
Penangkapan Boy selesai dan benar saja di dalam nya ada Boy bersama dengan Istri muda nya. Bahkan disana juga banyak nya berkas penipuan untuk berbagai perusahaan mengatasnamakan perusahaan Ayah nya sendiri.
Karena disana tidak banyak Rumah dan penjagaan tidak ada, Geri dan beberapa polisi berhasil meringkus Boy dengan mudah.
"Kalian keterlaluan semua nya" teriak Boy.
"Kau yang keterlaluan, kita sudah membantu malah kau tipu begitu saja. Lo lupa apa gimana Boy? Kita sudah temenan lama dan Lo tega nya nipu kita" ucap Geri dengan menahan amarah.
"Lo terlalu banyak gaya dan terlalu jauh main sama perempuan, jadi Lo kelabakan sendiri hingga menghalalkan segala cara agar mendapatkan uang! Sampai-sampai Lo tipu sahabat sendiri" timpal Riko.
Boy hanya diam, dia memang merasa sudah keterlaluan dan akibatnya ini yang dia dapatkan.
Polisi membawa Boy dan Istri muda nya ke kantor, mereka akan di masukan ke penjera karena sudah banyak bukti yant tertera.
"Tuan, Rumah ini adalah asetnya yang cukup bersih dan bisa kalian gunakan sebagai ganti rugi" ucap salah satu Polisi dengan memberikan sertifikat Rumah itu.
"Ah syukurlah, terimakasih Pak" balas Geri dengan senang.
Riska hanya diam saja, dia takut salah langkah jika ikut campur.
"Boleh saya beli, karena saya butuh buat anak dan menantu saya" ucap klien Geri.
"Boleh Pak, nanti harga nya kurangi saja itung-itung ganti rugi pada anda" jawab Geri ramah.
__ADS_1
"Mari kita pulang dan bahas ini di Rumah Geri saja" ajak Riko.
Geri dan kliennya pun mengangguk, mereka tak lupa berpamitan pada teman Riska dan juga berterimakasih padanya.
Lalu setelah nya mereka pulang dengan perasaan lega karena Boy sudah tertangkap.
🍌
Di mansion Ghiston, keadaan Selly sudah membaik namun dia tidak di izinkan ke perusahaan oleh Arkan.
Bahkan Arkan membawa berkas pekerjaannya ke Rumah dan dia malah bekerja di perusahaan Selly.
Bunda dan Ayah nya pun sementara tinggal di mansion untuk menemani Selly, karena Rully ada acara relawan ke pelosok dan Melly ada acara kampus.
"Bun, bosan" ucap Selly dengan wajah di tekuk.
"Emm bagaimana kalau buat sesuatu di dapur? Kalau jalan-jalan kan di larang sama Arkan, Bunda tak berani bawa kamu nya" balas Bunda tertawa kecil.
"Gak apa, ayo kita buat cake dan salad buah saja" ajak Selly semangat.
Bunda mengangguk, lalu mereka menuju ke dapur dan meninggalkan Ayah Arkan sendirian.
Selly dan Bunda berkecimpung di dapur dengan semangat, bahkan senyuman tak surut dari wajah Selly yang sejak tadi hanya berdiam diri di kamar atau di ruang keluarga
__ADS_1
"Besok aku ingin jalan-jalan pokoknya" ucap Selly dengan semangat
"Izin sama Arkan dulu saja, atau perlu rayu dia nya" balas Bunda tersenyum.
"Bunda tenang saja, aku sudah punya trik jitu agar Arkan mau membawa ku jalan-jalan" ucap Selly dengan sangat yakin.
Bunda mengangguk, dia cukup bahagia melihat bagaimana hubungan anaknya dan Selly. Dia tidak mempermasalahkan status Selly yang janda anak 1, yang terpenting Putra nya bahagia saja.
"Bun, biar aku yang bikin cake dan Bunda bikin salad buah" ucap Selly.
"Baik Nak" balas Bunda.
Lalu keduanya mengerjakan bagiannya masing-masing dengan sesekali tertawa riang bersama.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.