengan urusannya di toilet tadi sekarang keluar dan hendak kembali ke markas nya.namun dia mengernyitkan keningnya lantaran melihat melia yang menempel di tembok toilet di sebelahnya.
"lo ngapain ?"melia kaget dan langsung mendongak.dihadapannya kini ada kenzo.melia menggigit bibir bawahnya malu.dia tidak menjawab namun hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan kembali menunduk tanpa bergeser dari tembok itu.
"ngapain nemplok di dinding kayak cicak gini ?.teman lo mana ?"tanyanya lagi sambil celingukan melihat kearah dalam toilet wanita.
"ken"panggil melia dengan suara lirihnya.tidak ada cara lain kecuali minta tolong ke kenzo.malu sebenarnya namun hanya kenzo yang ada disini jadi melia terpaksa harus melibatkan kenzo.
"gue minta tolong boleh gak?" tanya melia dengan suara pelan dan raut wajah yang menahan malu.
"tolong apa?"
Melia ragu ingin mengucapkan nya.takut kenzo akan menolak permintaannya.lagian ini memang bukan urusan laki laki tapi melia tidak punya cara lain.melia menggigit bibirnya .susah banget rasanya dia mengucapkan permintaannya ini
"gue lagi menstruasi"ucap melia pelan dan langsung menundukkan kepalanya cepat.tidak sanggup melihat reaksi kenzo.
"terus kenapa ? Minta tolong apa ?"tanya kenzo yang memang belum ngerti sebenarnya melia mau minta tolong apa kedia.
Melia kembali terdiam.berat banget rasanya ingin mengucap permintaanya ini.tapi kalau tidak minta tolong kenzo gimana kalau kedua temannya mala tidak kesini.masa iya melia harus nemplok didinding sampai pulang sekolah.
"tolong beliin gue pembal*t "
.deg
__ADS_1
.