holy demon god emperor

holy demon god emperor
chapter.2 : iblis bulan darah


__ADS_3

Monster itu terus mencabik cabik tubuh si pria dan ada beberapa bagian yang di makan oleh mahluk itu.


Banyak polisi yang mengepung mahluk itu dan mengerahkan pistol mereka ke mahluk yang sedang asik mencabik cabik dan memakan daging pria itu.


" Astaga monster apa ini..."


" Ueek... Menjijikan sekali... Monster ini sangat menjijikan.."


Ucap beberapa polisi yang mengepung mahluk itu.


" Semua nya bersiap untuk menyerang monster ini... Jangan biarkan di ka~~"


Sebelum sala satu dari polisi itu menyelesaikan kata katanya tubuhnya limbung kejatuhan sesuatu dari langit . Teman nya yang ada di dekatnya kaget dan segera menjauh dari sana, terlihat mahluk yang sama di atas tubuh teman nya dan kepala teman nya hancur karena di injak mahluk itu.


KYAAAAAKKK


Monster itu menjerit keras. Dan melompat ke arah poli lain dan mengayunkan lengan nya dengan kuku yang tajam ke arah polisi itu.


Bukan hanya di tempat polisi itu saja tapi di berbagai tempat di kota B banyak mahluk yang sama berjatuhan dari langit dan membantai manusia. Banyak orang yang mulai mati di kota B karena di serang oleh mahluk itu bukan hanya di bantai tapi ada juga yang memakan manusia dan mencabik cabik tubuh nya.




" Ayah, tidak...."



" AYAHHHHH.."



Ian dan Ipan berteriak keras melihat ayah nya di terkam oleh mahluk yang turun dari langit, bukan hanya Hans yang di terkam bahkan banyak tetangga nya juga yang di terkam dan di makan dagingnya atau di hisap darah nya sampai kering.



" Iyan, Ipan ayo cepat kita pergi dari sini, sebelum mahluk itu mengejar kita..." Ucap Mia , ibu Iyan dan Ipan.



" Tapi ibu, a-ayah... Ayah..." Iyan tak bisa berkata kata, seluruh tubuhnya gemetar melihat ayah nya mati di depan matanya sendiri.


__ADS_1


" Sadarlah, ayah kalian mengorbankan nyawanya untuk kalian ... Jangan membuat pengorbanan ayah kalian sia sia... Ibu.. ibu juga tak rela kehilangan ayah kalian, tapi ini bukan saat nya kita sedih kita harus bisa selamat. Kita akan pergi dari kota ini..." Ucap ibu Iyan Sambil menarik tangan ke dua anak nya.



Iyan tersadar dan menatap ibu dan adik nya. Ia menggendong Ipan dan memegang tangan ibunya, mereka berlari masuk ke dalam hutan. Sebelum berhasil masuk ke hutan sesuatu menghantam tubuh Iyan dari belakang dan Iyan pun terjatuh ke tanah ibu Iyan dan Ipan di dorong Iyan masuk ke hutan tapi sesaat Iyan akan bangkit berdiri ia kembali jatuh dan kepalanya di injak oleh mahluk itu.



" Kaka..."



" Iyan.... Tidak ..."


Mia dan Ipan berteriak saat melihat Iyan di terkam oleh mahluk aneh itu. Iyan tersenyum kepada mereka berdua dan dia meneteskan air mata lalu berteriak kepada ibu dan adik nya supaya segera pergi dari sana.



Awalnya ibu dan adik Iyan tak ingin pergi meninggalkan Iyan tapi Iyan terus berteriak agar mereka pergi dan pada akhirnya ibu Iyan membawa Ipan pergi ke dalam hutan meninggalkan Iyan dengan air mata yang terus berjatuhan membasahi pipinya.



Setelah Iyan tak melihat ibu dan adik nya ia meneteskan air mata dan menatap mahluk yang ada di atas tubuh nya, Iyan sudah pasrah jika ia akan mati detik ini juga ia juga berharap ibu dan adik nya akan selamat dan berhasil keluar dari kota B . Iyan memejamkan matanya saat melihat mahluk itu mengangkat tangan nya dan bersiap untuk memotong kepalanya.




" Berhenti, jangan bunuh dia . Bawa di aku membutuhkan nya untuk eksperimen ku. " Teriak seorang yang kedengaran seperti pria berumur 30 an.



Iyan membuka matanya dan melihat ke arah suara, ia bisa melihat seseorang datang menghampirinya tapi setelah semakin mendekat alangkah terkejut nya Iyan karena yang berteriak adalah sosok mahluk yang sama dengan mahluk yang ada di atas tubuh nya cuma bedanya tubuh mahluk itu lebih seperti manusia yang memiliki 2 tanduk di kepalanya dan mata yang merah menyala dan kulit putih seperti manusia namun ada beberapa corak merah di beberapa bagian tubuh nya seperti tato.



Mahluk itu berhenti di dekat Iyan dan menatap Iyan sambil tersenyum. Saat Iyan melihat senyum mahluk itu Iyan merasa perasaan nya tak enak dan tubuhnya bergetar hebat.



" Manusia kau akan menjadi percobaan ku..." Itulah yang di katakan mahluk itu kepada Iyan, mahluk itu berbalik dan berteriak lantang kepada semua mahluk lain nya.


__ADS_1


" Wahai pasukan ku... Dengarkan aku, jangan bunuh manusia manusia itu tangkap beberapa manusia yang masih muda untuk menjadi mainan ku dan untuk manusia yang sudah tua kalian boleh membunuh nya..." Ucap mahluk itu.



KYAAAAAKKK



teriak setiap monster seakan mereka berkata, siap laksanakan pimpinan!



Iyan yang mendengar itu merapatkan giginya dengan berusaha ia berteriak kepada manusia bertanduk itu.



" Bajingan... Dasar monster, kenapa kau mengganggu kami. Dasar monster biadab..." Teriak Iyan kepada manusia bertanduk itu.



Manusia bertanduk itu berbalik menatap Iyan tapi sesaat ia tertawa dengan keras.



" hahaha... Dasar manusia bodoh kau bilang kami monster biadab. Apa kamu pikir kami monster hah.." ucap manusia bertanduk itu.



" Ia kalian adalah monster... " Teriak Iyan marah.



" Hahaha... Dasar bodoh, kami bukan lah monster...biar ku beri tau kami adalah iblis bulan merah dari alam bulan darah, dan aku adalah Jian iblis bulan darah alam 5 dan aku juga jendral atau pemimpin dari semua iblis bulan darah ini.." ucap manusia bertanduk itu atau Jian.



Iyan mengerutkan keningnya ketika mendengar kata kata Jian. Iblis..? Iblis bulan darah!! Jendral iblis..


Hello apa kau bercanda, kau bilang kau adalah iblis mahluk yang sering di katakan penghancur dan musuh alami manusia.



Jian atau jendral Jian berbalik dan menghilang dari sana. Sedangkan Iyan dia di seret dan di bawa terbang menuju pusaran energi di atas kota B. Iyan berusaha melepaskan diri tapi ia tak mampu karena tenaga iblis ini sangat kuat, Iyan bisa melihat banyak manusia yang seumuran dengan nya dan ada yang lebih muda darinya di bawa ke pusaran energi sama seperti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2