
Melia kembali menatap kearah Kenzo,Kenzo membuang muka,sekilas dia tampak memasang raut muka kesal.talapak tangannya yang tadi memegang sendok,kini mengepal di atas meja.
"Gue,Amelia.panggil saja Melia."jawab Melia,sambil menyambar uluran tangan dari Alex.Kenzo menelan ludah kasar,lalu kembali menatap kearah Melia.Melia yang mendapat tatapan itu langsung menunduk.
"Oke,Melia.apa sekarang gue boleh minta nomor lo?"ucap Alex, sambil kembali menyodorkan ponselnya.Bagas dan Jeni yang dari tadi memperhatikan mereka,saling bersitatap dan mengangkat bahunya.
"Lex,ke Markas yuk.gue asem nih."ajak Bagas,yang tiba tiba menarik tangan Alex,dia membawa Alex pergi dari kantin itu.Bagas paham akan perasaan Kenzo,yang merasa kesal dengan kelancangan Alex ini.
Kini tinggal mereka bertiga dikantin,Melia merasa lega karena terbebas dari Alex yang membuat dia tertekan.
"Mel,gue ketoilet dulu yah.kebelet soalnya,"tiba-tiba Jeni juga meninggalkannya.belum sempat Melia bilang kalau dia mau ikut,tapi Jeni sudah berlari meninggalkan kantin itu.entah apa dia benar kebelet,atau sengaja meninggalkan Melia dan Kenzo.
Melia menatap Kenzo,Kenzo menunduk dan berkutat dengan ponselnya.Melia ingin meminta maaf ke Kenzo,mungkin ini waktu yang tepat untuk bicara dengannya.
"Ken,"panggil Melia,namun Kenzo tidak menjawab, bahkan melihat kearah Meliapun tidak.dia pokus keponselnya,sepertinya dia sedang bermain game online.
"Ken,gue minta maaf.gue akui gue salah.maafin gue,karena kemarin gue gak datang ke kafe.maaf juga gue gak angkat telepon lo,karena gue ketiduran."ucap Melia panjang lebar.Kenzo meletakkan ponselnya,dan menatap kearah Melia.
"Ketiduran ? Yakin ?.sudahlah Mel,ngapain sih harus berbohong,gue tau semuanya."jawab Kenzo dengan raut muka kesal mendengar penjelasan Melia.karena kemaren dia sempat melihat Melia bersama laki-laki.tapi sekarang,Melia mala berkata kalau dia ketiduran.Kenzo tidak percaya dengan penjelasan Melia.
"Gue gak bohong Ken,emang itu kenyataannya."ucap Melia tegas,dia tidak terima di bilang bohong oleh Kenzo.Kenzo hanya menggelengkan kepalanya,dia sepertinya benar-benar tidak mempercayai Melia.
Kenzo bangkit dari duduknya,dan membayar semua makanan yang dipesan temannya termasuk Melia.setelah itu,dia bergegas pergi,tanpa menoleh lagi kearah Melia.
Melia kembali meneteskan air matanya,sakit rasanya ketika kejujurannnya malah dianggap kebohongan.padahal yang dia katakan itu adalah fakta,dia benar-benar ketiduran.tapi Melia juga menyadari,kalau dia salah.
__ADS_1
Melia menghapus air matanya,dan berjalan gontai menuju ruang kelasnya.ternyata,Jeni sudah ada disana.
"Sorry ya,Mel.tadi gue ninggalin lo.gue tau lo sama Kenzo lagi ada masalah,jadi kita semua tadi cuma ngasih waktu buat kalian bicara."ucap Jeni yang merasa bersalah karena meninggalkan Melia tadi.
"Lo ada masalah sama Kenzo,Mel? Masalah apa?" tanya Rendy yang tiba-tiba muncul di belakang Melia.Melia langsung menggeleng,dan duduk di bangkunya.
Melia tidak mau terlalu dekat dengan Rendy,karena Rena akan tambah marah jika itu terjadi."tidak ada masalah apa-apa kok Ren."ucap Melia,yang sengaja menjaga jarak darinya.
Sedangkan Rena,yang sedari tadi memang ada dibangkunya,pura-pura tidak mendengar apa-apa.dia masih fokus kebuku yang dibacanya.
"Mel,ikut gue bentar,bisa ?" tanya Rendy,Melia langsung membulatkan matanya.Melia bingung,padahal dia lagi menghindari Rendy.gimana kalau Rena semakin marah kalau Melia dekat sama Rendy.
Melia melirik kearah Rena,namun Rena masih fokus dengan bukunya.Melia mengiyakan permintaan Rendy dan mengikutinya keluar kelas.
Rendy dan Melia duduk dibangku taman didepan kelas mereka.entah apa yang akan dibicarakan oleh Rendy hingga harus bicara empat mata begini.
"Mel,gue tau,ini bukan hak gue untuk ngomong ini ke lo.tapi,gue harap lo gak berurusan apapun dengan Kenzo."ucap Rendy dengan mode serius.Melia yang mendengar perkataan ini langsung mengernyitkan dahinya.
"Kenapa Ren,kamu tahu sesuatu tentang Kenzo ?" tanya Melia penasaran,kenapa Rendy melarangnya berurusan dengan Kenzo.
"Pokoknya,menurut gue.lo mending jauhin dia,itupun untuk kebaikan lo kok."
Deg
Seketika sudut hati Melia merasa tidak terima,saat ada seseorang, yang melarangnya untuk dekat dengan orang lain.apalagi orang ini bukan siapa-siapa bagi Melia.
__ADS_1
Melia langsung menunduk,ada rasa sedih dihatinya.entah karena apa,tapi disaat dia mendengar kata harus menjauhi Kenzo,seolah hatinya tidak terima dan menolak untuk menuruti.Melia juga tidak megerti ini perasaan apa.
"Mel,kamu gak apa-apakan ? Kok kamu diam ?" tanya Rendy lagi karena Melia tidak merespon ucapannya.Rendy memegang tangan Melia yang ada di pahanya,menatap Melia dan tersenyum untuk menyakinkan agar Melia mendengarkan perkataannya.
Sedangkan di tempat lain,tepatnya didepan kelas xl ipa ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka.Kenzo dari tadi memang sedang berdiri di depan kelasnya bersama Bagas dan teman lainnya.
Jarak antara kelas Kenzo dan Melia,hanya terpisah lapangan di tengah tengahnya.jadi dari kejauhan Kenzo bisa memperhatikan Melia dan Rendy yang sekarang ada di bangku taman depan kelas mereka.
Kenzo mengepalkan tangannya,disaat pandangan matanya menatap kelancangan Rendy yang menggenggam tangan Melia.ingin sekali rasanya dia menonjok muka laki-laki yang mendekati wanita incarannya itu.tapi apalah daya,laki-laki yang menjadi saingannya itu adalah adik kandungnya.
Kenzo menghela nafas kasar,andai yang menjadi saingannya adalah orang lain,bukan adiknya.mungkin Kenzo sudah menghajar laki-laki itu.
"Lo kenapa Bro ? Kok emosi gitu ?" tanya Bagas yang ternyata memperhatikan Kenzo.Bagas mengikuti arah pandangan Kenzo,ternyata Kenzo memperhatkkan Melia yang Rendy diseberang sana.
"Hmmm,saingan lo berat Bro,adik sendiri."ledek Bagas pada Kenzo yang mukanya tampak merah menahan amarah.
"Kalo lo memang suka sama Melia,gerak cepat dong.soalnya gue perhatiin ya,semakin lama semakin banyak yang suka sama dia,buktinya aja Alex,baru ketemu aja sudah mepet dia"ucap Bagas mengingatkan Kenzo untuk segera maju memperjuangkan perasaannya sebelum terlambat.
Kenzo mencerna perkataan Bagas,apa yang dia katakan ada benarnya juga.semakin lama,akan semakin banyak yang suka sama Melia.tidak heran,jika Kenzo akan banyak dapat saingan,karena memang kencantikan Melia bagaikan magnet,yang mampu menarik perhatian semua orang.
"Lo bener,gue harus gerak cepat.tapi ?"ucapan Kenzo terpotong.membuat Bagas yang mendengarkannya menganga menunggu kelanjutannya.Kenzo mala seperti bingung akan perkataannya sendiri.
"Tapi apa ?
"Gue gak tau caranya ?"
__ADS_1
Plak
.