
"apa apaan tadi itu hah?" suasana yg tadi hening kini dipecahkan dengan suara dari tuan El Paso yg bertanya kepada dua orang yg sedang duduk diam didepannya.
"kamu Rey (sambil menunjuk ke arah Rey) wajah apa yg kamu tunjukkan tadi di depan para tamu dan lagi tertawa lepas huh apa maksudmu? ingin mempermalukan papa didepan teman teman papa dan para kolega perusahaan iya?" tanya papa Rey dengan nada yg marah.
"tidak pa Rey tidak bermaksud seperti itu " jelas Rey pada papanya dengan nada yg begitu lembut dan halus.
"bisa lembut juga nih bapak polisi"batin Marissa.
"terus kenapa kamu tertawa Rey " tanya papa Rey dengan nada yg lemas
seketika mendengar nada bicara papanya Rey langsung mengangkat kepalanya yg sedari tadi menunduk begitupun dengan Marissa.
"pa, papa jangan salah paham pa tanya aja ni sama menantu papa dia yg buat Rey ketawa sampai seperti tadi pagi pa"kata Rey menjelaskan pada papanya sambil menatap tajam Marissa.
"hah....apa salahku kenapa jadi aku?" tanya Marisa dengan mata terbelalak lebar tanda tak percaya dengan perkataan Rey padanya
lagi lagi bertengkar dan ketika bertengkar mereka seakan kehilangan kendali sampai sampai tak memperdulikan lagi seseorang yg sedari tadi memandang kearah mereka berdua.
__ADS_1
seketika mereka tersadar saat suara papa Rey meminta kepada pelayan untuk membawa kan cambuk yg memang selalu dibawanya tapi tak pernah digunakan untuk apa pun dan Rey tau cambuk itu sangat lah tebal.
ketika mereka berdua terdiam tuan El Paso membatalkan suruhan membawa cambuknya itu dan menatap dua orang yg sudah terdiam bungkam itu.
"papa akan hukum kalian berdua " seketika perkataan itu membuat Rey dan Marisa kembali mendongak.
"pa tega banget sama anak sendiri papa mau hukum aku pakai cambuk emas papa ini kan malam pertama nya Rey" tanpa sadar Rey mengeluarkan kata kata yg membuat papa Rey senang tapi tidak dengan Marissa dia malah terlonjak kaget mendengar nya.
"malam pertama?aku baru sadar kalau malam ini adalah malam pertama untuk aku dan pria mesum ini.oh tuhan bagaimana ini.dan lihatlah paman ekspresi mu itu" batin Marissa dengan wajah yg sudah malu.
"bodoh bisa bisanya lagi kek begini malah ingat malam pertama.(mendongak kan kepalanya ke arah papanya) apa apaan ekspresi papa itu " batin Rey.
"hoho malam pertama ya (menyipitkan matanya dan melirik bergantian keduanya)."ucap ayah Rey menggoda kedua nya.dengan mimik wajah meledek.
"pa i itu ma maksudku itu emm..enghh..aduh.." ingin menjelaskan ke papa nya malah gugup.
sedangkan Marissa masih dalam keadaan nya terkejut dengan wajah sudah memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
******
"ahhhh" teriak Marissa yg mendapat kan dorongan dari Rey dan jatuh diatas rajang besar milik Rey.
"apa yg kakak Rey lakukan enyahlah pergi dari atas tubuhku"teriak Marissa sambil berusaha melepaskan diri dari Rey.
"sstt diamlah bocah"kata Rey sambil menutup mulut Marissa dan matanya memandang ke arah pintu.
kembali menatap Marissa
dan melepas tangan nya dari mulut Marissa.
"hah hah hah kakak ingin membunuhku hah" tanya Marissa sedikit agak pelan karena melihat Rey yg gelisah melihat kearah pintu.
"dengar ya bocah aku tidak akan menyentuhmu.dengarkan aku kau tau cara mendesah"tanya Rey dan mendapatkan anggukan dari Marissa yg masih bingung dengan ucapan Rey padanya.
"bagus (mengacung kan jempolnya) kalau begitu mulailah mendesah sambil menyebut namaku"
__ADS_1