
Masalah kian berganti.
Bukan hanya sekte pedang langit saja yang kekuatan nya setara dengan organisasi bintang hitam tapi juga ada 2 sekte Lain nya dan ada 1 keluarga yang kekuatan nya hampir setara dengan organisasi bintang hitam. Nama sekte Dan keluarga itu adlah sekte samudra Bing sekte besar aliran suci, sekte lembah tengkorak sekte besar aliran hitam dan keluarga min satu-satunya keluarga bangsawan terkuat penguasa benua selatan.
* * * * * * * * * * * * * *
Malam itu berlaku dengan cepat kerena tak ada yang mengganggu Bing yan'er dan bawahan nya di penginapan bintang karena penginapan itu terkenal dengan para penjaganya yang kuat dan tak pandang bulu.
Pagi hari Bing yan'er dan yang lainnya sedang sarapan pagi di tempat yang sudah di sediakan oleh penginapan. Dan sesuai janji mo jin kalau semua bawahan mo jin tak ada yang mengetahui identitas Bing yan'er hanya ada 2 bawahan kepercayaan mo jin saja yang tau dan sala satunya tentu saja sang anak Duan Du . Duan Du saat mendengar identitas Bing yan'er yang asli langsung bersemangat karena ayahnya pernah berjanji jika ada keluarga organisasi dari alam nirwana yang turun ke dunia dewa ia boleh ikut untuk mencari pengalaman bertarung.
Saat ini Bing yan'er sedang santai memakan makanan nya dengan tenang berbeda dengan beberapa bawahannya yang memakan makanan dengan begitu lahap terutama Ling Han dan Tian yu mereka berdua belum pernah memakan makanan manusia jadi wajar bagi mereka jika menemukan rasa yang baru di lidah mereka. Bing yan'er dan 2 bawahan lainnya hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan kedua rekan mereka ini.
Tap tap....
Terdengar suara langkah kaki yang mendekati meja mereka Bing yan'er mengalihkan pandangan nya dan melihat seorang gadis dengan beberapa pengawal di belakang nya menghampiri meja Bing yan'er. Karena merasa tak memiliki masalah dan keperluan dengan mereka Bing yan'er dan yang lainnya kembali memakan makanan mereka dan tak mempedulikan gadis itu.
" Hei anak muda.... Nona kami ingin duduk di sini jadi pergilah...." Kata sala satu pengawal si gadis yang memiliki badan kekar dan kekuatan nya berada di ranah dewa perak .
" Kau bicara dengan ku...." Bing yan'er malah memberikan pertanyaan pada mereka. Dan itu membuat beberapa pengawal si gadis marah dan menggertakan gigi mereka .
" Hei bocah.... Sebaiknya kau cepat pergi sebelum ku penggal kepalamu.." ancam pengawal lainnya dan mengeluarkan pedangnya bersiap menyerang. Bing yan'er dan bawahannya hanya melihat mereka sesaat dan kembali makan makanan mereka. Si gadis yang melihat sikap Bing yan'er yang tak mempedulikannya mengerutkan kening nya dan memerintahkan satu pengawalnya untuk menyerang Bing yan'er. Pengawal yang tadi tersulut emosinya langsung menyerang Bing yan'er dengan pedangnya yang sudah di lapisi energi.
Trrraang....
__ADS_1
Suara dentuman dua besi terdengar jelas dan membuat semua pengunjung penginapan menatap ke arah Bing yan'er dan mereka melihat tuan muda penginapan bintang atau Duan Du menghalangi serangan pengawal itu dengan pedang nya.
" Nona apakah kau ingin mencari keributan di penginapanku ..." Kata Duan Du sambil mengeluarkan kekuatannya yang berada di ranah dewa giok tingkat tinggi tahap awal. Seketika si gadis dan pengawalnya mundur karena mereka tau siapa pemuda ini walaupun dia sering di sebut pecundang dan sampah oleh warga kota ini tapi tida dengan kota lain mereka mengenal pemuda ini dengan sebutan dewa pembantai karena ia tak akan membiarkan satupun orang yang mengganggunya hidup.
" Ah.... Maaf tuan muda Du. Bukan maksud saya untuk mencari masalah di tempat anda.... Kalau begitu saya permisi tuan muda ..." Kata si gadis dan ia serta bawahannya segera pergi dari penginapan ini secepat mungkin karena takut kalau Duan Du mengejar mereka.
Para pengunjung penginapan yang melihat kemunculan Duan Du untuk membela Bing yan'er jadi heran dan saling berbisik bahkan ada pengunjung yang berasal dari kota YANXI sendiri yang membicarakan nya.
" Hei bukankah ia si sampah itu ... Kenapa ia memiliki kekuatan yang kuat seperti ini..."
" Ia sepertinya ia menggunakan cara terlarang untuk meningkatkan kekuatannya...."
Kata beberapa orang yang berasal dari kota YANXI sendiri temannya yang berasal dari kota lain Langsung mengoreksi kata kata mereka. " Apa kau tak tau tuan muda Du itu memang sangat kuat... Bahkan sebelum ia pindah ke kota ini pun ia sering membantai orang yang menyinggung nya tanpa sisa dan ia sering di sebut dewa pembantai ..." Kata satu gadis yang duduk tak jauh dari mereka. Mereka mengerutkan kening mereka dan tak mempercayai apa yang teman mereka katakan.
" Apa kau yakin saudari...."
Duan Du tak mempermasalah kan ucapan orang orang di sekitarnya ia lebih memilih memperhatikan tuan mudanya dari pada orang-orang tak penting menurutnya
" Tuan muda apakah anda tak apa-apa..." Kata Duan Du sambil membukukan badan nya hormat. Bing yan'er yang melihat perubahan sikap Duan Du mengerutkan alisnya . Tak lama ia paham kalau Duan Du tau identitasnya dari mo jin Bing yan'er menghela napas lemas padahal ia tak ingin ada orang yang mengetahui identitasnya karena itu akan merepotkan baginya.
" Aku tak apa .... Kau kembalilah lakukan tugasmu..." Kata Bing yan'er. Suandi mengangguk dan pergi meninggalkan Bing yan'er dan bawahannya.
Sementara orang-orang kembali ricuh dengan sifat Duan Du yang begitu hormat pada Bing yan'er
" Siapa pemuda itu. Sampai sampai dewa pembantai menghormatinya...."
" Aku juga tak tau aku tak pernah melihat nya...." Kata beberapa pengunjung Bing yan'er mulai risih dengan para pengunjung penginapan yang tak berhenti berbicara dan membuat nya tak napsu makan. Sementara di pojok ada tiga orang yang sedari tadi memperhatikan mereka dari pojok .
__ADS_1
" Apa kalian tau siapa pemuda itu sampai membuat junior Du begitu hormat padanya...." Kata sala satu dari mereka. Kedua rekannya hanya menggelengkan kepala mereka pertanda mereka juga tak tau siapa pemuda itu. " Hah... Sepertinya aku harus menanyakan nya langsung pada junior Du atau pada senior mo langsung untuk mendapatkan jawabannya " desahnya dalam hati.
* * * * * * * * * * * * * * * * *
Setelah selesai makan Bing yan'er dan bawahannya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka karena jika mereka tinggal di kota ini lebih lama itu akan membuat identitas dari Bing yan'er cepat terbongkar.
Saat di perjalanan menuju luar kota mereka di jegal oleh beberapa orang. Mereka memakai seragam yang sama seperti dari sebuah sekte..
" Berhenti bocah..." Kata orang yang menjadi pemimpin nya.
Bing yan'er mengerutkan keningnya karena tak mengenali orang orang ini. " Maslah apa lagi yang mendatangiku..." Desah nya.
" Maaf sebelumnya senior. Apa kah kita pernah bertemu karena aku merasa aku tak pernah bertemu dengan anda sebelumnya..." Kata Bing yan'er .
" Hahaha kita memang tak pernah bertemu .... Tapi kau sudah memukul adik ku dan membuatnya tak sadarkan diri sampai sekarang. Maka dari itu kau harus menerima balasan nya...." Kata pemuda itu yang bernama sen Ki Kaka dari sen ju . Bing yan'er mengerutkan keningnya ia berpikir sebelumnya ia tak pernah memukul seseorang . Tapi tak lama ia membuka matanya lebar-lebar dan menatap Tian yu. Tian yu yang mendapatkan tatapan dari Bing yan'er segera mengalihkan pandangan nya.
" Ah maaf senior ... Waktu itu saudaraku tak bermaksud memukuli adik dari senior ..." Kata Bing yan'er .
" Ah banyak bicara. Hajar dia...." Kata sen Ki dan 4 bawahannya maju menyerang Bing yan'er dan bawahannya.
" Tuan muda biar aku saja yang menghajar mereka. Karena aku yang memulai nya ..." Kata Tian yu.
" Bukankah ini yang kamu inginkan Tian yu..." Kata long yang sementara Tian yu hanya menggaruk kepalanya sam bil tersenyum konyol . Bing yan'er menggelengkan kepalanya dan berkata " pergilah lakukan apa yang kau suka..." . Setelah mendengar perintah dari Bing yan'er Tian yu langsung bersiap menyambut serangan mereka dengan pedang angin yang ada di tangan nya.
Bing yan'er dan yang lainnya hanya diam dan tak membantu Tian yu karena lawan nya hanya berada di ranah dewa perak dan paling tinggi dewa perak tingkat menengah tahap awal jadi mereka tak khawatir dengan Tian yu.
Berbeda dengan sen Ki dan kawan nya mereka tertawa lepas karena melihat lawannya yang mengirimkan seorang remaja untuk melawan teman mereka. Mereka yakin bahwa ke 4 teman nya bisa membuat Tian yu langsung kalah. Tapi apa yang mereka pikirkan berbeda dengan harapan. Sebelum serangan mereka mengenai Tian yu . Tian yu langsung menggerakkan pedang nya santai dan seketika tubuh ke 4 orang itu langsung Ter belah manjadi dua dan mereka mati dengan mata melotot karena tak terima mati begitu saja apalagi di tangan seorang bocah berusia 16 tahun .
__ADS_1