
Rey menatap dalam Marissa setelah mereka saling mengungkapkan perasaan mereka berdua.
cup
Rey tiba tiba mengecup kilas bibir Marissa.
marissa tersenyum manis setalah Rey melepas ciumannya.
"cuma kau yg berhasil masuk menerobos hatiku yg dingin tak tersentuh" ucap Rey romantis didepan wajah Marissa
Marissa yg mendengar ucapan Rey tersipu malu menundukkan kepalanya.
Rey menarik dagu Marissa sehingga membuat Marissa mendongak kan kepalanya kembali bertatap mata dengan Rey yg sudah terseyum manis.
cup
sekali lagi ciuman kilas didaratkan ke bibir Marissa.
"sayang ku apakah tubuh ini milik ku" tanya Rey sambil tangannya bergerak menelusuri tubuh Marissa dari atas sampai bawah
marissa yg Merasa geli karena tubuhnya seolah disapu halus oleh tangan kekar dan besar milik Rey mengeluarkan desahan seksinya.
"emmmhh" desahan itu keluar dari mulut indah Marissa , Rey tersenyum puas mendengar Marissa mengeluarkan desahan nya
Rey menghentikan gerakan tangan liar nya ditubuh Marissa.
"marissa ?" panggil Rey dengan suaranya yg sangat seksi didengar oleh Marissa.
"ya" jawab Marissa dengan suara yg lembut disela sela dirinya mengatur nafasnya yg tersengal karena ulah Rey barusan.
__ADS_1
Rey seakan terhanyut karena suara yg dikeluarkan Marissa membuat dirinya gagal ingin menggoda Marissa malah sebaliknya dialah yg tergoda hanya karena suara Marissa
padahal dua orang yg saling jatuh cinta ini sudah saling tergoda karena suara dari masing masing orang yg mereka cintai.
"apakah aku orang pertama yg kamu cintai?" tanya Rey pada Marissa yg sedang melihat kearahnya.
marissa mengganguk dan Rey tersenyum lebar mendapat jawaban dari Marissa.
Rey bangkit dari posisinya dan menarik Marissa agar posisinya sama dengan dirinya.
marissa duduk dipangkuan Rey
Rey memangku Marissa sambil memeluk pinggang Marissa.
Rey menatap Marissa.
"kenapa melihat ku seperti itu jangan melihat ku seperti itu" ucap Marissa dengan tangan nya bergerak menutup mata Rey.
Rey memegang tangan Marissa yg berada dimatanya dan menurunkan nya
"kamu malu aku liat seperti itu aku baru liat wajahmu Lo gimana yg didalam sini" goda Rey sambil menunjuk arah baju Merissa.
Merissa mendelikkan matanya lebar lebar tak percaya dengan apa yg dikatakan Rey
marissa memukul lengan Rey
Rey meringis sakit "awww" ucap Rey yg mendapatkan ejekan dari Marissa
"kata nya komandan masa dipukul gitu aja sakit " ucap Marissa yang kini mencubit perut kekar Rey.
__ADS_1
"ya kalau yg nyubit orang nya kayak kamu aku lemah Lo" ucap Rey mengedipkan satu matanya dan mencubit pipi Marissa
Marissa masih menunjukkan muka datarnya saat Rey mencubit kedua pipinya.rey yg melihat pun semakin gemas dibuatnya.
cup
cup
cup
berkali kali Rey mencium Marissa. dan Marissa tersenyum lebar dan mengalungkan tangannya di leher Rey.
marissa mencium kening Rey yg sejajar dengan mulutnya
"muaahh" bunyi ciuman Marissa.
"kamu jangan menggodaku deh nanti aku gak tahan kamu mau tanggung jawab emangnya" tanya Rey dengan nada yg sedih dibuat buat.
marissa yg mendengar ucapan Rey pun tertawa sampai mengeluarkan air mata diujung matanya melihat itu Rey memeluk erat tubuh Marissa dan dibalas Marissa dengan lebih erat.
****
sementara diluar kamar Rey dan Marissa tuan El Paso baru saja datang hendak melihat anak dan menantunya itu.
"tu tuan besar ada perlu dengan tuan muda Rey" tanya kepala pelayan yg terkejut melihat Tuan besar baru saja datang pasalnya Rey dan Marissa tengah bercumbu jika diganggu kepala pelayan tak tau apa yg akan dilakukan tuan mudanya itu padanya.
"emm dimana anak dan menantu ku apakah mereka masih belum bangun juga" tanya tuan El Paso seraya menyapu pandangan mencari dua manusia itu.
tuan El Paso tak mendapati dua manusia yg dicarinya dibawah langkahnya dengan cepat melangkah ke arah anak tangga kepala pelayan yg melihat dengan cepat menghadang.tuan El Paso mengerutkan dahinya bingung.
__ADS_1
"ma maaf kan saya tuan tapi tuan muda dan nyonya muda sedang....itu emm aduh gimana ngomong nya yatuan emm itu mereka sedang sibuk" kepala pelayan menjelaskan dengan wajah yg sudah memerah pasalnya diapun malu menjelaskan nya.
tuan El Paso yg mendengar penjelasan kepala pelayan mengurungkan niatnya untuk naik menghampiri anak dan menantunya.