
sudah hampir seminggu ini hubungan antara Rey dan Marissa semakin menghangat dari malam dimana Marissa sudah menyerahkan seluruh hidupnya ke Rey suaminya.
dan Rey merasa senang dengan Marissa.
semenjak menyentuh Marissa Rey tak pernah lagi yg namanya bermain perempuan rasanya Marissa sudah lebih lebih dari cukup.
Marissa membuatnya tak ingin menyentuh perempuan manapun lagi selain Marissa.
Marissa membuatnya takjub ,Marissa membuat nya merasa menjadi laki laki paling bahagia, Marissa membuatnya selalu tak tenang saat berada jauh, Marissa membuatnya merasa pencapaian hidupnya sudah sangat sempurna.
ayah Rey pun merasa sangat bahagia dengan perubahan rumah tangga Rey dan Marissa.
saat ini Rey sedang bertugas untuk menangkap para penyelundup mobil mobil sports secara ilegal.
berada didalam helikopter untuk mengintai sebuah kapal besar yg sedang berlayar dengan santainya di tengah laut.
dengan aba aba dari Rey seluruh pasukan yg berada di dalam helikopter lainnya mengambil ancang-ancang untuk mendekat ke arah kapal agar lebih mudah untuk turun ke dalam kapal.
kini Rey sudah mendarat tepat di bagian nahkoda kapal. meringkuk nahkoda kapal yg juga pasrah pasalnya Rey yg dilihatnya yg terkenal dengan berbagai macam berita yg membuatnya terkenal karena kecekatan dan kekejamannya memburu para penjahat kriminal.
sebagai komandan Rey sudah menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk mengumpulkan semua penjahat ke tengah kapal.
dan menyuruh seorang anggota polisi yg pandai mengendarai kapal untuk membawa ke dermaga yg tak jauh dari mereka saat ini.
__ADS_1
_________
di rumah Marissa duduk dengan wajah kesalnya.
saat pagi dirinya terbangun dan tak menemukan Rey di dalam kamar saat bertamu pada Jack, jawaban Jack membuat Marissa kesal dengan suaminya.
pergi tugas gak bilang ke istri malah ditinggal tidur huh siapa yg tidak kesal. umpatan demi umpatan terlontar dari bibir Marissa.
hingga sore datang Rey belum juga pulang.
" awas aja pulang pulang minta jatah !!! gak akan aku kasih, liat aja biar tau rasa!! siapa suruh pergi gak pamit! padahal tadi malam juga banyak waktu " Marissa mencibir Rey di balkon kamarnya dengan sesekali mencecap jus Orange yg di ambilnya di bawah tadi.
" Rey sialan " " kok aku dibilang sialan si" Marissa diam mematung tak berapa lama dirinya mendengus kesal
" kamu gak halusinasi kok aku pulang" ucap Rey yg sudah dibelakang Marissa dengan memeluk bahunya.
Marissa hanya memasang wajah cemberut padahal hatinya senang saat aku dirinya tak halusinasi. tapi mau gimana lagi,Marissa kan gengsi gitu loh.
" sun sayang" ujar Rey memajukan bibirnya yg masih berdiri dibelakang Marissa.
" minta sun sama anggota polisi sana" Rey yg tau kekesalan Marissa pun berniat menjahilinya.
Rey berdiri melepaskan pelukannya nya, jujur walaupun gak rela, tapi demi menjahili sang istri yg sedang kesal mau tidak mau harus mau .
__ADS_1
" ya sudah aku minta sun aja sama ibu ibu polwan yg cantik disana" Marissa melongo mendengar
"jahat banget gak tau apa orang lagi ngambek" tapi tidak semudah itu Marissa menyerah
" ya..ya udah sana minta sama polwan genit " ketus Marissa dan tak sampai sedetik wajah yg tadi penuh emosi saat mengatakan itu berubah menjadi sedih menahan tangis Seperti anak kecil.
" oke by sayang" ucap Rey dengan penekanan di akhir kalimat nya.
Marissa tak menjawab karena berusaha menahan tangis nya agar tak pecah.
"cekrek" suara Lindu dibuka setelahnya ditutup membuat tangis Marissa tak tertahankan lagi.
pecahlah sudah
" huaaaaaaa eeeeee dasar ******** laknat brengsek ******* gak punya ot*k huuu " segala umpatan keluar dari mulut Marissa di tengah tengah tangisnya yg semakin kencang.
Rey yg berpura-pura keluar hanya bisa menahan tawanya agar tidak pecah.
dimana Rey? ya di balik lemari disamping kaca jendela dekat Marissa tengah duduk saat ini.
sebenarnya hati Rey ikutan sakit saat tangis Marissa semakin kencang yg selalu diselingi dengan umpatan itu. tapi mau gimana lagi menjahili istrinya adalah satu kesenangan untuknya.
__ADS_1