Hey! My Heart Is Yours My Police

Hey! My Heart Is Yours My Police
TWENTY-THREE


__ADS_3

" Kok kamu gak ngomong, kita banyak waktu loh malam, kok mendadak gini sih, nanti kalau aku kangen gimana, kamu tega ninggalin istri kamu sendiri" Marissa mengomel sambil memasukkan pakaian yang diperlukan oleh Rey


Oke pagi ini Rey harus mendapatkan Omelan serta rengekan Marissa, ya salah dia juga sih sampai lupa memberi tahu Marissa.


" Jangan buat aku berat dong sayang, ini tugas negara loh, aku gak mungkin bawa kamu, kalau aku urusan kantor, aku bawa kamu, ini beda sayang, mengerti ya" sebenarnya Rey tidak tega, tapi harus pasalnya kali ini tugas negara nya sedikit berbahaya dan lama.


Ingatkan Marissa untuk tidak cengeng, karena dia paling tidak bisa jika sudah sayang dan nyaman harus ditinggal jauh, mengingat dirinya yang ditinggal seluruh keluarganya dan hidup sendiri membuat Marissa tidak ingin ditinggal lagi.


Mata Marissa yang sudah berkaca kaca itu membuat Rey semakin tidak tega, Rey membawa Marissa kedalam pelukkan nya dan mencium kepala Marissa, ah Marissa sudah menangis jika begitu.


" Aku pasti selalu memberimu kabar oke, aku juga tidak bisa berlama lama jauh dari mu, emm " Rey membingkai wajah Marissa dengan kedua telapak tangannya dan mencium bibir Marissa.


Hey ayolah siapa yang tidak sedih ditinggal selama sebulan.


Sebulan!!!


Belum lagi beberapa Minggu setelah kejadian Liora itu hubungannya dengan Rey semakin dekat, pasti rasanya sangat berat.


" Aku mencintaimu"


" Me too" suara rengekan seperti anak kecil ini membuat Rey yakin dia pasti akan sangat merindukan nya, dia juga berat bro.


Setelah drama pasangan itu berakhir, Rey turun dengan mengandeng Marissa, bersiap untuk sarapan.


Ditengah sarapan ponsel Rey bergetar menandakan ada notice pesan yang masuk, dan itu pesan dari anak buah yang mengawasi papanya disana, Rey terseyum karena papanya terlihat bahagia disana.

__ADS_1


Rey melanjutkan makannya dan melihat Marissa yang sudah selesai makan dan yang sedari tadi memperhatikan nya.


Aduh, dia sampai lupa memberitahu pada Marissa tentang papanya, pasti boss kecil ini sedang menaruh curiga padanya.


Satu hal yang Rey tau setelah hidup cukup lama dengan Marissa, istrinya,boss kecil ini pencemburu, curigaan, over protective dan jangan lupa sifat posesif nya Marissa yang kadang membuat Rey kewalahan percayalah setiap kali Marissa mengeluarkan sifat sifat itu Rey akan merasa sangat dicintai oleh istrinya, malah dia bahagia dan Rey akan selalu senang melihat wajah wajah cemburu, curiga serta khawatir nya Marissa.


Mata yang menatapnya tajam serta sedikit di sipitkan itu kadang membuat Rey harus menahan tawanya, mengulum bibir nya agar tidak tertawa lepas, jika sifat cemburu serta curiganya disatukan dalam wajah yang imut itu sungguh Rey tidak tahan.


" Hey, ada apa dengan wajahmu ini " Rey membingkai wajah Marissa dengan telapak tangan nya dan menggoyang goyangkan nya.


Sudah tau istrinya sedang begitu malah di mainkan olehnya,siapa yang tidak tambah kesal coba!!!!


" Kau masih berhubungan perempuan malam itu" uwau suara itu hampir saja memecahkan gendang telinga Rey, untung Rey berinisiatif untuk membungkam mulutnya dengan bibirnya, hah itu si mencari kesempatan dalam kesempitan.


" Dengarkan aku sayang,kamu salah paham oke, ini dari orang suruhan ku"


" Suruhan mu Pasti perempuan kan? iyakan? makanya kamu senyum-senyum gitu" bibir yang mengerucut itu kembali dikecup oleh Rey, ya kecup aja.


Marissa merenggut kesal dan memukul dada Rey, sungguh rasa cemburunya sudah sampai ubun-ubun " Dia laki-laki, aku senyum karena melihat foto papa sayang" jelas Rey sambil menunjukan notifikasi pesan yang tadi dikirm oleh anak buahnya.


Marissa berhenti menangis ,menyisakan isakan kecil saja, malu, tapi sudah kepalang basah,ingin rasanya Marissa mengubur dirinya di rawa rawa.


pipi yang merah,bibir yang dilipat, serta isakan kecil itu, wajah Marissa seperti anak kecil yang habis menangis, woy dia emang habis nangis kali, Rey terkekeh melihatnya.


" Kenapa sih cemburuan banget" Rey menatap dalam mata itu, mata yang membuatnya tidak bisa berpaling pada siapapun.

__ADS_1


" Aku hanya..tidak ingin kau kembali seperti dulu" mengingat itu saja,lagi lagi Marissa harus mengeluarkan air matanya.


Rey menghapus pelan air mata itu,dia tau istrinya itu khawatir.


"Dengar kan aku! hatiku! jiwaku! ragaku! bahkan nyawaku! milikmu sayang, tidak ada siapapun yang berhak memilikinya selain kamu!" Rey terseyum saat melihat senyum itu lagi walaupun dengan mata sembabnya.


Ah dia sampai lupa harus berangkat ke markas yang ada diluar negara ini.


Rey berdiri dan menggandeng Marissa keluar mansion guna mengantarnya sampai halaman, didepan pintu, Rey menatap Marissa berat rasanya, makanya dia mencium Marissa sampai puas, walapun sebenarnya tidak.


Marissa melambaikan tangannya beriringan dengan mobil Rey yang berjalan perlahan menghilang setelah keluar dari gerbang mansion itu.


Marissa kembali masuk, duduk di sofa ruang keluarga tepatnya dia sedang menonton film, yg diputar benda segi panjang itu.


Baru ditinggal beberapa menit, dia sudah rindu, bagaimana sebulan, apakah dia bisa.


" Semoga kau pulang cepat " katakanlah Marissa seperti anak-anak, bukankah cinta memang seperti itu, ingin selalu dekat.


💜💜💜


Saat Rey sampai banyak anggota nya sudah berkumpul, menunggu kedatangan Rey, Rey disambut dengan hormat serta langsung dipakaikan atribut yang biasa dia gunakan, mereka sudah harus berangkat,dan helikopter khusus Rey sudah siap terbang.


Tak butuh waktu lama, kini Rey sudah berada diatas awan,bersama beberapa anggotanya.


Pikiran Rey melayang pada Marissa,sedang apa wanita itu, Rey tau saat pekerjaan nya sudah seperti ini urusan cinta harus dikesampingkan dulu, karena negaranya lebih butuh dia.

__ADS_1


__ADS_2