
Seharian ini Selly hanya duduk berdiam di ruangannya, apalagi setelah kedatangan calon Ibu mertua nya.
Semua pekerjaan nya di handle oleh Arkan, bahkan Arkan tidak membiarkan Selly beranjak dari duduk nya.
"Pulang ke Rumah Bunda saja ya" pinta Bunda Meriam.
"Makasih Bunda, tapi aku pulang ke Rumah Daddy saja. Disana juga ada Rully kok" tolak Selly halus.
"Yaudah deh Bunda yang nginep disana, Bunda khawatir karena kamu masih lemes" putus Bunda dengan tegas.
"Tapi bagaimana dengan Ayah?" tanya Selly tak enak.
"Ada dia" jawab Bunda menunjuk ke arah Arkan dengan santai.
Selly hanya tersenyum, dia tidak bisa menolak lagi apalagi Arkan yang sudah menganggukan kepala nya.
🍌
Tiba waktu pulang, Arkan menggendong Selly dengan bridestyle. Nike hanya mengulum senyum saja saat wajah atasannya yang memerah karena malu.
"Romantis sekali mereka ini" gumam Nike sambil membereskan meja kerja nya.
Nike pun langsung pulang karena hari sudah malam, sedangkan Selly dan Arkan sudah pergi lebih dulu menggunakan mobil Arkan.
𖠇
Selly benar-benar merasa lemas dan dia juga masih agak panas, maka dengan itu Bunda Arkan memutuskan menginap karena khawatir akan calon menantu nya itu.
Apalagi tadi Rully akan pulang larut karena ada pasien yang akan operasi. Dan karena itu pula Arkan di mintai menjaga Kakak nya sebentar.
"Langsung ke kamar saja ya, biar nanti Bunda yang bantu bersihkan tubuh nya" ucap Arkan lembut.
"Maaf merepotkan kalian" balas Selly lemah.
Cup.
__ADS_1
Karena saking gemas nya Arkan sampai mencium kening Selly dengan lembut.
"Hehe maaf aku terlalu gemas padamu, sayang" kekeh Arkan dengan tak tau malu nya.
Plak.
"Dasar kurang ajar kau Arkan" ucap Bunda Meriam dengan menggeplak lengan Putra nya.
Selly? Dia hanya menunduk malu saja dengan kelakuan Arkan.
"Maaf Bun, kelepasan" balas Arkan terkekeh.
"Sana pergi, Bunda akan bantu Selly mengganti pakaiannya dulu" ucap Bunda mendorong Arkan keluar dari kamar Selly.
Arkan menganggukan kepala nya dan pergi dari kamar, dia menuju ke dapur untuk membuat sesuatu.
"Tuan, ada perlu apa?" tanya Bibi dengan sopan.
"Aku ingin membuat bubur untuk Selly, Bi. Tolong siapkan bahannya ya, nanti yang buatnya aku sendiri" jawab Arkan ramah.
Arkan memakai celemek dan bersiap untuk membuat bubur, dia akan di bantu oleh Bibi yang bertugas di dapur.
Sedangkan di kamar, Selly duduk. bersandar setelah berganti pakaian.
"Bunda terimakasih, maaf merepotkan" ucap Selly dengan lembut.
"Tidak merepotkan sama sekali, Nak. Makan dulu ya, lalu setelah itu langsung istirahat" balas Bunda Arkan tersenyum.
Ceklek.
Pintu terbuka dan munculah Arkan dengan membawa nampan.
"Tara ini spesial buatan chef Arkan" ucap Arkan dengan bangga nya.
Selly tertawa kecil, dia menerima mangkuk bubur tersebut dan mencicipi nya.
__ADS_1
"Enak?" tanya Bunda penasaran.
"Enak Bun, rasanya pas dan nikmat" jawab Selly lirih.
Arkan sontak saja langsung tersenyum bangga, dia menepuk dada nya dengan tersenyum kecil.
"Dan ini untuk Bunda, makanlah selagi hangat" ucap Arkan kembali sambil memberikan sepiring nasi dan lauk pada Bunda nya.
"Kamu juga makan, Mas" omel Selly karena melihat Arkan yang hanya diam saja.
"Nanti saja" balas Arkan duduk di samping Selly.
"Yaudah sana pulang dan jangan kembali lagi kesini, di suruh makan saja susah" gerutu Selly dengan menyimpan bekas makannya yang sudah habis.
Eh.
Arkan langsung saja mengambil makanan untuk nya, lalu dia mulai makan di hadapan Selly yang sudah tersenyum kembali.
Bunda Arkan hanya terkekeh saja, dia cukup bahagia melihat Putra nya bahagia dengan wanita pilihannya sendiri.
Setelah selesai makan malam, Arkan memberikan obat pada Selly dan setelah nya menyuruh Selly segera istirahat.
Bunda ikut merebahkan tubuh nya di samping Selly yang sudah terlelap karena pengaruh obat. Sedangkan Arkan duduk santai di ruang keluarga dengan memangku laptop, dia akan mengerjakan pekerjaan yang tertunda sejak tadi.
"Tuan ini kopi dan makanan untuk anda" ucap Bibi meletakan beberapa camilan dan kopi hangat.
"Makasih Bi" balas Arkan dengan tersenyum.
.
.
.
.
__ADS_1
.