
masih di posisinya dengan sesekali melirik Marissa yg kini sudah mereda tangis nya tapi masih sengugukan.
" salah apa Marissa hikss Marissa kan cuma kesel dia pergi enggak bilang hikss dan sekarang dia pergi lagi minta sun sama polwan aaaaaaaa" kembali lagi menangis saat Marissa kembali mengingat suaminya pergi minta sun sama polwan.
Rey semakin gemas melihatnya.
sudah, runtuh sudah pertahanan Rey melihat Marissa kembali menangis semakin kencang.
dengan langkah perlahan tapi pasti, Rey mendekati Marissa yg menangis dengan menekuk lututnya dan meletakkan wajahnya disana.
Rey memeluk tubuh Marissa dari depan dengan posisinya yg setengah jongkok.
" hey ssstt sudah nangisnya aku tidak kemana mana sayang" ucap Rey yg ingin menenangkan Marissa seraya mengelus punggung belakang tubuh Marissa.
bukannya mereda malah semakin kencang nangisnya. hingga penyesalan dan rasa bersalah hinggap di dada Rey,sesak rasanya.
"bagaimana ini aku salah tuhan buat dia berhenti menangis, aku mohon aku juga sesak melihatnya tak henti menangis" mohon Rey pada Tuhan.
" sudah sayang aku minta maaf oke,ayolah jangan nangis lagi dada ku sakit mendengar suara tangis mu hum?"
__ADS_1
mendengar ucapan suaminya barusan membuat Marissa mengangkat kepalanya dan menatap Rey yg tengah menatapnya juga .
wajah sembab yg di penuhi air mata,hidung merah, hingga mata yg mempunyai kantong mata yg sudah membengkak,ingin rasanya Rey tertawa, namun saat melihat bibir Marissa yg berkedut seperti bayi yg menahan tangisnya,kembali lagi mengingat Marissa yg menangis dan membuat hatinya sakit niat untuk tertawa di tahan oleh Rey dan tangannya tergerak untuk menghapus air mata yg sudah kembali menetes di pipi mulusnya.
" maaf kan aku, sudah berhenti aku tidak akan Minta sun dengan polwan oke" lama Marissa terdiam dengan mata yg menatap dalam Rey hingga akhir nya anggukan samar di berikan Marissa.
Rey kembali memeluk lembut tubuh Marissa.
" tadi kau kemana" tanya Marissa di dada bidang Rey membuat suaranya teredam disana.
" aku mendapat panggilan mendadak saat jam 03 pagi, sebagai komandan aku harus mengarahkan anggota ku" Marissa mengangguk paham dalam pelukkan Rey.
" iya"
" sengaja gak mau kasih aku sun "
"hmm" Rey tersenyum mendengar nya.
" sekarang mau tidak, kalau tidak aku min_" ucapan Rey terhenti saat Marissa sudah menempelkan bibirnya di bibir Rey.
__ADS_1
" udah kan jangan min_" kali ini perkataan Marissa yg terhenti akibat ciuman panas dari Rey.
setelah dirasakan mereka membutuhkan pasokan udara, Rey melepaskan pangutan bibirnya dengan Marissa.
" dengar bersama mu aku tidak pernah lagi menyentuh wanita manapun, rasanya hanya kau yg membuatku kecanduan atas dirimu" perkataan Rey barusan sukses membuat Marissa tersenyum malu.
" mulutmu sangat berbisa" Rey terkekeh mendengar nya kemudian memeluk tubuh kecil Marissa, merasakan kembali hangatnya tubuh Marissa.
" kau sudah mandi" Marissa mengangguk dalam pelukkan Rey
" mandi lagi yuk" ajak Rey,Marissa yg bingung pun mendorong pelan tubuh Rey dan menatap mata suaminya dengan wajah bertanya!
" aku sudah mandi! kau mau aku mandi berapa kali dalam sehari! nanti aku demam" ucapan ketus kembali dilayangkan Marissa
" is kau ini! sudah umur berapa tapi tidak paham juga! " Rey menyentil kening Marissa dengan gemas.
" tadi mandi! sekarang tanya umur ! kamu kenapa sih" polosnya Marissa membuat Rey tak tahan dan langsung membawa Marissa diatas pundaknya seperti mengangkat karung beras, Marissa hanya menjerit dan memukul tubuh bagian belakang Rey, dengan gemas Rey balik membalas dengan memukul pantat Marissa.
saat sampai di kamar mandi,saat dimana Rey sudah melepaskan seluruh pakaiannya,saat tangan Rey bergerak membuka seluruh pakaian Marissa,saat Rey sudah kembali membawanya ke bawah pancuran air shower disitulah Marissa baru sadar maksud "mandi" ajakan Rey
__ADS_1