
Hari ini adalah hari dimana pernikahan Geri dan Riska yang akan di gelar.
Keluarga Ghiston sudah siap semua, begitupun dengan Ayesha yang sudah cantik dengan gaun yang senada bersama Selly dan Melly.
"Sudah siap?" tanya Daddy.
"Sudah Dadd, ayo pergi" jawab Mommy.
Mereka berangkat dengan menggunakan 1 mobil saja namun muat semua nya, Rully yang menjadi sopir dan Daddy duduk di samping nya.
Mommy duduk bersama dengan Ayesha dan Selly bersama dengan Melly.
"Kak, aku rasanya malas bertemu dengan mereka itu" bisik Melly.
"Tapi kalau kita tidak datang sama saja mereka mengira kita kalah" balas Selly.
Melly mengangguk membenarkan, lalu dia kembali fokus pada ponsel yang ada di genggamannya.
Hingga tak berselang lama mereka tiba di Hotel tempat pernikahan Geri di laksanakan.
"Uncle, gendong" rengek Ayesha dengan manja.
"Baik Tuan Putri" balas Rully merentangkan tangannya.
Hap.
Ayesha masuk dalam pelukan Rully, mereka lalu masuk bersama. Namun tidak dengan Selly, dia masih menunggu temannya.
"Nunggu siapa, sayang?" tanya Daddy penuh selidik.
"Ehem, Arkan Dadd. Dia juga di undang oleh Geri, katanya dia juga sudah tiba" jawab Selly sesantai mungkin.
"Ohh" balas Daddy mengulas senyum kecil.
Lalu Daddy membawa Anak dan Istri serta cucu nya masuk duluan, dia membiarkan Selly menunggu disana sendirian.
*
"Hai maaf lama" ucap seorang Pria yang datang dengan nafas memburu.
"Tidak juga, ayo masuk seperti nya pengantin sudah ada di pelaminan" balas Selly biasa saja.
Arkan mengangguk, jujur saja dia tertarik dengan Selly yang terkesan cuek akan lawan bicara nya. Dia juga sudah tahu latar belakang nya dan kisah asmara nya.
"Sell" panggil Arkan dengan memberikan tangannya agar di genggam.
Selly menatap nya dengan cuek, namun dia menuruti nya juga meski dengan helaan nafas kasar.
"Tersenyumlah agar mereka mengira kau juga bahagia" bisik Arkan dengan lembut.
Deg.
"Huumm" balas Selly gugup.
__ADS_1
Keduanya masuk dengan tangan yang bergandengan, bahkan tanpa disengaja pakaian mereka pun senada dan sangat serasi.
Wajah tampan Arkan yang terkesan dingin, begitupun dengan wajah cantik Selly yang terkesan acuh pada sekitar.
Para tamu menatap keduanya penuh dengan kekaguman, ada yang bisik-bisik ada juga yang cuek. Bahkan, keluarga Selly pun menatap keduanya dengan tersenyum kecil.
"Mom, Dadd" sapa Selly.
"Langsung saja ke pelaminan, Mommy dan Daddy sudah kesana tadi" ucap Mommy lembut
Selly mengangguk, lalu dia dan Arkan pergi ke arah pelaminan.
"Wah selamat ya Tuan Geri" ucap Arkan dengan menjabat tangan Geri.
"Terimakasih" balas Geri acuh, namun ekor mata nya melirik Selly yang ada di belakang Arkan.
"Apakah dia calon anda Tuan Arkan?" tanya Geri menatap Selly dengan terkekeh kecil.
Arkan hanya tersenyum kecil, dia lalu memeluk pinggang Selly.
"Dia bekas istri Suami saya" celetuk Riska dengan nada mengejek.
"Tidak apa, aku akan memungutnya karena kilau nya yang indah. Asalkan jangan bekas cewe perebut saja atau pengganggu rumah tangga oranglain" balas Arkan dengan santai namun penuh tekanan.
Riska langsung saja mengepalkan tangannya, dia lalu memalingkan wajah nya.
"Ayo kita temui keluarga mu" ajak Arkan.
"Selamat atas pernikahan kalian, semoga saja selalu bahagia" ucap Selly sebelum turun.
Arkan menggandeng tangan Selly kembali, lalu keduanya turun dari atas pelaminan.
Selly mengajak Arkan duduk bersama dengan orangtua nya dan Adik-adik nya.
"Pamannn" teriak Ayesha dengan binar bahagia.
"Hei gadis cantik" ucap Arkan langsung saja membawa Ayesha ke gendongannya.
Keduanya langsung saja bercerita kesana-kemari, apalagi melihat wajah Ayesha yang begitu semangat saat duduk di pangkuan Arkan.
"Ehemm pacar, Kak?" tanya Rully dengan tatapan menggoda.
Pletak.
"Bukan" jawab Selly menjitak kepala sang Adik.
"Oh kirain pacar, cocok kok" goda Rully kembali.
Selly menatap sang Adik dengan tajam, dia rasanya ingin menyumpal mulut sang Adik yang terus saja menggoda nya.
Bukan hanya Rully, ternyata Melly dan Mommy pun ikut menggoda Selly hingga rona merah di wajah nya menyembul.
Sedangkan sang Daddy sedang menyapa beberapa kolega bisnis yang di kenal nya.
__ADS_1
Dari atas pelaminan nampak sepasang pengantin melihat Selly yang sedang tersenyum tanpa beban, bahkan Geri sempat mengepalkan tangannya karena Arkan sangat dekat dengan Ayesha.
"Boleh aku antar kamu dan Ayesha pulang?" tanya Arkan dengan hati-hati.
"Bilang sama Daddy dulu" jawab Selly.
Arkan mengangguk tersenyum, lalu dia melangkah mendekati Daddy Ghiston.
Selly menatap nya dengan penasaran, hingga Arkan kembali dengan wajah bahagia nya.
"Ayo" ajak Arkan dengan menggenggam tangan Selly.
"Emang di bolehin?" tanya Selly.
"Iya, katanya mereka akan pulang terlambat" jawab Arkan.
Selly mengangguk dengan wajah yang kesal di tunjukan pada Daddy dan keluarga nya. Sedangkan Daddy hanya menahan tawa saja, apalagi melihat Ayesha yang menempel pada Melly dan tak mau ikut dengan Mama nya.
"Ck, mereka menyebalkan sekali" gerutu Selly dengan sangat pelan.
Arkan? Dia juga mengulum senyum nya, dia tentu saja tahu bahwa Selly sedang kesal namun tak kuasa menolak ajakannya.
Selly bersiap akan masuk setelah Arkan membukakan pintu untuk nya, namun gerakannya terhenti saat Istri temannya Geri menyeletuk dengan kuat.
"Cih, lihatlah wanita itu. Dia sudah menggaet lelaki kaya saja, iri mungkin karena Geri mendapatkan wanita sebaik Riska" celetuk Istri Boy.
Mereka memang belum mengetahui siapa Selly, mereka masih mengira kalau Selly adalah anak Panti asuhan yang mereka kenal sejak dulu.
"Jangan hiraukan, mereka pasti akan terkejut saat tahu siapa kamu" ucap Arkan.
Hufh.
"Kamu benar, aku akan membiarkan mereka dulu. Saat waktunya tiba maka bom akan meledak saat itu juga" balas Selly lirih.
"Nah itu bagus" ucap Arkan kembali.
Selly duduk di kursi samping kemudi, lalu tak lama kemudian Arkan pun masuk ke dalam.
Masih terlihat istri teman-teman Geri berbincang disana, hingga akhir nya mobil Arkan pergi dari sana dan mereka pun bubar.
Arkan melajukan mobil nya dengan santai, dia begitu menikmati kebersamaannya dengan Selly, meski di dalam mobil itu hening tak tercipta sepatah kata pun pembicaraan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1