
Marissa yg bingung melihat ekspresi wajah Rey yg tadinya tertawa melihat marissa seketika terdiam saat marissa berada didepannya dengan sejuta ocehannya.
ocehannya berhenti saat melihat wajah Rey memerah
"kakak sakit" tanya Marissa pada Rey yg masih terpaku didepannya.
Rey masih terpaku memandang Marissa bagaimana tidak pagi ini dia melihat sesuatu yg tak asing baginya tapi rasa yg dirasakan nya saat sekian detik melihatnya.ya tubuh marissa terlihat transparan dibalik baju tidur tipisnya ditambah lagi sudah basah akibat diceburkannya Marissa kedalam bathtub.
Rey menelan salivanya berat dan matanya tak berkedip memandang pemandangan yg super indah
menyadari dengan ekspresi dan kelakuan Rey yg melihat nya seakan melihat mangsa lantas Marissa melihat kearah dimana Rey sedang melihat serta melotot kearah itu
"ahhhh"jerit Marissa reflek langsung jongkok dan melipat tangannya di depan dadanya.
rey tersadar seketika mendengar teriakkan Marissa yg melengking memekakkan telinga Rey langsung menutup kupingnya
"dasar mesum,********,fiktor, keparat" umpat Marissa kepada Rey yg semakin menutup kupingnya karena umpatan yg disertai dengan teriakkan dari mulut kecil Marissa.
"apa sih biasa aja kali santai akukan suami mu gak usah lebay deh" dengan santuy nya Rey mengatakan nya didepan Marissa.
"pergi sana polisi mesum" usir Marissa sambil menolak kaki Rey kearah pintu sedang kan Marissa masih diposisi jongkok nya mengusir Rey.
__ADS_1
"tadi katanya mau mandi" tanya Rey dengan santainya
"iya tapi kakak keluar dulu"pekik Marissa lagi pada Rey yg tak kunjung bergerak ke arah pintu keluar
"oh bukannya mau aku mandiin ?" tanya Rey dengan menjongkok kan badannya agar sejajar dengan Marissa.
mendengar ucapan Rey serta gerakkan Rey kearahnya membuat Marissa bergidik ngeri
sontak saat tubuh Rey sudah sejajar dengan Marissa seakan Dewi Fortuna sedang berbaik hati dengan Rey kaki Marissa seketika melemas dan jatuh terduduk didepan Rey yg semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Marissa.
Marissa yg merasa makin terpojok dan merinding dengan keadaanya saat ini Marissa memilih memejamkan matanya dari pada harus bertatap muka sedekat itu dengan Rey
"hey jantung apa kabar kalian jangan berdetak terlalu keras jangan buat aku malu didepan polisi mesum ini" batin Marissa yg sedang berbicara dengan jantungnya sendiri.
degdegdeg
"mati jantung sendiri pun gak bisa diajak kompromi" gerutu Marissa pada dirinya sendiri.
Rey yg melihat ekspresi Marissa tersenyum tipis dengan penuh kemenangan.
Rey mendekatkan wajahnya ke arah telinga Marissa.
__ADS_1
"makanya jangan menggodaku dengan desahan mu yg seksi ditambah lagi baju tidur yg tipis,kalau kamu melakukan nya lagi aku akan langsung menerkam habis kamu" ucap Rey yg langsung meninggalkan Marissa dengan ekspresi barunya.
Marissa yg mendengar perkataan Rey sontak langsung membuka matanya lebar lebar dan bergidik ngeri seketika mendengar 3 kata terakhir dari Rey "menerkam habis kami"
Marissa menelan berat salivanya.
"gila tidak bener bener gila tuh polisi komandan apaan tuh kayak gitu mesum banget" ucap Marissa sambil berdiri dengan kaki bergetar.
******
Rey sudah berada dibawah sedang menyantap sarapan nya dengan para pelayan yg mendampingi sedangkan Marissa baru saja turun dari tangga terakhir nya dan langsung kemeja makan
selama makan berlangsung tak ada suara apa pun selain suara dentingan alat alat makan
Rey sedari tadi melihat Marissa menunduk tak mengangkat kepalanya
"apa tidak sakit terus menunduk seperti itu?"tanya Rey datar
Marissa hanya menggeleng.
"kau kenapa?apa kau sakit?perlu aku bawa kerumah sakit?atau aku panggil dokter saj__"belum selesai Rey bertanya pada Marissa Perkataan nya langsung dipotong saka Marissa yg sudah mulai kesel.
__ADS_1
"diamlah aku sudah malu karena kau"teriak Marissa dan beranjak pergi meninggalkan Rey yg tertawa puas.