
Kenzo akhirnya memutuskan untuk pulang,setelah dia merasa cukup mengerti tentang apa yang kini harus dilakukannya untuk mendekati Melia.sedangkan Bagas,dia memilih untuk keluar rumah setelah Kenzo pulang dari sana.
Bagas sepertinya ingin menemui sang Kekasihnya,Jeni.karena untuk masalah Kenzo dan Melia ini,sepertinya kedua pasangan ini harus ikut andil.
......................
Melia dan kakaknya,Arya.kini mengendarai motornya menuju Klinik tempat dia berobat kemaren.kondisi kesehatan Arya sudah membaik,jadi dia memutuskan untuk masuk kerja besok.walaupun sebenarnya cutinya masih satu hari lagi.
Setelah beberapa menit perjalanan,mereka sampai di area parkir Klinik tersebut.Arya bicara ke Satpam yang berjaga,untuk konfirmasi pengambilan motornya yang kemaren dia titip kan.
Melia dan Arya kini mengendarai motornya masing-masing.namun saat mereka akan meninggalkan parkiran itu.Arya melihat Nisa yang baru saja keluar dari dalam Klinik.Nisa juga melihat keberadaan Arya,dia yang tadinya hendak kemobilnya,memutuskan untuk menghampiri Arya dulu.
"Arya,kamu disini juga ? Apa masih ada yang sakit ?" tanya Nisa saat dia sudah berada di hadapan motor Arya,sedangkan Melia,dia berada agak jauh dari mereka.Melia yang penasaran kakaknya yang dihampiri oleh wanita,akhirnya melajukan motornya mendekati mereka.
"Enggak kok,aku kesini cuma ambil motor yang kemaren aku tinggal disini."Nisa hanya membentuk mulutnya dengan huruf O dan menganggukkan kepalanya.Melia memperhatikan wanita yang ada di hadapannya ini.dia menebak-nebak apakah wanita ini adalah yang di tolong kakaknya?.
"Ini siapa,Ar ?" tanya Nisa,memandang kearah Melia.Melia yang kepergok lagi memperhatikannya sekarang jadi salah tingkah.dia menunduk dan memainkan gantungan kunci yang berbentuk kepala.boneka itu.
"Melia,adikku.Mel,kenalin ini Kak Nisa." mendengar kakaknya yang memperkenalkan wanita cantik didepannya ini,Melia langsung antusias mengulurkan tangannya untuk berkenalan.ternyata Melia sangat mengagumi kecantian wanita yang bernama Nisa ini.
Melia terlihat senang banget bisa berkenalan dengan Nisa.mereka berbincang seru,sehingga sang kakak merasa diabaikan.Arya hanya memperhatikan keduanya yang terlihat cocok.Nisa juga ramah dan muda bergaul dengan semua orang.
__ADS_1
"Ini kalian mau kemana ?"tanya Nisa disela-sela perbincangannya dengan Melia."Pulang,Kak"jawab Melia seadanya dan diangguki oleh Arya.
"Gimana kalau kita makan dulu,ini kan pertemuan pertama kita.jadi harus kita rayain dong.iyakan,Mel" Melia langsung melihat kearah kakaknya,untuk mendapat jawaban dari kakaknya.namun kakakanya tidak menggeleng ataupun mengangguk,dia hanya diam saja.Melia juga tidak tahu harus jawab apa soal ajakan ini.
Padahal,Melia ingin sekali ikut wanita ini,bukan karena dia mengajak makan.tapi karena Melia ngefans dengan wanita ini.ngefans dengan kecantikannya dan keramahannya.tapi Melia tidak bisa memutuskan karena wanita ini adalah teman kakaknya,bukan temannya.
"Gimana,Ar ? bisa kan.itung-itung ini tanda terima kasih aku ke kamu deh,mau ya ?" ucap Nisa sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada.Arya sekilas melirik ke Melia,adiknya itupun langsung mengangguk.terpaksa Arya juga mengangguk mengiyakan permintaan Nisa.
Mereka bertiga masuk kemobil Nisa,karena tidak mungkin mereka akan ke kafe dengan kendaraan masing-masing.Arya yang sempat ditawarin Nisa untuk menyetir mobilnya,akhirnya duduk dibelakang.karena Arya memang belum bisa mengendarai mobil.
"Ar,kalau kamu mau belajar mobil.kapan-kapan aku bisa ajarin kok."ucap Nisa,sambil melihat Arya yang duduk dibelakang lewat kaca mobilnya.Arya hanya tersenyum dan tidak menjawab apa-apa.ada rasa malu yang terpendam didiri Arya,ketika dia harus duduk di bangku belakang dan di sopiri oleh wanita.
Mobil mereka kini memasuki sebuah parkiran kafe.kafe ini terlihat mewah,pasti makanan dan minumannya mahal-mahal.Melia maupun Arya tampak enggan untuk turun,keduanya malah saling lempar pandang.
"Yuk,turun.Melia,Arya,ayo turun."Nisa yang memperhatikan kedua beradik ini yang tampak ragu untuk turun.memaksa keduanya untuk mengikutinya.merekapun akhirnya turun dan berjalan mengekori Nisa dari belakang.
Nisa yang merasa di ikuti dari belakang tiba-tiba berhenti,membuat kedua kakak adik ini pun menghentikan langkahnya.Nisa langsung masuk di sela-sela keduanya dan menggandeng tangan Melia dan Arya.mereka masuk ke kafe itu dengan kedua tangan yang ditarik oleh Nisa.
"Permisi,silahkan menunya,"ucap seorang pelayan setelah kami duduk dikursi meja kaca itu.Nisa mengambil buku menunya,dan memesan makanan dan minuman.untuk Melia dan Arya dia juga pesankan menu yang sama dengannya,karena memang itu jawaban kakak beradik ini saat ditanya mau pesan apa.
Melia menelan ludahnya,kalah menu yang dipesan Kak Nisa sudah dihidangkan di meja mereka.spagety,donat dengan berbagai toping,stik kentang lengkap dengan saosnya dan minumannya jus alpukat.
__ADS_1
"Makan Mel,Ar.yuk kita makan,"ucap Nisa,Melia yang sedari tadi ingin melahap hidangan yang ada didepan matanya,langsung saja meraih sendok dan mengelapnya pakai tisu.matanya sudah pokus ke spagety yang begitu menggoda lidahnya,padahal dia baru saja makan siang.
Melia menyendok spagetynya dan menikmati rasa yang memang sangat enak dilidahnya.dia mengacungkan jempolnya kearah Nisa,dan wanita ini hanya tersenyum melihat tingkah lucu Melia.
Mereka menghabisi makanannya,namun donat yang tadi juga dipesan belum sama sekali disentuh.Melia yang awalnya memang sudah kenyang tidak bisa memakan donat itu lagi,padahal dia sangat ingin mencicipinya.namun apalah daya perutnya yang sudah begah dan tidak mungkin untuk diisi lagi.
Ketiganya kini sudah menyerah,akhirnya sisa makanannya di bungkus.mereka tidak langsung pulang,tapi memutuskan untuk nongkrong dulu sambil menunggu makanan yang baru masuk keperutnya dicerna.
"Kakak ke toilet dulu ya,Mel."Nisa meninggalkan kedua kakak beradik ini.Arya dan Melia sama-sama kekenyangan dan memegangi perutnya.sekali-kali keluar sendawa dari mulutnya.
......................
Bagas dan Jeni,ternyata mereka juga mengunjungi kafe yang sama dengan tempat dimana Melia berada.mereka sengaja ketemu untuk membahas cara untuk membantu Kenzo mendekati Melia.
Mereka berdua baru saja akan melangkahkan kakinya di pintu masuk kafe itu,namun Bagas langsung menarik mundur Jeni.Bagas melihat keberadaan Melia dan Kakaknya yang sedang duduk di meja dalam kafe itu.
Seketika,Jeni dan Bagas saling bersitatap.ada rasa penasaran di benak mereka tentang siapa laki-laki yang tengah berada duduk bersama dengan Melia itu.kedua pasangan ini memutuskan untuk mengintai Melia dari kejauhan,dan mencari tahu siapa sebenarnya laki-laki itu.
"Apa mungkin,Melia punya pacar yah ?" tanya Bagas,Jeni yang tidak tahu soal ini pun hanya mengangkat bahunya.
.
__ADS_1