
Kenzo tenganga mendengar permintaan melia.sedangkan melia melihat kearah kenzo dengan tatapan mata penuh permohonan.
"astaga melia.lu mau ngerjain gue atau gimana hah ? gue laki laki mel.masa beli begituan.gak ah"kenzo menolak permintaan melia yang menurut dia itu adalah hal yang tidak mungkin bisa dia lakukan.
Tapi melihat melia langsung menunduk saat mendengar penolakan kenzo barusan.kenzo pun mengacak rambutnya kasar karena merasa serba salah.jika dia bantuin dan beliin dia pembal*t gimana kalau jadi bahan tertawaan murid lain.sedangkan jika tidak dibantuin kenzo juga kasian.lihat melia yang nemplok didinding seperti cicak gini.
'ck'kenzo berdecak kesal.kenzo merogoh ponselnya di saku celana dan menelpon seseorang.namun beberapa kali dia menempelken benda itu ke telingah namun tidak terdengar ada sahutan dari seberang sana.kini dia benar benar dibuat frustasi dengan permintaan melia.
'siallll..jeni kemana sih.giliran dibutuhin mala gak ada,di telpon juga gak diangkat' umpat kenzo kesal.karena dia mencoba menelpon jeni untuk membeli apa yang diperlukan oleh melia namun jeni tidak mengangkat telponnya.kenzo menggeleng dan membuang nafasnya kasar.
Melia yang sedari tadi melihat kenzo tampak bingung, tidak bersuara apa apa.dia hanya bisa menggigit bibirnya dan meremat jari jemarinya sendiri.
"yaudah tunggu sini.gue beliin"ucap kenzo yang mau tidak mau harus menuruti permintaan melia.karena memang ini jalan satu satunya.jadi dia harus membuang gengsinya dan membelikan apa yang dibutuhkan melia.
Melia hanya mengangguk dan memandang kepergian kenzo.dalam hati melia bersyukur karena ada kenzo yang mau menolongnya walaupun dia juga merasa bersalah lantaran ini mungkin akan membuat kenzo malu.
.
kenzo memutuskan untuk minta izin keluar gerbang sekolah sebentar kesatpam yang berjaga dengan alasan ada yang harus dibelinya dan itu adalah perintah dari gurunya.mendengar alasan tersebut kenzo diizinkan keluar.kenzo memilih membelinya diwarung depan sekolah karena kalau beli dikantin pasti kenzo di tertawakan semua murid yang ada disana.
"buk saya mau beli . . ."kenzo menghentikan ucapannya dan mengacak acak rambutnya kasar.sungguh ini memalukan buat kenzo.mulutnya tidak mampu mengucapkan nama benda yang akan dibelinya itu sehinga ibu warungnya sampai mengangkat alisnya menunggu kenzo menyebut apa yang ingin dia beli .
"beli apa dek"tanya ibu warung itu karena kenzo tak kunjung menyebutkan benda itu.
"anu buk.saya beli anuu "lagi lagi kenzo belum bisa menyebutnya padahal hanya ada dia dan ibu warung itu.tapi entah kenapa dia sangat malu untuk mengucapkan nama benda itu apalagi di hadapan wanita.
"anu apa dek ?"tanya ibu warung yang kesal menunggu kenzo yang tidak menyebutkan apa yang sebenarnya ingin dia beli itu.
__ADS_1
Kenzo celingak celinguk kiri dan kanan melihat situasi di sana.tidak ada orang lain selain dia dan ibu warung itu.karena memang gerbang sekolah dikunci dan murid tidak diizinkn keluar sebelum jam pulang sekolah.
"beli pembal*t buk"jawabnya pelan dan agak mencondongkan kepalanya mendekat kearah ibu warung itu.
"pembal*t ???.pembal*t wanita ?"tanya ibu warung itu memastikan pendengarannya salah atau tidak.kenzo hanya mengangguk pelan dan menyengir kearah ibu itu.
"buat siapa ? Pacar mu ?"tanya ibu warung itu.
"gini buk.saya tu lagi dihukum guru buk.dan ini adalah hukumannya.bisa tolong cepat gak buk.soalnya tadi dikasih waktu cuma 5 menit"ucap kenzo berbohong.
Ibu itu menyiapkan pesanan kenzo dan memberikannya.benda itu di bungkus pakai plastik putih yang transparan sehingga tampak jelas apa yang ada di dalam plastik tersebut.kenzo memasukkan benda itu kesaku celananya.karena memang kenzo hanya membeli satu sesuai permintaan melia.jadi benda itu bisa dimasukkan kesaku tidak harus di tenteng.
Kenzo buru buru masuk dan satpam kembali mengunci pagar.
"eh eh tunggu"satpam menghentikan langkah kenzo yang terlihat buru buru itu.kenzo berhenti dan menoleh kearah satpam
"enggak pak"jawab kenzo dan langsung mundur menghindari satpam itu.
"lalu kamu beli apa coba lihat "kenzo diam dan tidak tahu harus bicara apa.masa iya dia harus mengeluarkan benda yang barusan dia beli.bisa bisa dia jadi bahan ledekan satpam ini nanti.
Satpam yang satunya juga mendekat karena dia merasa gelagat kenzo yang memang mencurigakan.kini kenzo di hadang 2 satpam.satpam itu menggeledah semua saku kenzo dan mengeluarkan benda yang barusan dibelinya.
"buat siapa ini ? Buat pacar kamu ya ? Wah wah wah pacarnya lagi dapat tamu to ?ucap kedua satpam itu dan menertawakan kenzo.kenzo hanya mampu membuang mukanya kesal.kenzo langsung merebut benda itu dan dimasukkanya lagi kesakunya.dan meninggalkan kedua satpam itu yang meledeknya sambil tertawa.
'siallll siallll.semua gara gara melia' umpatnya sambil berjalan dengan sekali kali mengusap wajahnya yang merah menahan malu.
.
__ADS_1
"nih"kenzo memberikan benda itu kemelia namun melia belum beranjak masuk kedalam toilet untuk memasang benda itu.dia menatap kenzo lagi seperti ada lagi yang ingin dikatakannya.
"kenapa ? salah ? Tapi tadi gue belinya seperti yang lo sebutkan .pembal*t kan ? ibu warungnya ngasih itu berarti benar itu dong harusnya ?"ucap kenzo panjang lebar karena dia yakin apa yang dibelinya itu tidak salah.
"lo bawa jaket gak ?"tanya melia ragu ragu
"jaket ? Buat apa ? Lo kedinginan ? Ini siang hari melia dan cuacanya juga terik gini.masa iya lo mau jaketan sih?" tanya kenzo yang semakin bingung dengan sikap melia.dia heran sebenarnya melia ini kenapa.
"lo bawa gak ?" tanya melia lagi yang semakin membuat kenzo menghembuskan nafas kasarnya.kenzo menarik nafas dalam dan membuangnya pelan untuk mengontrol emosinya yang mulai naik menghadapi melia yang tidak dia mengerti apa maksudnya.
"iya bawa. buat apa ?
"ambilin dulu gue mau pinjem"ucap melia tanpa basa basi lagi.
"lo sebenarnya kenapa si mel.aneh tau.tadi minta gue beliin pembal*t sekarang pembal*tnya sudah ada bukannya dipakai mala mau pinjem jaket.lo kenapa sih ? Mau ngerjain gue yah ?"ucapnya dengan nada yang terdengar agak sedikit kesal.
Melia menggigit bibir nya lagi karena dia juga kesal dengan sikap kenzo yang selalu banyak tanya.bukannya buruan mala ngajak debat mulu.
"gue butuh jaket untuk nutupin rok gue ken"ucap melia menjelaskan karena tidak mau berdebat lebih lama lagi.
"emang roknya kenapa lagi ? Sobek ? Kotor ?atau apa ? Tanya kenzo yang memang tidak tahu apa apa.
"ada dar*hnya"ucap melia lirih
"what ???
.
__ADS_1
.