Hobby Suamiku, Memuakan!

Hobby Suamiku, Memuakan!
Bab 35


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu saja, tepat hari ini adalah hari dimana pernikahan Selly dan Arkan akan di langsungkan.


Dekorasi mewah, gedung yang berbintang dan makanan yang terhidang sudah siap.


Acara resepsinya akan di langsungkan nanti setelah isya dan acara ijab qobulnya akan di langsungkan selepas ashar.


Semua persiapan sudah lengkap dan mereka sudah berkumpul di mesjid agung yang ada di sana.


Selly memang menginginkan acara ijab nya di lakukan di mesjid dengan sederhana dan khusu.


Daddy sudah duduk berhadapan dengan Arkan yang nampak cukup tegang, Selly duduk di samping Arkan dengan terus saja merapalkan do'a.


Hingga ijab pun terlantun dengan begitu indah dan penuh ketegasan.


Dan terdengarlah kata SAH dari para kerabat yang hadir disana.


"Alhamdulilah" ucap syukur Selly dan Arkan dengan mengusap wajah mereka lembut.


Terlihat disana penuh haru dan kebahagian, bahkan Ayesha pun duduk di samping sang Mama dengan wajah yang di penuhi oleh senyuman.


🍌


Tiba waktu acara resepsi, Selly memakai gaun yang sangat indah dengan membalut tubuh nya.


Putih Gold adalah drescode malam ini, bukan hanya Selly yang berbalut gaun indah. Namun Arkan pun begitu demikian, dia memakai jas yang senada dengan Selly yang sangat pas di tubuh indah nya.


Selly dan Arkan berjalan di karpet merah dengan bergandengan.


Tak lupa di belakangnya ada Melly dan Ayesha yang mengiring mereka dengan senyuman yang begitu indah.


"Aku sangat bahagia hari ini" bisik Arkan dengan lirih di sela langkah nya.


"Akupun begitu, semoga kebahagian ini tak akan pernah pergi" balas Selly ikut berbisik juga.


Hingga langkah mereka terhenti tepat di pelaminan, Ayesha memberikan bunga pada sang Mama dan setelah nya dia beranjak turun bersama Melly.

__ADS_1


Satu persatu sanak saudara, kerabat dan para klien memberikan ucapan pada pengantin baru tersebut.


Banyak yang berdecak kagum akan pesta ini, bagaimana tidak seorang Ghiston mengadakan pesta dengan sangat megah demi Putri nya yang lama hilang.


"Duduk saja dulu, apa mau minum?" tawar Arkan lembut.


"Boleh Mas, aku cukup haus dan juga lumayan pegal" ucap Selly duduk di singgasana nya.


Arkan tersenyum, lalu dia mengambil minuman yang memang sudah di sediakan oleh team WO.


Terlihat juga di pintu masuk Geri, Riska dan Riko serta keluarga nya datang.


Mereka memang di undang oleh Selly langsung.


Ayesha melihat Papa nya, dia ingin sekali memeluk nya namun masih takut karena penolakannya dulu masih terbayang.


"Mau ke Papa?" tanya Rully.


"Aku takut Papa nolak" lirih Ayesha.


Akhirnya Ayesha pun mengangguk, dia ikut bersama Rully ke meja dimana Geri berada.


"Maaf, ini Ayesha mau bertemu denganmu Bang" ucap Rully pada Geri.


Ayesha menunduk karena takut, dia lalu tersentak kaget saat ada yang memeluk nya.


"Maafkan Papa, Nak" ucap Geri lirih.


Ayesha bahagia, dia lalu memeluk Geri dengan erat karena rindu nya.


"Yesha rindu Papa" ucap Ayesha.


Riska yang melihat hal itu pun tersenyum, dia ikut memeluk keduanya dengan air mata yang menetes.


"Maafkan tante juga ya, sayang" ucap Riska.

__ADS_1


Rully hanya diam, dia sedikit memberi ruang untuk mereka namun tetap dalam pantauan nya.


Hingga akhirnya Geri melerai pelukan itu dan mengecupi wajah sang Putri.


"Yesha maafkan Papa ya, Nak" ucap Geri kembali.


"Iya, Yesha sudah memaafkan Papa dan Tante kok" balas Ayesha dengan riang.


Cup.


"Kau menggemaskan sekali sih, Nak" ucap Riska menggendong Ayesha dan membawa nya ke pangkuannya.


Namun baru juga duduk, Ayesha sudah mau turun dan berlari ke pintu utama.


"Oma, Opaaaa" teriak Ayesha dengan riang.


Selly yang melihat hal itu semua hanya tersenyum saja, dia bersyukur karena Geri tidak menolak lagi.


Sebenarnya Selly juga kasihan dengan Ayesha yang selalu saja mengigau nama Papa nya. Hingga Selly mengurungkan niat untuk menjauhkan Yesha dan Geri.


Geri mematung saat melihat orangtua nya yang ada di depannya, dia bahkan meneteskan air mata nya dan langsung saja menghambur memeluk Ayah dan Bunda nya.


"Maafkan Geri, maafkan Geri Ayah, Bunda" lirih Geri terisak.


"Ayah dan Bunda sudah memaafkan mu, Nak" balas Ayah menepuk punggung Geri lembut.


*


Hari itu, semua bahagia dengan damai dan saling maaf. Bahkan Geri dan Riska pun sudah meminta maaf pada Selly secara langsung.


Lengkungan senyum di wajah cantik Selly pun tak pernah surut, dia bahagia karena mendapatkan Suami yang sangat pengertian, perhatian dan segalanya.


Dia juga bersyukur di berikan mertua serta orangtua yany selalu mensuport nya. Tak lupa juga dengan Adik dan Putri nya yang selalu membuat hari nya bahagia dan berwarna.


T A M A T

__ADS_1


__ADS_2