Hey! My Heart Is Yours My Police

Hey! My Heart Is Yours My Police
TWENTY-EIGHT


__ADS_3

Ceklek


Pintu dibuka Marissa dengan hati-hati, pengelihatan pertama yang dilihatnya adalah ruangan gelap dengan cahaya matahari yang masuk dari beberapa jendela yang terbuka sedikit.


Pandangan kosong Rey menusuk hati Marissa, rasanya dia ingin menangis. perlahan pintu ditutup kembali dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi.


Marissa berjalan kearah Rey, berdiri dibelakang Rey yang masih melamun.


Rey tersentak saat ada tangan yang melingkar di bahunya lewat belakang, wangi bunga lili yang menguat di Indra penciuman nya membuatnya tau siapa yang memeluk nya saat ini.


Marissa meneggelam kan wajahnya di ceruk leher Rey dan menghirup aroma musk yang selalu membuatnya candu itu. Rey mengusap tangan Marissa yang melingkar di bahunya, dengan gerakkan halus dia melepaskan tangan itu, membuat Marissa mau tidak mau melepaskan pelukannya dan berdiri yang diikuti Rey yang berdiri menghadap dirinya.


Marissa menunduk, dia tidak sanggup melihat mata sedih itu, dia takut air matanya jatuh, nafasnya memburu seiring dia mengaturnya agar tidak menangis, rasanya semakin sakit saat dia ingin menangis tapi harus di tahan.


Tangan Rey bergerak merangkum wajah Marissa, memandang dalam wajah mungil itu, mata yang terlihat berkaca-kaca.


" Masih marah dengan ku " Suara lembut Rey yang mampu menumpahkan air mata yang tadi sudah menumpuk di pelupuk matanya jatuh di pipinya, Marissa menggeleng pelan, suara isakan mulai terdengar dari bibir Marissa, Rey terseyum kecil merengkuh tubuh Marissa untuk di dekap olehnya, menyalurkan rasa hangat dan menenangkan untuk Marissa.


Suara tangis yang tadi hanya isakan kini pecah terendam dada bidang Rey, Marissa membalas pelukan Rey sangat erat bahkan hampir meremukkan pinggang Rey, tapi Rey tidak mempermasalahkan nya.


Rey mengelus punggung Marissa yang masih terlihat bergetar itu, menciumi puncak kepala Marissa berkali kali.


Nyaman satu rasa itu yang kini melingkupi Marissa, dia sudah rindu berat dengan suaminya, karena kesalahpahaman sialan itu dia jadi harus menunda acara pelukkan penuh haru ini.


Rey melonggarkan pelukannya tanpa melepasnya, lagi-lagi dia merangkum wajah Marissa yang sudah basah oleh air mata perencanaan itu.


" Aku minta maaf say--" Kata-kata Rey harus berhenti " Aku yang salah paham, " Marissa lebih dulu memotong nya.


" Jadi, apa kita sudah baikan " Bukan, itu bukan Rey, melainkan suara Marissa , Rey menaikkan alisnya dan terseyum.


" Aku tidak pernah memusuhi mu " Kemudian dengan mesranya Rey mencium sekilas bibir Marissa, bibir yang dirindukan nya.


" Emm....sudah siang sayang, waktunya makan, baby harus makan " ucap Rey seraya melihat jam yang melingkar indah di pergelangan tangan kirinya.

__ADS_1


" Tapi aku tidak ber-selera Rey " Rengek Marissa, Rey terkekeh geli melihatnya, mode manja seperti anak kecil Marissa sudah kembali.


Mengingat anak kecil, bukankah Marissa memang masih bisa dibilang anak kecil umur yang belum genap 20 tahun, serta tubuh kecil mungilnya. Jika dipikir-pikir mereka akan menjadi orang tua muda.


" kurasa tidak buruk , aku menjadi hot Daddy dan istriku hot Mommy"


" Tapi baby kita butuh makan sayang. " perlahan Marissa mengangguk walaupun samar, senyum terbit dibibir Rey.


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


Kehamilan pertama ini membuat Rey cukup repot, keadaan emosi Marissa yang berubah ubah, membuat harus memiliki ekstrak kesabaran yang banyak.


Permintaan yang cukup aneh bagi Rey, ingat kan Rey selalu saat usia kandungan Marissa memasuki bulan ke-tiga ngidam pertama Marissa yang mampu mengeruk habis kesabaran Rey yang berakhir membentak Marissa dan tentunya mendapatkan hadiah tangisan Marissa dan Rey yang diusir dari kamarnya. Aksi merajuk Marissa bahkan sampai seminggu, dari sini Rey belajar, bencana, jika tidak menuruti kemauan ibu hamil !!!


Aneh bagi Rey, tapi tidak aneh bagi Marissa, dia hanya meminta Rey memakai bikini miliknya dan berfoto, apa susahnya. Hey Marissa suamimu itu orang yang dikenal dunia sebagai pebisnis nomor satu dan jangan lupa prestasi yang dia torehkan di dunia kepolisian.


_-_+_-


Siang ini Marissa didalam kamar sendiri, Rey dari pagi sudah berangkat ke perusahaan. Marissa menonton tayangan televisi yang menayangkan makanan terenak nomor satu dunia.


Marissa mengambil ponselnya dan mencari nama yang tertera paling atas dikontaknya


" My Husband " kontak seseorang yang sudah ditandai nya sebagai kontak favorit.


" Hallo Rey " ucap Marissa setelah bunyi penghubung itu berhenti digantikan suara Rey.


" kenapa sayang "


" Reeeyyy....aku ingin sesuatu" Disana Rey menelan Saliva nya yang terasa susah. Sudah lama istrinya tidak meminta sesuatu setelah yang terakhir saat usia kandungan Marissa 5 bulan. Ya Rey masih ada trauma tersendiri saat ngidam Marissa yang pertama. Tapi setelah itu tidak ada lagi permintaan aneh aneh, ya walaupun setiap kali Marissa mengatakan dia ingin Rey harus melawan rasa takutnya. hahaha.


" ingin ekhhmm apa sayang " Sudah dibilang kan , bahkan suara Rey saja tercekat seperti itu.


" Bisakah, bisakah kau pulang sekarang" Alis Rey menukik tajam, menandakan dia bingung, sekaligus berfikir. Apakah permintaan Marissa hanya ingin dia pulang. oke jangan ke-geer-an dulu.

__ADS_1


" Memangnya kenapa " Ini adalah hal yang bisa membuat emosi Marissa muncul, ditanya malah balik bertanya.


" Bisakah " Oke kata katanya sudah ditekan seperti ini , Rey tidak akan bisa menolak.


" Baiklah " Marissa memekik kegirangan, disambut kekehan Rey disana.


" Sampai ketemu dirumah , aku mencintaimu " Rey terseyum.


" Aku lebih mencintaimu" setelah mendengar itu Marissa memutuskan sambungan telepon nya. Duduk diatas ranjang dengan senyum yang begitu mengembang.


Berapa lama? nyatanya cukup lama, menunggu hampir satu jam barulah batang hidung Rey muncul, tapi Marissa masih menyambutnya dengan senyum, senyum yang begitu mengerikan Dimata Rey.


" Mandi dulu Rey " Rey hanya bisa mengangguk, dorongan Marissa, membuatnya tidak bisa protes.


30 menit waktu yang cukuplah untuk Rey, dia keluar dengan sudah berpakaian lengkap, kaos putih serta celana training hitam berlogo huruf C yang saling memunggungi.


tidak mendapatkan Marissa didalam sana, Rey keluar menuju lantai satu, yah, seperti tebakan nya Marissa berada di dapur.



Rey datang memeluk Marissa dari belakang.


" Sudah selesai " Rey mengangguk dibalik Marissa.


" Ingin apa ? "


" Rendang " Rey tidak bodoh, itu makanan yang sudah terkenal karena cita rasanya, tapi dimana dia akan mendapatkan itu di Kanada, oh ayolah apakah dia harus terbang ke negara asal makanan itu? Jawaban harus ! jika dia tidak ingin diungsikan lagi.


•


•


•

__ADS_1


FOLLOW INSTAGRAM KU _nns14


DAN FOLLOW AKUN ******* KU @nilnilnilnilnilnil


__ADS_2