
Geri dan Riska baru saja cekout dari Hotel siang ini, keduanya langsung saja ke mansion keluarga Wiliam. Riska bergelayut manja pada Geri, dia bahkan terkesan pamer akan Suami nya pada oranglain.
Hingga tiba di mansion tersebut, para teman-teman nya sudah menanti karena akan melakukan perayaan kecil yang tentu saja di modali oleh Geri.
"Boy, bagaimana kalau kita mancing saja" ajak teman nya yang lain.
"Bener tuh, kuy lah" timpal Geri dengan semangat.
"Bagaimana kalau disini saja Ger, disampingkan ada empang tuh" ucap Boy yang menunjuk ke luar pagar mansion itu yang memang kosong namun entah sejak kapan ada empang disana.
"Gue tanyain dulu sama pelayan" balas Geri.
"Enak ya sekarang kita, gak ada orangtua kita yang ikut campur dan bini-bini kita biasa saja kita mancing" ucap Boy.
"Iya biasa saja, kalau mereka tau kita main uang dengan lebih 3 jt mampus kita" bisik yang lainnya.
Boy melirik para istri yang sedang asyik bergosip.
"Ya kita main cantik dong, jangan sampai ketahuan" balas Boy dengan berbisik juga.
Mereka lalu terkekeh, ya mereka memang menyembunyikan mancing yang berbayar dari para Istri mereka. Bahkan mereka juga suka sekali bicara bohong kalau uang gajih nya pada habis.
"Itu punya tetangga gue yang mansionnya itu, katanya itu memang dibikin disana sengaja karena di perumahan ini suka banyak yang mancing" jelas Geri yang baru saja tiba.
"Kuy lah" balas Boy semangat
"Katanya lagi ada gebyar, tiket 2jt dan hadiah sepeda motor" bisik Geri.
Boy dan yang lainnya langsung tersenyum, mereka mengangguk dan pergi dari sana. Tak lupa juga mereka izin pada para Istri dengan memberikan uang untuk shoping.
Sedangkan Riska dan istri yang lainnya bersiap untuk pergi ke Mall.
"Yuk ah kita belanja, bukannya besok malam ada peluncuran produk terbaru di perusahaan Ghiston dan pasti nya kita akan ikut kesana karena Suami-suami kita bekerja sama dengan perusahaan itu" ajak Istri Boy.
"Ah kau benar, ayo berangkat" timpal yang lainnya.
Mereka pergi menggunakan satu mobil saja, mereka langsung menuju ke Mall yang ada di pusat Kota.
*
Tiba di Mall, Riska dan yang lainnya langsung menuju ke butiq langganan mereka. Bahkan mereka bukan hanya membeli baju, mereka membeli satu set buat nanti datang ke acara grand opening.
"Lihatlah ini sangat bagus bukan? " tanya Riska menunjukan dress yang indah.
"Heem itu bagus, lalu pakai tas branded dan berlian yang berkilau" jawab Istri Boy dengan tersenyum.
__ADS_1
Riska mengangguk dengan wajah tersenyum, mereka berbelanja cukup lama dan banyak sekali merogeh uang para suami nya.
"Makan dulu yuk di Resto itu, ini sudah mau sore" ajak teman nya.
"Ayo, nanti sekalian beli saja buat makan malam" balas Riska.
Ke empat nya masuk ke dalam, mereka duduk tepat di dekat tangga yang menuju ke Indoor.
Setelah mereka memesan, mereka asyik berbincang dengan ketawa-ketiwi.
Hingga pandangan Istri Boy terarah pada tangga yang ada di dekat Riska.
"Bukannya itu Selly, mantan Istri Geri" ucap Istri Boy menunjuk ke belakang.
Sontak saja teman dan Riska menatap kebelakang, mereka cukup kaget karena Selly masuk ke ruangan Indoor yang hanya di peruntukan untuk orang-orang berduit.
"Gila, dia sama siapa tuh? Kenapa bisa masuk kesana?" tanya teman Riska.
"Gak tau, mungkin sama sugar daddy nya kali" celetuk Riska.
Sontak saja mereka langsung terkekeh, mereka membiarkan saja karena menyusul pun tak akan bisa. Hingga pesanan mereka datang dan langsung saja mereka menyantap nya.
**
Sedangkan di ruangan Indoor, Selly dan Ayesha sudah selesai memilih dan hanya Arkan yang belum karena sedang menerima panggilan.
"Iya sayang, namun jangan terlalu lama ya" balas Selly.
Ayesha mengangguk patuh, dia hanya ingin bermain sampai menjelang malam saja.
"Sudah pesan makanan?" tanya Arkan.
"Sudah, aku tak memesan untukmu karena tak tahu apa kesukaan mu" jawab Selly tak enak.
"Tidak apa, aku akan memesannya sekarang" ucap Arkan tersenyum.
Selly hanya mengangguk, dia masih saja acuh dan cuek. Bahkan terkadang biasa saja, Selly hanya sedang menata kembali hati nya yang sudah patah dan remuk.
Hingga tak lama kemudian makanan mereka datang, Ayesha langsung saja berbinar dan melahap nya dengan semangat.
Arkan tersenyum kecil melihat Ayesha makan yang berantakan namun Selly tidak merapihkannya, bahkan belum sempat Arkan membantu nya Ayesha sudah lebih dulu membersihkan.
"Biarkan saja, dia harus terbiasa makan sendiri dan rapih-rapih sendiri. Aku hanya ingin dia menjadi anak yang mandiri" ucap Selly.
"Ah begitu ya, itu bagus juga dan sudah terlihat bahwa dia terbiasa makan sendiri meski usia nya masih kecil" balas Arkan.
__ADS_1
Selly tak membalas ucapan Arkan, dia hanya menganggukan kepala saja.
*
Setelah selesai mereka langsung turun, Ayesha sudah tak sabar untuk bermain.
"Hei Selly, kau ternyata sudah mendapatkan pengganti Mas Geri rupanya" celetuk Riska saat Selly keluar dari Restoran.
"Lalau apa urusannya dengan mu?" tanya Selly santai.
"Mau aku punya gebetan atau bahkan suami itu hak ku, dan apa urusannya dengan kamu? Lalu siapa kamu? " tanya Selly kembali menatap Riska dengan heran.
Orang-orang yang melihat itu sontak saja langsung tertawa. Mereka mengira bahwa Riska sok kenal dengan Selly.
Riska mengepalkan tangannya dengan wajah yang sangat masam.
"Jangan belagu kamu, kau hanya anak panti saja" teriak Riska dengan kesal karena Selly sudah pergi dari sana tanpa beban.
Selly menghentikan langkah nya, dia lalu menatap Riska dengan santai.
"Memang aku anak panti, lalu apa urusannya dengan mu? Kita saja tidak saling mengenal dan tidak akan mungkin kau mau mengurusi kehidupan ku" celetuk Selly dengan santai.
Selly lalu pergi dari sana dengan wajah yang tenang, dia melangkah dengan Ayesha dan Arkan menuju ke lantai atas.
"God job, Sell" ucap Arkan dengan tersenyum senang.
"Menghadapi mereka memang harus dengan sikap santai dan menyebalkan" lanjut Arkan terkekeh.
Hufh.
Selly membuang nafas kasar seraya mengangguk, awal nya dia juga sudah terpancing emosi saat lagi dan lagi Riska mengatai nya. Namun, saat Selly menatap kesekeliling nya dan banyak orang yang mana akan membuat nya malu jika bar-bar disana.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.