
pagi datang dengan matahari yang bersinar cerah, Marissa membuka matanya, rasanya badannya sakit semua saat dia menarik keatas tangannya untuk merenggangkan tubuhnya, ini bukan yg pertama, tapi kenapa rasa sakitnya lebih parah dari yg pertama? Rey gagahnya keterlaluan!!!
" bahkan dia sudah tidak ada sekarang!" Marissa hanya bisa merutuki Rey yg lagi lagi tidak ada saat dia bangun, tapi catatan kecil diujung meja membuatnya tersenyum.
sayang,jangan merindukan aku :) aku harus kekantor papa,jangan lupa makan ya, dari suami mu tercinta
~***El Reynolds* 🖤**
Marissa bangkit dengan selimut menutupi tubuhnya, ia harus segera menyegarkan dirinya sebelum sarapan.
****
El Group
"pa kenapa tiba tiba ingin pergi ke Paris?"
" Rey, papa hanya ingin berlibur,menghabiskan masa tua papa untuk bersenang senang, ya , ayolah"
" pa, ini bukan seperti papa, papa tidak menutupi apapun dari Rey kan" selidiknya, pasalnya sang papa tidak pernah ingin meminta liburan, bahkan Rey sering kali mengajak papa ketika bertugas di luar negaranya,tapi papa selalu menolak, ini tiba tiba saja dia meminta, bagaimana mungkin Rey tidak heran.
" tsk, kau mau melawan papamu"
" astaga papa, Rey tidak melawan,Rey hanya ingin tau pa" . " hey! apa kau tuli? aku sudah mengatakan alasannya padamu anakku!" habis sudah kesabarannya menghadapi Rey yg bawel mode on.
" hah,baiklah, ada syaratnya"
" senang sekali menyusahkan papamu ini Rey" Rey hanya tertawa rendah melihat papa nya yg mulai kesal.
__ADS_1
" yasudah kalau ti_" .. "apa syarat nya" potong papa, Rey terseyum penuh kemenangan.
" biarkan salah satu orang ku bersama papa, supaya aku tau papa disana aman atau tidak berliburnya" El Paso terdiam mendengar syarat dari anaknya, bukan tidak ingin, tapi kalau orang anaknya ikut dia tidak akan bisa menjalani pengobatan secara diam diam...tapi El Paso tetaplah El Paso bagaimana pun anaknya menjaga dan mengkhawatirkan nya,dia yakin orang suruhan anaknya tidak akan melaporkan hal yg sesungguhnya yg akan membuat anaknya khawatir, apalagi posisi dia diatas anaknya, jadi memalsukan laporan demi kebaikan bersama tidak Masalah bukan? maka dari itu El Paso menyetujui nya.
*****
siang ini Rey harus pergi keluar perusahaan karna rapat yang tertunda tadi pagi karna kedatangan sang papa yg tiba tiba.
jadi disinilah dia sekarang, di restoran yg cukup terkenal di Kanada, didalam ruang VVIP.
rekan bisnis yg datang dari Korea ini membuat kerja sama ke perusahaan property Rey untuk perancangan pembangunan hotel yg akan di bangun di salah satu lahan besar dan kosong yg sudah dibeli perusahaan itu di Kanada.
setelah membahas tentang pembangunan hotel yg akan mulai dibangun bulan depan, Rey mengajak makan rekan bisnis nya itu,sebelum mereka berpisah.
***
Marissa entah angin dari mana, dia ingin sekali datang kekantor papa mertua nya yg kini sudah Rey memegang kendali ,jadinya dengan nekat tanpa memberi tahu Rey kini dia sudah berada di depan gedung El Group yg terkenal itu, dia melangkah maju setelah membayar taksi yg dia naiki.
decak kagum silih berganti dia dengar dari para karyawan yang lalu lalang, karena memang jam istirahat, tapi mana ada yg tau dari mereka bahwa Marissa istri sah CEO mereka.
sampai Marissa didepan meja resepsionis.
" permisi" saat itulah kedua wanita yg bertugas dimeja resepsionis itu bangkit dan terseyum ramah.
" ada yang bisa dibantu Miss" sambutnya dengan senyum yg masih ramah.
__ADS_1
" apakah suamiku ada" resepsionis bernama lengkap Gloria Gaynor itu mengernyit dengan senyum bingungnya.
" maaf maksud anda Miss" Marissa malah memukul jidatnya sendiri, dia lupa mereka mana tau kalau dia istri nya Reynolds atasan mereka.
" Rey" satu kata yg keluar dari mulut Marissa sontak membuat dua resepsionis itu memandang nya tajam, berani sekali orang asing ini hanya menyebut nama CEO mereka tanpa embel-embel tuan atau Mr.
" maaf sepertinya Miss salah perusahaan,mungkin yg Miss maksud Rey suami Miss yg bekerja diperusahaan lain" senyum yg tadi ramah kini hilang dengan wajah yg datar dan tatapan yg menghunus
" mana mungkin Rissa salah, ini bener kok , pimpinan kalian, El Reynolds, dia suamiku"lagi lagi perkataan Marissa tidak didengar mereka dan malah mengacuhkan Marissa dengan kembali duduk dan mengatakan Marissa wanita halu.
Marissa menatap keduanya dengan kesal, bibirnya yg maju membuatnya terlihat menggemaskan Dimata para karyawan laki laki yg melihat.
dia berbalik dengan perasaan kecewa, ketika diambang pintu masuk matanya melihat Rey yg baru saja turun dari mobilnya
bibir yang tadinya manyun berubah menjadi senyum lebar dengan setengah berlari dan teriakan memanggil Rey, Rey yang merasa namanya di panggil segera mengarahkan matanya melihat istrinya yg tengah berlari kearah nya,dengan menyugar rambut kebelakang senyum tipisnya menyambut sang istri
Marissa langsung memeluk Rey dengan erat yg langsung dibalas Rey serta mendaratkan beberapa kali ciuman di pelipis Marissa.
Marissa melonggarkan tubuhnya tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Rey begitu pun juga sebaliknya.
menatap sang suami yg semakin tampan saja dengan senyumnya.
" kenapa kesini sayang" suasana yg ramai akibat adegan pelukan mereka kini tiba tiba sunyi dengan panggilan sayang yg keluar langsung dari mulut Rey, percayalah banyak nya wanita malam yg bersama Rey tak pernah satu pun dari mereka yg mendapatkan perlakuan manis apalagi panggilan sayang dari Rey.
__ADS_1