
Marissa berhenti mendumel dan mengumpat Liora, dan itu membuat raut wajah Rey berubah takut,saat mata Marissa menatapnya sangat tajam Rey meneguk ludahnya kasar.
dengan selangkah kaki Marissa tubuhnya sudah sampai sangat dekat dengan Rey, kedua tangan yg diletakkan di dekat pinggangnya dengan wajah yg diangkat menunjukkan kesan marahnya Marissa tapi tetap imut Dimata Rey.
"aww" Rey meringis dan tersadar dari lamunannya terhadap Marissa saat tangan kecil Marissa mencubit kedua pipinya dengan gemas ,
" apa mulut mu hanya bisa menjahiliku saja? apa mulutmu tidak bisa membalas teriakan wanita gila itu" tanya Marissa dengan penuh emosi sedangkan tangannya masih mencubit pipi Rey.
sifat jahil Rey mulai kembali saat melihat tak ada reaksi berlebihan dari istrinya, tangannya bergerak menarik pinggang Marissa agar menempel padanya, tentu hal itu membuatnya sedikit terkejut.
wajah yg pas jatuh pada permukaan dada milik Marissa membuat Rey menang banyak, Rey menenggelamkan wajahnya disana dengan menggesek geseknya dengan wajahnya, Marissa sudah hapal jika Rey seperti ini pasti dirinya akan habis malam ini diatas ranjang dan dibawah Rey.
Marissa diangkat dan dibawa kepangkuan Rey, dengan tangan Marissa yg memainkan rambut milik Rey.
" sayang, maafkan aku, aku tau kelakuan ku sebelum bersamamu sangat jahat, tapi aku tak pernah menyentuh mereka lagi saat aku bersamamu, sayang percayalah padaku,kumohon" suaranya terdengar samar karna dia berbicara dengan keadaan wajah masih di dada Marissa.
" Rey, aku tidak mempermasalahkan masa lalu mu, yg aku ingin masa depan mu bersamaku, denganku saja dan anak anak kita nanti, " ucapan terakhir Marissa mampu membuat kepala Rey terangkat menatap mata Marissa yg sendu dan menyejukkan.
__ADS_1
Marissa terseyum dengan sangat manis, Rey meraih tengkuk Marissa dan menundukkan kepalanya,sehingga Rey bisa mengecup singkat bibir Marissa.
" kau hamil" Rey bertanya setelah melepas kecupannya.
gelengan pelan namun tegas Marissa,membuat secuil hati Rey kecewa,
" aku sedang merencanakan nya dengan mu, apa kau mau membantuku membuatnya" Rey terseyum senang dan langsung membaringka tubuh Marissa dengan dia diatasnya.
" aku akan membuat nya sangat banyak" setelah itu Rey mencium Marissa dengan penuh cinta, malam ini menjadi malam indah dan panjang lagi bagi mereka, kamar luas yg dipenuhi suara desahan dia orang insal yg saling mencintai itu.
kegiatan panas yg dilakukan Rey dan Marissa tidak berlangsung cepat hampir 5 jam lamanya dengan Marissa yg 10 kali mencapai puncak dan Rey yg mendapatkan kepuasannya 2 kali, dia berhenti dan melepaskan kejantanan saat melihat Marissa yg sudah tertidur dengan nafas yg masih memburu.
Rey saat ini duduk di pinggir ranjang dengan tubuh Marissa yg memeluk pinggangnya.
Rey menatap tubuh itu, tubuh yg berhasil membuatnya bertekuk lutut, tubuh yg sudah berani mencuri seluruh jiwa dan hatinya, tubuh yg dengan lancangnya mengambil alih dirinya.
Rey bersyukur dipertemukan dan berjodoh dengan Marissa, gadis sederhana penuh kejutan.
__ADS_1
Marissa menggeliat saat dia merasakan tidak enak pada badannya,dia merasa sangat lengket.
" eughh" erangnya dan melepaskan pelukannya pada badan Rey berbalik dan membelakangi Rey, yg menatap kearahnya dengan padangan birahinya.
Rey kembali memnindih tubu kecil itu dan membalikkan badan Marissa agar terlentang.
karna merasa terganggu akhirnya Marissa membuka matanya yg langsung menabrak mata Rey yg penuh dengan kabut birahinya,
karna sudah paham, maksud dari Rey hanya mengangguk pasrah.
dan malam itu terjadi malam yg panas bukan hanya sekali tapi berkali kali.
*/*/*/
maaf mengecewakan readers, nanti pas dirumah lanjut lagi ya.
terimakasih
__ADS_1