Hobby Suamiku, Memuakan!

Hobby Suamiku, Memuakan!
Bab 23


__ADS_3

Hari belum terlalu malam, Arkan sengaja membawa Selly ke arah Taman yang tak jauh dari mansion megah keluarga nya.


"Loh kok malah kesini? " tanya Selly bingung.


"Kita jalan-jalan disini dulu, baru jam setengah 9 juga" jawab Arkan tersenyum.


Selly hanya mengangguk, lalu kedua nya turun dari dalam mobil.


Arkan meninggalkan Selly sebentar dan setelah nya dia datang lagi dengan membawa jajanan yang ada di sana.


"Aku pertama kali datang kembali kesini yang aku rindukan adalah ini, telur gulung" ucap Arkan sambil memberikan satu untuk Selly.


Selly menerima nya dengan raut wajah yang bingung.


"Memang nya kamu baru kembali dari mana? " tanya Selly yang memang belum tahu apapun.


"Dulu aku ikut dengan Ayah dan Bunda pindah ke Amerika, namun baru 3 bulan yang lalu kami pindah lagi kesini" jelas Arkan.


"Oh aku kira kamu sudah lama disini" ucap Selly.


Arkan menggelengkan kepala nya, dia lalu memberikan lagi telur gulung itu pada Selly.


"Oh iya, besok ada acara tidak? " tanya Arkan menghentikan langkah nya.


"Besok aku akan mengunjungi Panti yang dulu membesarkan aku" jawab Selly.


"Boleh aku ikut? " tanya nya lagi.


Selly mengangguk, dia tak ada alasan juga untuk menolak nya.


Keduanya pun jalan-jalan dengan membeli berbagai jajanan disana, hingga tak terasa waktu sudah semakin malam.


"Ayo pulang" ajak Arkan.


"Ayo, makasih ya" balas Selly tersenyum kecil.


"Ah yaampun senyumannya" batin Arkan dengan terkagum.


"Hemm gak gratis ya" goda Arkan.


Selly menatap nya dengan alis berkerut.


"Aku ingin mengajakmu dan Ayesha makan malam besok" ucap Arkan dengan berani.


"Kalau tak ada halangan ya" balas Selly.


Arkan tersenyum senang, dia juga tak akan memaksa Selly jika memang menolak nya.


"Tak apa, hitung-hitung ucapan terimakasih" pikir Selly.


Arkan mengantarkan Selly sampai ke mansion, dia hanya sampai depan saja dan setelah nya pulang dari sana.


**


Selly merebahkan tubuh nya di samping Ayesha yang sudah lebih dulu terlelap.

__ADS_1


"Geri, aku tidak akan membalas mu dengan tindakan yang nyata. Tapi, perlahan tapi pasti kau akan menyesal" gumam Selly sebelum akhir nya terlelap dengan memeluk Ayesha.


Sedangkan di kamar Mommy dan Daddy Ghiston, keduanya masih terjaga karena sang Daddy yang baru saja selesai dengan telepon nya.


"Dadd, apa Selly ada bicara untuk balas kelakuan Geri tempo lalu? " tanya Mommy.


"Tidak Mom, biarkan saja itu urusan Selly. Daddy yakin dia punya rencana yang jauh lebih menyakitkan di bandingkan kita jatuhkan perusahaannya" jawab Daddy.


"Ah ya kau benar, aku melihat sorot kecewa dan kebencian di mata Selly. Aku yakin juga dia punya sesuatu yang bisa membuat Geri menyesal, apalagi sekarang orangtua nya yang tak memperdulikan lagi dirinya" jelas Mommy.


"Nah kamu tahu" kekeh Daddy.


"Sudah ah ayo tidur, besok kita akan menghadiri undangan dari kolega kita" ajak Daddy kembali.


Keduanya merebahkan tubuh, hingga mereka larut dalam sepinya malam dan buaian alam mimpi.


**


Matahari menampakan diri dengan sangat bersemangat, hingga hari ini terlihat begitu cerah dengan langit yang sangat biru.


Selly sudah sejak tadi berkutat di dapur, dia sudah tahu bahwa Mommy dan Daddy nya akan pergi keluar Kota lagi bersama Melly.


Sedangkan Rully sudah ke Rumah sakit karena ada pasien urgent, ya begitulah Dokter tidak ada kata libur sama sekali.


"Selamat pagi Mama" sapa Ayesha yang sudah rapih dan cantik bersama salah satu pelayan.


"Selamat pagi Princess Mama, wah udah wangi dan cantik ya" balas Selly dengan mencium pucuk kepala Putri nya.


Ayesha hanya tersenyum saja.


"Sama-sama Nona, kalau begitu saya akan menyiapkan barang untuk di bawa ke Panti dulu" pamit pelayan itu.


Selly mengangguk, dia memang sudah memesan banyak mainan dan alat sekolah, tak lupa juga berbagai bahan makanan dan makanan ringan untuk mereka nanti nya.


"Panggil Kakek sama Nenek dulu sana, Nak. Mama akan menata makanannya dulu" ucap Selly lembut.


"Oke Mam" balas Ayesha patuh, lalu setelah nya dia melangkah dengan riang ke kamar sang Nenek.


Selly tersenyum melihat tingkah sang Putri, lalu dia menata makanannya dan pelayan membereskan bekas memasak dirinya.


"Bi, apa makanan untuk kalian sudah siap? " tanya Selly.


"Sudah Nona, nanti kami akan sarapan bergantian dengan yang lainnya" jawab kepala pelayan.


"Oh iya, jangan lupa untuk para penjaga juga ya Bi" ucap Selly kembali.


"Siap Nona" balas nya.


Selly tersenyum, lalu dia duduk di kursi setelah melihat kedatangan kedua orangtua nya dan sang Adik yang menggendong Ayesha.


"Maaf sayang Mommy tidak membantu" ucap Mommy dengan tak enak.


"Kayak sama siapa saja Mom" balas Selly tersenyum.


"Ayo kita mulai, agar tidak terlalu siang pergi nya" ajak Daddy.

__ADS_1


Mereka mengangguk, kemudian mereka memulai sarapannya dengan tenang.


*


Setelah sarapan dan mengantar keluarga nya sampai di depan, Selly dan Ayesha menunggu Arkan yang sedang dalam perjalanan menuju kesana.


"Ma, besok aku sekolah sendiri ya" ucap Ayesha.


"Tidak Nak, kamu akan di temani oleh Bibi. Mama tidak akan tenang meninggalkan kamu sendirian sayang, maafkan Mama yang tidak bisa menunggu kamu ya" jelas Selly lembut.


"Tidak apa Ma, aku tahu kok Mama lagi kerja buat aku nanti sekolah dan kuliah kayak Aunty Melly" ceplos nya dengan tatapan yang polos.


Selly mengangguk dengan tersenyum lembut, dia cukup bersyukur karena sang Anak yang selalu mengerti keadaan dirinya sejak dulu bersama dengan Geri.


Hingga obrolan mereka terhenti kala melihat Arkan datang, langsung saja Selly dan Ayesha masuk ke dalam mobil Arkan.


Sedangkan mobil yang membawa makanan untuk anak-anak disana mengikuti mereka dari belakang.


Ayesha dan Arkan terus saja berceloteh dengan ria, mereka bahkan terlihat sangat akrab.


"Paman, nanti kita main di timezone yuk" ajak Ayesha dengan berbinar.


"Tanya sama Mama saja dulu" ucap Arkan lembut.


Lalu Ayesha beralih menatap Selly, hingga sebuah anggukan dia dapatkan.


"Terimakasih Mam, aku sayang Mama" ucap nya dengan memeluk Selly erat.


Arkan tersenyum melihat pemandangan hal seperti itu, dia melirik kepada Selly yang terlihat sangat menyayangi Ayesha.


Hingga perjalanan mereka sampai di pekarangan Panti asuhan. Arkan menghentikannya tepat di depan Panti itu dan Ayesha langsung saja berhambur keluar dari dalam.


"Assalamualaikum teman-teman" sapa Ayesha dengan riang dan ceria.


Arkan dan Selly menyusul Ayesha, dan Selly menyuruh sopir dan penjaga untuk mengeluarkan barang yang di bawa oleh nya.


Selly juga meminta bantuan anak-anak yang sudah besar, bahkan Arkan pun tak tinggal diam dan dia ikut membantu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2