Hobby Suamiku, Memuakan!

Hobby Suamiku, Memuakan!
Bab 27


__ADS_3

Acara malam puncak semakin seru saat pihak perusahaan Ghiston mengeluarkan produknya dengan harga yang diskon hampir 50%.


Bukan hanya istri dari kolega bisnis saja berebut, tetapi hampir semua karyawan juga sudah memiliki nya.


Dan saat Riska dan teman-temannya berebut, mereka sudah kehabisan dan wajah mereka sudah terlihat sangat kesal dengan semuanya.


"Ahh kita kehabisan" gerutu Istri Boy.


"Iya, mana harganya lagi murah. Kan kalau beli sudah di butiq atau distro akan melezit banget" balas Riska.


"Kan kalian kaya, jadi gak apa dong kalau beli dengan harga segitu mah" celetuk Melly.


Riska memandang Melly dengan wajah kesal, dia memilih pergi dari sana daripada harus meladeni Melly dan nanti ujung nya perusahaan Geri bermasalah.


Melly menatap mereka dengan sinis, dia yakin bahwa mereka akan tetap menargetkan Ayesha atau Selly kalau sedang kesal.


🍌


Daddy menghampiri kumpulan Geri dan Boy, dia sengaja karena sudah gerah sejak tadi melihat gaya mereka yang sok.


"Halo selamat malam Tuan Geri" sapa Daddy Ghiston.


"Selamat malam juga Tuan Ghiston" balas Geri ramah.


"Ah ini ya Istri anda sekarang? " tanya Daddy menunjuk ke arah Riska.


Geri hanya mengangguk saja, dia malas berurusan lagi dengan keluarga Selly.


"Ayesha, salam dong sama Mama baru" ucap Daddy saat melihat Ayesha sedang di gendong sama Arkan.


"Gak Kek, aku hanya punya Mama Selly saja" balas Ayesha tegas.


Geri menatap Putri nya dengan acuh, bahkan dia terkesan tidak peduli apapun.


"Ehemn Ayesha apa kabar? " tanya Riska basa-basi.


"Kabar baik Tante" jawab Ayesha cuek, meski dia tak suka pada Riska tetapi Selly tak pernah mengajarkan tak sopan padanya.


Riska hanya mengangguk saja, dia bingung mau apalagi.


"Dad, aku, Ayesha sama Selly pulang duluan ya. Acara nya juga sudah selesai kan tinggal hiburan doang? " izin Arkan.


"Iya Nak, hanya tinggal hiburan dan akan di pandu oleh Nike doang" balas Daddy Ghiston.


Arkan menggendong Ayesha dan menggandeng Selly keluar dari Aula sana. Ekor mata Geri terus memperhatikan mereka yang nampak seperti keluarga bahagia.


Para tamu sudah banyak yang pulang, rata-rata disana hanya tinggal anak muda dan karyawan saja yang menikmati hiburannya.


"Suatu saat kau akan membutuhkan Ayesha, namun saat itu tiba maka kau akan kehilangannya, Geri" bisik Daddy Ghiston.


"Tidak akan, aku memang menyayangi nya dulu namun hanya sebatas rasa sayang biasa saja" balas Geri dengan tegas.


Heh.

__ADS_1


"Lihat saja nanti" ucap Daddy Ghiston.


Riska memeluk lengan Geri dengan manja, lalu dia mengajak Geri untuk pulang saja dari sana.


Daddy Ghiston menatap mereka dengan tatapan tajam, dia tak suka karena Geri seolah membuang Ayesha dan menegaskan dia tak suka pada Cucu nya, Ayesha.


"Kau lihat saja Geri, sebentarlagi kau akan menerima karma karena sudah membohongi Selly dan membuang Ayesha" gumam Daddy Ghiston.


Daddy lalu berjalan ke arah sang Istri dan Putra mereka yang sudah siap untuk pulang.


"Kemana Melly? " tanya Daddy.


"Sudah pulang bersama Kak Selly" jawab Rully.


Daddy mengangguk, lalu dia masuk ke dalam mobil bersama dengan anak dan Istri nya. Tak lupa juga dia memberi peringatan pada ketua pengamanan dan Nike agar selalu waspada dan hati-hati.


🌿🌿🌿


Ke esokan pagi nya, Ayesha izin tidak masuk sekolah karena akan ada acara di Rumah. Jadi nanti siang dia akan les saja bersama dengan Guru biasa yang sudah di bayar keluarga Ghiston.


Selly membantu Mommy dan Melly memasak serta membuat beberapa camilan, tak lupa juga dengan puding buah pesenan Ayesha.


"Nak, kemarilah Daddy ingin bicara" ucap Daddy pada Selly.


"Baik Dadd, sebentar aku cuci tangan dulu" balas Selly patuh.


Selly melangkah ke arah ruang tamu yang kebetulan pas Nike datang, dia langsung saja menyuruh nya ke dapur dan bergabung bersama Mommy nya.


"Ada apa, Dadd?" tanya Selly.


"Jangan kira aku akan mempertemukannya Dadd, bahkan Ayesha sendiri tak mau jika bertemu dengan Papa nya" balas Selly.


"Ayesha sudah kecewa Dadd, dia merasakan hal itu bukan hanya kemarin saat kejadian saja. Dia merasakan nya saat dulu dia akan piknik dan Geri tak ada waktu untuk nya" jelas Selly dengan helaan nafas kasar.


"Dan kau lihat semalam, dia sangat cuek dan bahkan dia acuh seperti tidak mengenal Ayesha saja" ucap Daddy.


Selly mengangguk, dia juga memperhatikan hal itu. Bahkan Selly menunggu Geri mendatangi Ayesha untuk menanyakan kabar saat dia terjatuh di Restoran saat itu.


Saat mereka sedang asyik berbincang, dari arah tangga datanglah Ayesha dengan gaun yang indah dari Arkan.


"Wah lihatlah Princess kita sudah cantik begini" ucap Melly dengan merentangkan tangannya pada Ayesha.


"Makasih Aunty, mandi dulu saja baru peluk" balas Ayesha acuh dengan wajah polos nya.


"Hahahahaha" gelak tawa keluar dari mulut Rully dan Selly saat melihat wajah menganga dari Melly.


"Ahhh kenapa anak itu menggemaskan sekaligus menyebalkan" gerutu Melly dengan menghentakan kaki nya.


"Sudah sana bersiap, ajak Kakak mu sana" ucap Mommy dengan mendorong pelan Melly.


Selly tersenyum kecil dan merangkul Adik nya, mereka melangkah masuk ke dalam kamar nya masing-masing dan bersiap.


π– „

__ADS_1


1 jam berlalu dan terlihat 2 buah mobil nampak masuk ke dalam pekarangan mansion Ghiston.


Daddy dan Mommy menyambutnya dengan senyuman hangat, sedangkan Selly dan Ayesha masih di dalam kamar.


"Selamat datang Mariam dan Firman" sapa Daddy pada orangtua Arkan.


"Terimakasih Tuan Ghiston" balas Firman, Ayah Arkan.


"Ayo masuk semuanya" ajak Mommy dengan ramah.


Mereka masuk dan duduk di ruang keluarga, disana sudah terlihat beberapa makanan ringan dan minuman yang cukup menggugah karena cuaca sangat terik di luar sana.


"Ini untuk Om dan Tante" ucap Arkan memberikan beberapa bingkisan.


"Terimakasih Nak" balas Mommy tersenyum.


Hingga tatapan Arkan melihat ke arah tangga, terlihat disana Selly dan Ayesha yang datang dengan gaun pemberiannya semalam.


"Cantik dan pas" gumam Arkan sangat lirih


"Hei" tegur Mariam, Bunda Arkan dengan terkekeh.


Eh.


Kaget Arkan dengab menundukan kepala nya seraya mengulum senyuman.


Selly menyapa dan menyalami orangtua Arkan dengan hangat, bahkan Ayesha pun ikut serta menyalami Nenek dan Kakek baru nya.


Rully dan Melly pun sudah turut serta disana dan mendengarkan perundingan dua keluarga itu.


Hampir jam makan siang mereka baru selesai bicara dan memutuskan hal baik itu.


Arkan terus saja tersenyum bahagia dan senyum itu pun ada di bibir Selly meski tipis.


"Aku tidak akan berjanji, namun aku akan buktikan dengan semua nya bahwa aku sangat menyayangi kalian. Ayesha dan Selly" batin Arkan dengan yakin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2