holy demon god emperor

holy demon god emperor
chapter. 10 : pertemuan 2 saudara


__ADS_3

Keesokan harinya kota S digemparkan dengan penemuan mayat di berbagai tempat, mayat yang mengering tanpa daging dan darah. Semua warga mulai ketakutan dan waspada dengan keselamatan mereka, kerena bagaimana pun mereka tau ini bukanlah perbuatan manusia melainkan iblis yang telah memasuki kota S .


Di markas pusat pasukan pemburu iblis semua jendral pusat dan petinggi kota melakukan pertemuan untuk membahas terkait pembunuhan yang terjadi tadi malam. Semua orang terlihat panik dan terus berdebat akan solusi dan rencana yang mereka usulkan.


" Tida, bagaimana kalau kita memancing mereka untuk keluar. Dan di saat itulah kita memburu mereka satu persatu...." Kata jendral wanita.


Semua melihat jendral wanita itu dan terdiam beberapa saat, ia mungkin bisa untuk memancing mereka tapi bukan kah harus ada yang menjadi umpan nya. Tapi siapa yang mau menjadi umpan dan mempertaruhkan nyawa nya!! Pikir mereka.


" Rencana jendral Nita cukup bagus, tapi siap yang akan kita kirim sebagai umpan...." Kata jendral utama di sana.


" Begini jendral bagaimana kalau kita mengirim beberapa pasukan kita untuk menjadi umpan nya..." Usul jendral Nita.


" Tidak, aku tidak setuju untuk mengirim pasukan ku untuk jadi umpan..." Kata Ipan.


Semua orang yang hadir di sana terkejut dengan penolakan Ipan. Mereka berpikir kenapa jendral Ipan berubah seperti ini, apakah dia takut.


" Jendral Ipan apa maksudmu kau menolak usul ku... Apa kau takut kehilangan pasukan mu. Jendral Ipan apa kau lupa pasukan kita adalah pasukan khusus untuk memburu para iblis..." Kata jendral Nita.


" Bukan nya aku takut... Tapi apa kalian tau seberapa kuat iblis yang ada di kota S ini. Tidak bukan..." Kata Ipan, semua orang saling pandang dan menggelengkan kepalanya.


" Bukan kah seperti iblis yang sering kita lawan di luar kota jendral Ipan..." Kata jendral utama.


" Bukan jendral... Hah aku semalam melawan salasatu dari iblis itu, dan kekuatan mereka berbeda dari iblis yang sering kita lawan.... Bahkan lebih kuat dari iblis bintang 4 yang pernah aku bunuh... " Kata Ipan. Semua orang terdiam. Jika mereka sekuat itu bagaimana caranya kita untuk membunuh nya , pikir mereka.


" Apa kau tak berbohong Ipan.." tanya Nita


" Ika aku tak berbohong ka Nita ... Bahkan semalam aku hampir kalah dengan nya, walaupun akhirnya aku berhasil melukainya tapi ia berhasil kabur...dan lagi wujudnya tak seperti iblis pada umumnya, dia memiliki wujud seperti manusia dan jika aku tidak salah mereka hanya berburu di malam hari dan di siang harinya mereka menyamar menjadi manusia dan berbaur dengan warga kota S ini..." Kata Ipan menjelaskan kejadian semalam.


Semua orang terdiam untuk yang kesekian kalinya berkat penjelasan Ipan, mereka sekarang jadi lagi untuk melawan pari iblis jika kekuatan nya saja sekuat itu bahkan jendral jenius dan kuat seperti Ipan saja tak bisa membunuh nya apalagi dengan pasukan nya.


" Jika apa yang di katakan Ipan benar. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ..." Tanya Nita .


" Kita tetap melakukan rencana ka Nita ... Cuman yang jadi umpan adalah kita sendiri Paran jendral, dan untuk pasukan kita mereka akan memantau dari jauh untuk membantu kita jika situasi keluar dari rencana..." Kata Ipan. Semua orang setuju dengan rencana Ipan dan mereka akan memulainya dari nanti malam.


6 bulan berlalu dengan cepat. Rencana yang di jalan kan Ipan dan jendral yang lain menghasilkan yang memuaskan setiap minggunya mereka berhasil membunuh 3-4 iblis. Dan sesuai dengan perkiraan Ipan kekuatan iblis yang mereka bunuh melebihi iblis pada umumnya. Walaupun di kubu pasukan pemburu iblis tak memakan korban tapi untuk membunuh iblis iblis itu cukup menguras tenaga.


Di malam hari saat semua orang berada di rumah mereka seorang wanita di kejar oleh 4 orang pria dan 2 wanita yang membawa pedang dan saber. Mereka adalah para pemburu iblis yang sedang mengejar iblis wanita yang pernah di lawan Ipan yaitu Lina seorang manusia iblis bintang 4 hasil ciptaan Jian.


" Sial aku di jebak olah manusia sialan itu...." Kata Lina terus berlari dengan memegangi lengan yang sudah hampir putus dan ada beberapa bagian dari tubuh nya yang terluka juga.


" Sial kenapa wanita iblis itu sangat cepat... Baiklah, rasakan ini..." Teriak Ipan melemparkan granat ke arah Lina.

__ADS_1


BOOOOMMMM


" Akkkhh..." Lina terlempar ke pinggir dan menghantam tembok dengan keras. Luka yang ia alami semakin parah dan satu lengan nya putus dan dari perpotongan lengan nya darah Mitan mengalir deras seperti sungai.


" Sekarang kau mau lari kemana wanita iblis..." Kata ala satu pasukan pemburu iblis. Dan segera mereka mengelilingi Lina dari setiap sisi. Lina merapatkan giginya kesal andai saja dia lebih hati-hati pasti dia tak akan bernasib seperti sekarang. Ipan dan pasukan nya mengangkat senjata mereka dan bersiap untuk menyerang Lina.


Tapi...


" Hohoho ... Apakah pantas kalian mengeroyok seorang wanita dengan keadaan nya yang sangat menyedihkan..." Kata seseorang dari atas. Seketika semua melihat ke atas dan melihat seseorang yang melayang di udara tanpa bantuan alat apapun. Ipan dan pasukan nya mundur dan menjadi waspada mereka bisa merasakan aura yang berbeda dari pria ini dari iblis lain nya.


" Tu-tuan ... " Kata Lina melihat tuan nya datang menyelamatkan nya. Ipan mengerutkan keningnya, apakah wanita ini baru saja memanggil pria itu dengan sebutan tuan. Siapa pria ini pikir Ipan.


" Hem... Lina kau membuatku kecewa " kata Iyan dan turun di depan Lina.


" Tuan maafkan aku aku mohon aku tak akan melakukan kesalahan lagi tuan... Tolong tuan ampuni aku.." kata Lina memohon dan bersujud di kaki Iyan. Iyan hanya menatap Lina lalu ia menendang Lina sampai membentur ke tembok dengan keras dan mengeluarkan seteguk darah.


" Tu-tuan aku mohon..." Kata Lina dengan tubuh gemetar.


" Aku sudah sering memberimu kesempatan, tapi apa kau selalu melakukan kesalahan yang sama dan selalu membuat rencana ku kacau..." Kata Iyan . Lalu ia mengangkat lengannya dan Lina pun mengapung di udara Iyan mengepalkan tangan nya seketika tubuh Lina hancur menjadi potongan daging dan berserakan di mana-mana.


Ipan dan pasukan nya merinding melihat bagaimana dengan kejamnya Iyan membunuh bawahan nya dengan kejam. Ipan memandang Iyan dengan aneh ia seperti kenal dengan orang ini tapi siapa pikir Ipan.


Iyan hanya menatap Ipan dan pasukan nya dengan tenang. Lalu ia berjalan perlahan mendekati Ipan dan berhenti di hadapan Ipan yang hanya berjarak sekitar setengah meter saja.


" Teman, tidak. Dia bukan teman ku... Dan kenapa aku membunuh nya itu karena aku tak membutuhkan orang tak berguna seperti dia." Kata Iyan sambil menunjuk ke arah tumpukan daging Lina.


" Dan kau, apakah kau jendral muda yang sering orang-orang bicarakan itu... " Kata Iyan sambil menatap Ipan .


Ipan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Iyan, kenapa dia menanyakan sesuatu seperti itu dan apakah dia tak takut dengan nya dengan jarak sedekat ini pikir Ipan .


" Mengapa aku harus takut padamu..." Kata Iyan membuat Ipan kaget dan mengangkat senjatanya waspada. Ia bisa merasakan kalau Iyan bukanlah iblis biasa.


" Siap kau . Dan kenapa kau mencari ku..." Kata Ipan dan bersiap untuk menyerang Iyan dengan pedang panjang yang bersinar merah di tangan nya. Iyan terkekeh kecil melihat kewaspadaan Ipan.


" Tenanglah aku tak akan membunuh mu... Aku hanya ingin tau apakah kau sekuat yang aku dengar dari orang-orang ..." Kata Iyan.


" Apa maksudmu..." Ipan mengerutkan kening dan ia merasa bahaya yang besar akan segera datang padanya.


" Bertarung lah denganku, jika kau menang aku akan melepaskan kau dan pasukan mu jika kau kalah maaf jika aku harus membunuh kalian..." Kata Iyan.


" Bangsat... Apa kau pikir kami takut padamu, " kata salasatu dari bawahan Ipan. Iyan mengerutkan keningnya dan mengibaskan tangan nya santai ke arah pemuda itu dan seketika tubuh si pria terbelah menjadi dua. Semua pasukan Ipan kaget dan mundur secara tak sadar karena takut bahkan ada juga yang kakinya gemetar.

__ADS_1


" Aku hanya ingin bertarung dengan mu...em gini saja jika kau bisa menahan satu serangan dariku aku akan melepaskan kalian bagaimana..." Kata Iyan.


Ipan terdiam dan berpikir jika ia mati bukan kah umat manusia akan kehilangan salasatu pelindung mereka, tapi jika ia menolak itu juga percuma karena ia yakin pria ini tetap akan membunuhnya bagaimanapun nantinya .


" Baiklah aku akan menerima tantangan mu... Tapi, kau juga harus menerima 3 serangan dariku..." Kata Ipan. Iyan tersenyum puas dan berbalik ke tempat yang lebih luas dan di ikuti Ipan di belakang.


Setelah sampai di tengah jalanan Ipan memasang kuda kudanya untuk menyerang sedangkan Iyan dia hanya berdiri dengan tenang tanpa melakukan apapun. Ipan berlari ke sisi kanan dan melompat tinggi lalu memberikan tebasan pedang yang mampu memotong besi. Tapi sayang bagi Iyan serang Ipan hanyalah serangan biasa dan tak akan mempan pada nya.


KALLANG...


Suara dentuman dua buah besi terdengar nyaring. Ipan terkejut bahkan pasukan nya ada yang sudah terduduk lemas melihat bagaimana mudahnya Iyan menangkis serangan Ipan hanya dengan tangan kosong saja.


Ipan melompat ke belakang dan bersiap memberikan serangan yang kedua. Tapi sayang serangan kedua juga tak dapat melukai Iyan bahkan serangan ketiganya pun sama dapat dengan mudah di tahan oleh Iyan hanya dengan tangan kosong saja.


" Ah... Apakah cuma segini saja kekuatan jendral muda yang dikatakan orang... Kau membuat ku kecewa, baiklah sekarang giliran ku bersiaplah jendral..." Kata Iyan lalu ia menghilang dan muncul di hadapan Ipan. Hanya dengan satu pukulan dari Iyan Ipan terlempar ke belakang dan dan menabrak dinding dengan keras sampai dinding itu retak.


Ipan memuntahkan darah segar dari mulutnya dan berusaha menahan sakit dari serangan yang di berikan Iyan. " Dia sangat kuat... Bahkan kekuatan nya 10 kali lebih kuat dari wanita iblis yang tadi... " Kata Ipan sambil berusaha berdiri.


" Jendral..."


" Jendral..."


Semua bawahan Ipan segera menghampiri Ipan dan membantu Ipan berdiri. " Jendral kau tida apa-apa ..." Kata sala satu wanita itu. Ipan hanya menggelengkan kepalanya. Ipan segera menatap Iyan dengan perasaan cemas dan takut.


" Oalah... Kau tak bisa menahan serangan kecil dariku, mana yang katanya jendral muda yang kuat dan berani ..." Kata Iyan.


Iyan maju mendekati mereka dengan senyum menyeramkan di wajah tampan nya. " Baiklah saatnya menagih janji... Aku akan membunuh kalian, tapi agar kalian tida mati penasaran karena tak tau siap yang membunuh kalian aku akan memperkenalkan diri pada kalian." Kata Iyan lalu ia membuka jubahnya . Ipan gemetar dan tak kuasa menahan tubuhnya. Bukan karena takut tapi orang yang selama ini ia rindukan ada di hadapan nya .


Dengan gemetar Ipan berusaha berjalan ke depan dengan air mata yang tak bisa di tahan lagi. " Ka-kaka, Kaka apa itu kau...." Kata Ipan dengan suara serak. Semua pasukan Ipan terkejut dengan kata-kata Ipan, dan memandangi Iyan dengan aneh.


" Hem... Kaka, kenapa kau memanggilku Kaka. Setahuku aku tak memiliki adik..." Kata Iyan sambil memegang dagunya seakan akan sedang berpikir.


" Kaka apa kau lupa dengan ku, aku Ipan adik mu dan, dan kenapa kau menjadi seperti ini.... Kenapa kau menjadi seperti ini Ka aku mohon hentikan apa kau tak mengenalku... Ayo ka kita pulang ibu pasti bahagia jika melihat Kaka masih hidup..." Kata Ipan dengan perlahan terus berjalan ke depan. Iyan hanya mengerutkan keningnya, kenapa manusia ini memanggilku Kaka aku kan tak memiliki adik dan aku adalah anak termuda dari jendral Jian... Ah sudah lah mungkin manusia ini sudah gila. Pikir Iyan .


Ipan terus mendekati Iyan sampai di hadapan Iyan dan bersiap untuk memeluk kakak yang selama ini dia rindukan, tapi apa yang ia rasakan selanjutnya adalah sesuatu yang menembus perutnya. Ia melihat ke bawah dan ia melihat Iyan menusuk nya dengan besi hitam .


" Ke-kenapa Kaka ... Kenapa..." Kata Ipan sebelum ia terjatuh dengan perasaan terkejut dan tak percaya bahwa ia akan mati di tangan kakaknya sendiri.


" Hei dengar baik baik aku bukan Kaka mu, aku Iyan anak terakhir dari jendral Jian... Dan aku tak mengenalmu jadi jangan panggil aku dengan sebutan Kaka..." Kata Iyan berbisik di telinga Ipan.


Lalu Iyan memandangi sisa pasukan Ipan dan tersenyum. Semua pasukan Ipan terdiam melihat jendral mereka mati di tangan pemuda yang memiliki wajah yang mirip dengan jendral mereka. Tapi ketika mereka melihat senyum Iyan mereka menggigil. Mereka bersiap untuk menyelamatkan diri tapi sebelum semua berlari mereka merasakan di gin di leher mereka dan tak lama semua kepala mereka jatuh ke tanah.

__ADS_1


__ADS_2