
Senin, seperti biasa nya, Marissa akan bangun terlebih dahulu, mandi dan akan memasak sarapan, biar pun hanya roti bakar atau pun panggang, dan terkadang sandwich juga, dan hari ini Marissa akan membuat sandwich.
Marissa membuka kulkas dan mencari bahan bahan yang diperlukan. Memotong sayuran seperti daun selada, tomat dan timun, Sementara itu , kompor disamping nya menyala sedang mengukus wortel dan kentang yang akan dihaluskan dan dibuat bubur untuk baby Asta.
Cukup lama hingga bubur untuk baby Asta selesai.
" Jess " Panggil Marissa. Jess berlalu menghampiri Marissa yang berada didapur.
" Seperti biasa ya Jess " pelayan itu mengangguk, dia sudah tau , dia harus menghidangkan makanan itu sebelum semua anggota turun.
Sementara Marissa dia kembali kekamar dan seperti hari biasanya, suaminya sudah tidak ada di atas ranjang, suara gemercik air yang terdengar cukup membuat Marissa tau, suaminya sedang mandi, dan ohh, baby Asta tidak ada.
" Dasar " Marissa memilih menyiapkan baju kantor Rey, kemeja biru muda dengan jas dan celananya berwarna biru gelap. Dan keperluan baby Asta juga.
Pintu kamar mandi terbuka dan benarkan baby Asta yang juga ikut keluar dari sana di gendongan Rey.
Marissa mengambil alih baby Asta. Meletakkan baby Asta di atas ranjang dan mengeringkan tubuh baby Asta. Mengusap nya dengan lembut agar tidak menyakiti baby Asta.
Setelah nya Marissa memakai kan minyak baby, supaya baby Asta tetap merasa hangat di pagi ini. Setelah nya memakai kan baju yang tadi dipilihnya, baju bayi dengan warna baby pink.
Marissa meletakkan baby Asta kedalam box bayi, dan membereskan handuk yang di pakai baby Asta dan Rey tadi.
Dia menghampiri Rey setelah mengambil dasi dengan warna senada dengan kemeja Rey. Behubung tubuh Marissa yang mungil jadi setiap kali Marissa memakai kan dasi Rey akan langsung mengangkat Marissa seperti bayi koala.
▪️▪️▪️▪️▪️
Seminggu berlalu dengan sangat cepat, tepat hari ini usia baby Asta menginjak delapan bulan.
Dan jangan lupa, hari ini akan ada foto shoot yang akan baby Asta lakukan. Pagi sekali mansion sudah disibukkan dengan mendekorasi ruangan kecil yang akan dijadikan tempat baby Asta untuk mengambil foto.
Sekitar jam 10 saat keluarga El itu selesai makan, Marissa diminta mengganti baju baby Asta, dengan didandani layaknya seorang putri. jepretan kamera berulang kali dilakukan saat baby Asta yang terlihat rewel hari ini.
Salah satu jepretan nya ya reader's
Marissa dikejutkan dengan pembawa gaun, yang menyuruh Marissa untuk berganti pakaian juga bersama baby Asta.
Kali ini foto akan di lakukan di taman mansion. Rey hanya melihat , dan sesekali ikut berfoto dengan baby Asta.
Saat di taman salah satu foto dengan posisi terbaik menarik perhatian Rey, foto ini akan dicetak dengan ukuran yang besar supaya memenuhi ruang tamu, pikir Rey.
Dua wanita cantik yang hadir dihidup nya. Yang mewarnai hari-hari nya. Yang membuatnya merasa wanita tidak sekejam ibu kandungnya. Masih ada wanita yang baik, seperti malaikat, istrinya. Dia berharap kelak putrinya mewarisi sifat Marissa, perempuan terbaik yang pernah dikenalnya. Rey menatap keduanya penuh cinta di sofa ruang tamu depan tv. beberapa jam yang lalu kegiatan itu sudah selesai, dan sekarang mereka sedang duduk di sofa setelah makan siang.
"Sayang ? " panggil Rey ,Marissa menoleh dengan masih menimang bayi Asta.
" Kenapa ?" bukannya menjawab, Rey malah mencium kening dan memberi kecupan manis di bibir Marissa.
__ADS_1
" Aku begitu bersyukur memiliki kamu, aku berterima kasih pada papa yang menjodohkan kita " Rey memeluk Marissa dengan rasa ganjalan yang ditimbulkannya baby Asta, yang sedang sibuk melihat Mommy dan Daddy nya bergantian dengan wajah polosnya.
Ngomong-ngomong soal El Paso, papa Rey, laki laki senja itu, memilih tingga di Paris, menikmati masa tuanya, dia pernah balik ke Kanada saat usia baby Asta 3 bulan dan 5 bulan, dan itu berlangsung hanya seminggu, karena El Paso lebih nyaman di Paris, sebagai anak Rey hanya bisa memberi kan izin walaupun berat hati. Dan dua bulan terakhir ini Rey yang selalu mengunjungi El Paso ke Paris. Tentunya tidak membawa Marissa dan baby Asta.
" Aku ingin sekali, saat baby Asta satu tahun papa ada disini " Kata Marissa sendu.
" Aku akan coba membujuk papa "
Lama terdiam ketiga nya hanyut dengan pelukkan hangat itu.
" My " Marissa dan Rey tersentak dan saling Padang, kemudian pandangan mereka turun ke baby Asta yang mengoceh.
" My--my--my " merasa sangat senang, Marissa sampai menitikkan air mata bahagia, kata pertama anaknya adalan my yang kemungkinan itu untuk Mommy.
Rey menimang-nimang baby Asta, melemparkan nya ke udara kemudian menangkap nya lagi.
" Anak Daddy udah bisa bilang Mommy, iya ? " baby Asta hanya tertawa dan sesekali mengucapkan kata kata itu lagi, Rey meletakkan baby Asta di gendongan tangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa Marissa yang masih menangis bahagia.
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
3 tahun kemudian.
14 February adalah hari dimana baby Asta lahir, oh tunggu, dia bukan baby Asta lagi sekarang . Rey memanggil Asta dengan Princess Asta sejak umur anak itu dua tahun.
Iya, dihari ulang tahun yang pertama El Paso datang tanpa disuruh Rey. Dia datang dua hari sebelum baby Asta ulang tahun. Dan hari itu lagi lagi baby Asta di foto untuk memenuhi album dirinya.
Dan hari ini tepat usia Asta menginjak usia 3 tahun. Berbicaranya sudah lancar walaupun terdengar lucu karena lidahnya yang cadel.
Kali ini konsep ulang tahun yang diminta Asta sangatlah lucu, anaknya itu meminta acara minum teh di kebun layaknya Barbie yang ditontonnya. Dan permintaan Asta yang mengharuskan Rey menggunakan baju Tugas.
Baby Asta yang sudah siap dengan gaun putih dan bando yang terbuat dari dedaunan palsu terlihat sudah cantik dan duduk di kursi yang sudah didekor beserta dengan meja dan hidangan teh-tehan nya.
Marissa juga sudah duduk didepannya, mendengakan Asta berbicara , anaknya itu sedang mengoceh tentang hal-hal baru yang diketahuinya
Baby Asta tumbuh menjadi sosok gadis yang ceria, dan cerewet.
Rey datang dengan pakaian yang sudah disiapkan Marissa datang dari arah belakang Asta, dan mencium kepala putri nya itu.
Baby Asta mendongak, melihat Rey yang terseyum dia ikut terseyum.
" Selamat ulang tahun princess nya Daddy" Asta berdiri di atas kursi dan langsung memeluk Rey yang masih berdiri di Belakang kursinya.
" Daddy " dan ya Rey menyambut pelukkan anaknya itu.
__ADS_1
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
4 TAHUN KEMUDIAN.
" DADDY, KAKAK JAHAT SAMA BUL-BUL " Anak kecil yang mengadu dengan teriaknya itu, membuat Rey yang sedari tadi memperhatikan nya tertawa terbahak-bahak.
Menjadi kesenangan tersendiri bagi Rey maupun Asta , saat anak kecil berusia 3 tahun itu marah dan mengadu, wajahnya terlihat lucu. Marissa hanya bisa geleng-geleng kepala, sungguh anak dan Daddy sama saja.
" DADDY JUGA JAHAT" Pekik anak itu.
" Mommy " Rengeknya pada Marissa yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Kenapa sayang? "
" Daddy sama kakak jahat my " adunya.
" Kamu lucu tau " balas Asta.
" my, bul-bul kayak badut engga my ? " Marissa menggeleng.
" Kamu cantik " kata Marissa.
" Tapi kata kakak sama Daddy bul-bul gendut Mommy, kayak badut "
" Enggak sayang, anak Daddy cantik semua kok, tidak ada yang seperti badut. Bul-bul itu menggemaskan bukan gendut. " Kata Rey menimpali nya, Asta juga sudah menghampiri adiknya itu.
bul-bul sudah diam saat mendengar itu dari mulut Daddy nya. sampai-
" bul-bul tetap adiknya kakak Asta biarpun bul-bul gendut " Wajah terkejut bul-bul membuat Marissa ,Rey dan juga Asta tertawa.
**Nama yang ini masih dirahasiakan ya
E.N.D
Nantikan kisah kedua anak Rey dan Marissa. Dengan judul
" Two Star's** "
•
•
•
FOLLOW INSTAGRAM KU _nns14
DAN FOLLOW AKUN ******* KU @nilnilnilnilnilnil
__ADS_1