
Lina masih membungkuk kan badan nya. Ia masih tak berani mengangkat tubuhnya jika tuan nya belum memerintahkan nya untuk bangun. ia berpikir kenapa tuan nya tak berbicara bahkan tak melihat ke arahnya, ta lama ia baru sadar kalau tuan nya tak suka dengan orang yang mencoba mendekatinya dan menggodanya. Ia segera bersujud dan membentur-benturkan kepala ke lantai.
" T-tuan, ampuni hamba tuan... Bukan maksud hamba untuk menggoda tuan maaf kan kesalahan saya tuan saya mohon ampun tuan....say~. akkkhh " sebelum Lina menyelesaikan ucapannya. Ia melayang ke udara dan di kelilingi dengan api yang sangat panas membentuk cambuk dan ia di cambuk di udara dengan cambuk api itu sampai tubuh Lina di penuhi luka dan mengeluarkan darah hitam.
Lina terjatuh dan meringkuk kesakitan, dengan bersusah payah dia bersujud lagi meminta pengampunan dari Iyan. " Tuan maafkan saya... Saya tak akan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya..." Kata Lina dengan tubuh yang bergetar karena rasa sakit dari luka yang ia derita.
Iyan menatap Lina dingin, " kau tau kan kesalahan mu... Ingat aku tak suka dengan kelakuan mu yang seolah olah kau menggoda ku dengan tubuh mu itu... Apa kau mengerti". Kata Iyan. Lina langsung mengangguk dengan cepat karena tak ingin mendapatkan hukuman dari tuan nya lagi, cukup 1 kali saja ia mendapatkan hukuman .
" Baiklah apa yang kau dapatkan ...." Kata Iyan.
Lina lalu memberitahukan apa yang ia dengar dari pria di restoran yang mengatakan tentang pasukan pemburu iblis dan tentang jendral muda yang berhasil membunuh 15 iblis bintang 4 dengan mudah. Iyan terkejut ketika ada manusia yang dapat membunuh iblis bintang 4 dengan mudah, Iyan tersenyum dan merasa tertantang dengan jendral muda itu.
" Hem... Jendral muda ya menarik, aku ingin lihat seberapa kuat dia... Baiklah kau boleh kembali " kata Iyan.
" Baik tuan ... Saya permisi" kata Lina . Lalu ia segera pergi dari ruangan itu dengan cepat.
Iyan memandangi 2 orang yang ia ikat di tembok, ia mendekati mereka dan tersenyum kepada mereka.
" Bangunlah, aku tau kalian sudah sadar dari tadi. Jadi jangan berpura-pura pingsan lagi...." Kata Iyan pada mereka. Mendengar kata-kata Iyan mereka membuka matanya dan menatap Iyan dengan penuh kebencian.
" Hei, kenapa kalian menatap ku seperti itu... Bagaimana jika kalian memberitahu aku lebih banyak tentang jendral muda itu. Tenang aku tak akan membunuh kalian berdua.... Tapi mungkin aku akan sedikit bermain dengan kalian " kata Iyan sambil mengeluarkan api dari telapak tangan nya.
__ADS_1
Mendengar itu mereka merapatkan giginya kesal dan ingin rasanya mereka mencincang Iyan dan memberikan dagingnya pada anjing peliharaan mereka.
" Kenapa kalian diam saja Hem... Padahal aku tak membuat kalian kehilangan suara kalian loh...apa perlu aku paksa kalian bicara" kata Iyan sambil mendekatkan api yang ada di tangan nya pada pemuda itu.
" Hentikan, apa mau mu. Jangan kau sentuh adikku dengan tangan kotor mu itu..." Kata si wanita marah.
," Wah ternyata kau bisa bicara juga ya... Baiklah aku tak akan menyentuh adik mu, tapi kau harus bermain denganku bagaimana.." kata Iyan, sambil menghilangkan kembali api di tangan nya.
Si wanita melotot dan semakin merapatkan giginya kesal " jangan harap aku mau bermain dengan mu... Lebih baik aku mati dari pada harus memberikan tubuh ku pada iblis jelek sepertimu.." teriak si wanita.
Iyan melotot mendengar perkataan si wanita tapi tak lama ia tertawa dengan keras.
" Hahaha.... Apa kau bodoh, aku juga tak mau tubuhmu yang tak berisi itu. Lagian siapa juga yang mau tubuhmu.... Dan kau bilang aku iblis jelek." Kata Iyan, lalu ia berjalan mendekati si wanita dan mendekatkan wajahnya dengan wajah si wanita.
Si wanita kaget dengan Iyan yang mendekatkan wajah nya. Iya memang ia mengakui kalau Iyan adalah pria yang tampan dan ia juga yakin hanya ada 1 atau 2 orang saja di kota S ini yang memiliki wajah tampan seperti Iyan. Tan pa ia sadari kalau pipinya merona merah karena malu.
" Ka- kau jauhkan wajah jelek mu dariku..." Kata si wanita dengan gugup.
" Ais kau ini, kenapa kau selalu bilang aku ini iblis jelek... Asal kau tau ini adalah wujud asliku sebagai iblis. Apakah wujud ku ini terlalu jelek... Ais kenapa aku malah membicarakan wujud ku padamu..." Kata Iyan.
Iyan duduk kembali ke kursinya dan menatap 2 manusia yang menempel di tembok itu, ia menatap si wanita lalu menatap si pria secara bergantian.
__ADS_1
" Kenapa kalian berdua diam saja... Ayolah tak asik jika hanya aku yang bicara, em . Gini saja silahkan kalian mau bicara apapun dan menanyakan apapun padaku, aku akan menjawabnya. Bagaimana, mumpung aku lagi baik hati..." Kata Iyan sambil tersenyum pada mereka.
Si pria dan wanita saling pandang. Apakah semua iblis seperti ini tak tau malu dan bersikap aneh !!! Pikir mereka berdua.
" Apa kau serius akan menjawab semua pertanyaan kami..." Kata si pria, yang mulai berbicara. Iyan hanya menanggapinya dengan anggukan kepala saja.
" Siap kau sebenarnya dan kenapa kau menangkap tapi tapi kau tidak membunuh kami..." Tanya si pria.
" Em, aku. Aku adalah Iyan iblis bulan darah bintang 5 dan salasatu dari 15 jendral iblis.... Dan kenapa aku tak membunuh kalian. Soal itu.. aku juga tak tau kenapa aku lebih suka melihat kalian hidup dari pada mati..." Kata Iyan sedikit bingung dengan apa yang ia rasakan.
2 manusia itu saling pandang mendengar perkataan Iyan. " Jadi kau adalah jendral iblis...." Kata si wanita tak percaya. Iyan hanya menganggukkan kepalanya. Si wanita bergetar karena takut setau dia jendral iblis adalah iblis paling kejam dan ia sudah lihat tadi bagaimana Iyan menghukum bawahan nya dengan kejam.
" Kenapa kau datang ke dunia kami dan apa yang kalian inginkan di dunia kami ini.... Apa kalian tak tau akibat ulah kalian kami menjadi kesusahan dan harus terus bersembunyi dari kalian..." Kata si pria marah.
" Hei... Kenapa kau marah, seharusnya aku juga marah karena kalian telah membunuh banyak dari pasukan ku... Dan kau bertanya apa yang kami cari, em baiklah karena kalian akan mati aku kan memberitahu kalian semua nya..." Kata Iyan lalu ia berdiri.
" Tujuan kami hanya 1 yaitu mencari kristal darah yang terjatuh ke alam kalian 3 ribu tahun yang lalu , setelah itu kami akan menguasai dunia kalian dan menjadikan kalian budak kami... Bagaimana apa sudah jelas." Kata Ian sambil tersenyum mengerikan.
Mereka berdua menggertak kan gigi mereka dan menatap Iyan dengan tajam. " Dasar Ibis... Kami tak akan membiarkan kalian menguasai dunia kami ka~~" sebelum si pria menyelesaikan kata katanya kepalanya lepas dan menggelinding ke lantai, darah pun keluar dari perpotongan lehernya seperti air mancur.
" Akkkhh... Jun tidakkk ..." Teriak si wanita ia menatap Iyan dengan penuh kebencian. Iya akan mengatakan sesuatu tapi sayang dia terlambat, dia melihat Iyan yang muncul dihadapan nya dan dadanya di tembus dengan tangan Iyan tepat di jantungnya. Lalu Iyan menarik keluar jantung si wanita dan menggenggamnya dengan erat sampai hancur.
__ADS_1
Iyan menatap kedua mayat itu lalu ia membakarnya sampai menjadi debu dan menghilang. Ia kembali duduk dan membersihkan tangan nya yang penuh darah. Ia kembali menatap keluar ke arah gedung pasukan pemburu iblis sambil tersenyum.
" Jendral muda aku tak sabar ingin bertemu dengan mu, di saat itulah hari kematian mu akan tiba... Hahaha". Kata Iyan sambil tertawa keras. Lalu ia menghilang dari ruangan itu.