
1 Tahun Kemudian.
Selly menelan pil pahit selama 1 tahun ini, semua kesedihan dia rasakan sendiri tanpa berbagi pada siapapun.
Kedua mertua nya pun masih ada di Negara orang karena belum selesai pekerjaan Ayah Feri.
Makin hari Geri semakin gencar dalam memancing, bahkan dia sempat cuti selama 1 minggu hanya untuk ikut mancing ke Kalimantan.
Seperti saat ini, Geri sudah bersiap untuk pergi ke Bogor. Dia akan mengikuti lomba memancing bersama kawan-kawan nya.
Selly hanya diam saja, selama ini bahkan dia tidak pernah menuntut banyak soal uang. Namun, hari ini adalah hari dimana Ayesha memulai sekolah taman kanak-kanak nya.
"Mas, mana uang untuk pembayaran sekolah Ayesha?" tanya Selly dengan menatap Geri.
"Ini, itu baru setengahnya saja dan sisa nya akan aku transfer besok" jawab Geri.
Selly mengangguk, dia kemudian pergi bersama Ayesha.
Yap, tak ada lagi canda tawa atau keharmonisan di keluarga kecil Selly. Semua nya berubah, Geri lebih mementingkan hobby nya dari pada Anak dan Istri.
Setelah kepergian Selly, Geri pun dengan cepat melajukan mobil nya ke arah Rumah Dion.
Geri mengambil cuti lagi selama 3 hari, dia tidak mungkin melewatkan moment ini. Apalagi banyak pemancing handal yang datang ke acara tersebut.
**
Ayesha di antarkan Selly sampai depan kelas saja, lalu selebih nya dia masuk bersama dengan Guru.
Drrtt.
Drrrtt.
"Bunda, ada apa ya" gumam Selly saat melihat nama si penelepon.
"Assalamualaikum, Bunda" ucap Selly.
"Waalaikumsalam, Nak. Kamu sedang ada dimana?" tanya Bunda.
"Selly lagi di sekolah Bun, kan hari ini Ayesha masuk sekolah" jawab Selly.
"Oh iya ya, yasudah kalau begitu nanti kalau sudah ada di Rumah kabari Bunda" ucap Bunda.
"Siap Bunda" balas Selly.
Tut.
Panggilan terputus, Selly lalu duduk kembali ke tempat yang semula.
Dia cukup heran dengan mertua nya, biasanya dia tidak akan menelpon jika tahu Selly ada kegiatan pagi.
"Mbak boleh duduk disini?" tanya seorang wanita dengan sopan.
"Oh iya silahkan Mbak" jawab Selly tersenyum ramah.
"Siapa nama Mbak?" tanya Selly dengan mengakrabkan diri.
__ADS_1
"Mutia, Mbak. Emm bentar, aku seperti pernah melihat Mbak" jelas Mutia dengan menatap Selly penuh selidik.
Selly hanya diam, dia tidak kenal dengan wanita di hadapannya ini.
"Ah iya saya baru ingat, anda ini Istri nya Tuan Geri bukan?" tanya Mutia tersenyum.
"Ya benar, kok bisa tahu" celetuk Selly bingung.
"Saya ini Istri nya Dimas, Asistennya Tuan Geri" ucap Mutia.
Selly tersenyum, dia baru ingat dan dia langsung saja memeluk Mutia.
"Haha maafkan aku. Aku baru mengingatmu Mutia, sudah sangat lama kita tidak ketemu, bahkan sama Dimas pun aku jarang bertemu" ucap Selly melepaskan pelukannya.
"Anda benar sekali Mbak Selly, kita bahkan terakhir bertemu saat anak-anak masih bayi" balas Mutia terkekeh.
Selly dan Mutia berbincang dengan hangat, keduanya meluapkan rasa rindu dengan bercerita seputaran kehidupan kedua nya.
"Aku pernah dengar dari Mas Dimas, kalau Tuan Geri kembali gencar dalam hobby nya?" tanya Mutia hati-hati.
"Kau benar Mut, aku juga sampai bingung sama pikiran Mas Geri. Sudah 1 tahun ini dia sudah sering cuti dan menghabiskan uang demi hobby nya, bahkan dia mengabaikan kami yang keluarga nya" jawab Selly lirih.
"Maaf Mbak, aku pernah dengar bahwa memancing bisa bikin kita tak punya apa-apa kalau kita tidak bisa menahan. Boleh saja memancing, asal jangan selalu tergoda dengan tiket" jelas Mutia.
"Aku sudah memperingati dia, bahkan aku juga sudah melarang nya dan apa hasil nya? Nihil. Dia sama sekali tidak peduli dan menanggapi ucapan ku, aku sudah cukup sabar untuk hal ini, Mut" ucap Selly sambil menatap ke jalanan.
Mutia mengusap lembut pundak Selly, dia cukup mengerti akan posisi Selly.
Hingga tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, Selly dan Mutia berpisah di parkiran.
"Iya Mut" balas Selly.
Kemudian Selly melajukan motor nya untuk kembali ke Rumah. Sepanjang jalan, Ayesha terus saja bercerita tentang hal yang baru saja dia lakukan.
Tak berselang lama mereka tiba juga di Rumah nya, namun Selly terkejut karena disana ada mobil Suami dan Mertua nya.
"Ma, Papa sudah pulang tuh" ucap Yesha menunjuk mobil Geri.
"Iya sayang, ayo masuk" ajak Selly.
Keduanya masuk dengan bergandengan tangan, bahkan Ayesha mengayunkan tangan nya yang sedang di gandeng sang Mama, Selly.
"Assalamualaikum" ucap Selly dan Yesha.
"Waalaikumsalam" balas Bunda, Ayah dan Geri.
Selly lalu meminta Ayesha masuk ke kamar nya, dia tau bahwa Suami dan Orangtua nya sedang berbincang serius.
Setelah kepergian Ayesha, Selly menghampiri ketiga nya dan duduk di samping Geri. Tak lupa juga dia menyalami kedua mertua nya dengan sopan.
"Selly, langsung saja" ucap Ayah Feri serius.
Selly hanya mengangguk walaupun dia di landa dengan kebingungan.
"Apa kamu tahu bahwa Geri sudah naik sejak 3 bulan yang lalu? Dan kamu tau berapa gajih awal dan sekarang Suami mu?" tanya Ayah Feri.
__ADS_1
"Tidak Ayah, yang aku tahu gajih awal Mas Geri hanya 8jt saja" jawab Selly apa adanya.
Selly melirik Geri dengan tatapan kecewa, lagi dan lagi dia sudah di bohongi oleh Geri.
"Gajih awal Geri itu adalah 10jt dan sekarang sudah hampir 18jt" jelas Bunda.
Pluk.
Ponsel yang sedang di genggam Selly pun terjatuh begitu saja. Dia kemudian menatap Geri dengan sendu dan penuh kecewa.
"Mas, aku tidak masalah selama ini kamu kasih jatah hanya 2jt untuk keperluan ku. Namun aku sangat kecewa karena lagi dan lagi kamu berbohong, kemana sisa uang itu? Apa semua nya habis begitu saja oleh hobby mu? Bahkan kau selalu meminta kembali uang 2jt itu di akhir bulan" jelas Selly dengan air mata yang sudah menetes.
"Apa begitu susah nya buat kamu jujur padaku, Mas? Aku juga tak akan meminta uang itu, aku hanya ingin kamu jujur" ucap Selly kembali.
Selly langsung sadar, dia menatap mertua nya dengan tersenyum.
"Maafkan aku Bunda, aku telah lancang memarahi Mas Geri. Aku pamit ke kamar Yesha dulu ya, Ayah, Bunda" pamit Selly tak enak.
Karena saking kecewa nya dia sampai kelepasan bertengkar atau mengeluarkan unek-unek nya di hadapan sang mertua.
*
Setelah kepergian Selly, Geri hanya menatap nya dengan nanar.
"Sekarang apa maumu, Geri?" tanya Bunda.
"Apa kamu tahu Geri, Selly sampai rela berjualan kue hanya demi menutupi kebutuhan dirinya dan Ayesha! Apa kamu tahu itu Geri?" bentak Bunda dengan penuh kecewa.
"Lanjutkan, pergilah sana Geri. Lanjutkan mancing mu dan habiskan uang mu, jangan ingat lagi Istri dan Anak mu. Itu yang kau lakukan selama ini, Selly mendiamkan mu bukan berarti dia mendukungmu dalam hobby mu itu, tetapi dia sudah lelah untuk memberitahumu" jelas Bunda.
Kemudian Bunda pergi dari sana, dia langsung ke kamar Ayesha untuk mengajak Cucu nya menginap di mansion mereka.
"Ayah kecewa padamu, Ger" ucap Ayah Feri.
Geri hanya mampu diam saja, dia bahkan tak berani mengangkat wajah nya di hadapan orangtua nya.
"Ayo Opa" ajak Ayesha bersama dengan Bunda Fila.
Selly mengantar Ayesha dan mertua nya sampai di halaman Rumah, lalu dia masuk kembali setelah mereka pergi dari sana.
"Puas kamu, Sell" bentak Geri saat Selly masuk.
"Apa maksud kamu, Mas?" tanya Selly bingung.
"Puas kamu sudah membuatku di benci oleh Ayah dan Bunda, kamu kan yang mengadu bahwa aku semakin sering memancing pada mereka" lantang Geri dengan menunjuk wajah sendu Selly.
Deg.
.
.
.
.
__ADS_1
.