holy demon god emperor

holy demon god emperor
chapter. 18 : wanita aneh


__ADS_3


Wanita aneh



Bing yansan bukan kembali ke alam nirwana tapi kembali ke alam yang yang ta bernama tapi berlimpah sumber daya itu. Saat Bing yansan sampai di sana ia langsung di sambut dengan dua sosok berjubah hitam mereka adalah orang yang menyelamatkan Bing yansan dulu.


" Yansan ada apa kau kembali kesini... Apa kau membutuhkan bantuan kami lagi..." Data sala satu dari mereka suaranya terdengar seperti perempuan sangat lembut. Tapi Bing yansan tau dibalik suara yang lembut itu sosok ini sangat menyeramkan saat marah.


" Salam tuan ... Maaf jika hamba mengganggu tuan hamba hanya membutuh kan sedikit bantuan dari tuan..." Ucapnya.


" Hem ....apa itu, apa kau ingin kami melatih 3 bocah ini..." Kata salasatu dari mereka kini suara yang keluar suara lelaki terdengar sepuh.


" Ia tuan..." Kata Bing yansan .


" Baiklah tapi sebelum itu siapa mereka sampai kau ingin kami melatih mereka..." Katanya lagi.


" Mereka adalah anak saya tuan ...."


" Baiklah karena mereka anakmu kami akan melatih mereka...sekarang bawa mereka ke istana bintang yansan..." Katanya dan Bing yansan hanya menganggukkan kepalanya dan menghilang dari sana.


" Apa kau yakin ingin melatih mereka paman.... Apakah mereka akan setia seperti yansan..." Kata wanita itu dan membuka penutup kepalanya dan terlihat wajah yang sangat cantik dengan lambang bintang di dahinya dan mata yang bercahaya emas...


" Tenang saja aku melihat mereka adalah orang yang paling setia ... Apa kau lupa bahwa paman mu ini bisa melihat isi dalam tubuh seseorang jao'er kata pria sepuh itu.


" Ya..aku tau. Baiklah terserah paman saja asalkan kejadian yang dulu tak akan terjadi lagi dan kita aampai kita harus menyegel alam primordial ini dari alam lain..." Kata wanita itu yang di sebut jao'er .


" Kau tenang saja para dewa itu tak akan mengetahui bahwa masih ada alam yang lebih tinggi dari alam nirwana ... Dan dengan bantuan yansan kita akan kembali membangun kejayaan kerajaan bintang kita dan klan Xin..." Kata pria sepuh itu.


Ya mereka adalah Xin Jao'er dan Xin Hyun berasal dari klan Xin kalan bangsawan terkuat yang menguasai alam primordial dulunya ...


* * * * * * * * * * * *


Bing yansan sampai di istana yang besar ia membawa Iyan ke kamar tempatnya dulu tinggal ia membaringkan tubuh Iyan yang penuh dengan luka. Ia membersihkan tubuh Iyan dengan penuh kasi sayang dan mengganti pakaian nya lalu ia membuka semua ingatan Iyan sebagai Bing yan'er jadi setelah sadar nanti Iyan akan mengingat kembali siapa dirinya.

__ADS_1


" Beristirahatlah anakku aku akan menjagamu mulai sekarang.... " Kata Bing yansan lalu meninggalkan. Kamar itu.


Di tempat lain pia dan Erwan sudah mengganti pakaian mereka dan membuka topeng mereka terlihat wajah mereka yang cantik dan tampan dengan jubah warna biru muda senada mereka layaknya pasangan kekasih yang mana memang di kehidupan sebelumnya mereka adlah kekasih tapi karena ingatan mereka yang masih tersegel mereka tak mengingat apapun tentang kehidupan mereka.


Wuuss...


Bing yansan muncul di hadapan mereka. Melihat siapa yang datang mereka segera bangkit berdiri dan memberi hormat.


" Pi'er , an'er mulai sekarang kalian harus berlatih lebih keras lagi untuk bisa melindungi adik kalian... Kalian akan di latih oleh tuan Xin Hyun mulai sekarang..." Katanya .


" Baik ayah..." Kata mereka serempak..


Wuuss..


Xin Hyun muncul di hadapan mereka dan kali ini ia ta memakai penutup wajahnya dan memperlihatkan pria sepuh sekitar 35 an tapi usia aslinya sudah lebih dari 100 ribu tahun. Walaupun ia sudah tua tapi ketampannannya masih terlihat .


" Apa kalian sudah siap..." Kata Xin Hyun dan si jawab dengan anggukan oleh mereka berdua. " Untuk anakmu yang satunya lagi nona yang akan melatih nya langsung jadi setelah ia sadar bawalah ke tempat nona..." Katanya lalu ia melambaikan tangan nya dan mereka bertiga menghilang dari sana.


" Tumben sekali nona mau turun tangan langsung... Bahkan dulu pun aku hanya pernah sekali di latih oleh nona itupun saat tuan Hyun sedang ada tugas..." Kata Bing yansan heran.


Tapi ia tak memikirkan nya lebih lama dan ia pun pergi ke tempatnya biasa latihan untuk meningkatkan kekuatan nya...


Hari sudah sore Bing yansan yang kelelahan akhirnya tertidur di kursi samping ranjang Iyan. Tanpa Bing yansan sadari Iyan menggerakkan tangan nya dan perlahan membuka matanya. Iyan melihat sekelilingnya dan menemukan Bing yansan yang tertidur di kursi Iyan tersenyum lembut memandang ayahnya.


" Ayah dari dulu kau selalu menjagaku. Bahkan kau rela mengorbankan nyawamu demi menyelamatkan ku dari kejaran para kaisar dewa dulu... Sekarang biarkan aku yang menggantikan mu dan menjagamu..." Kata Iyan atau Bing yan'er yang sudah ingat akan masa lalunya. Iyan mencoba bergerak tapi badannya terasa kaku dan ngilu saat ia bergerak.


" Akkhhh..." Yan'er berteriak saat merasakan sakit di dada nya. Bing yansan yang mendengar anaknya berteriak langsung bangun dan mengecek apa yang terjadi pada anak kesayangan nya itu.


" Yan'er apa kau tak apa na... Apa yang sakit biar ayah membantumu..." Katanya khawatir.


" Ayah... Aku Baik baik saja . Kau tak perlu khawatir seperti itu..." Katanya sambil tersenyum kepada ayahnya.


Bing yansan seketika meneteskan air matanya saat melihat senyum anaknya yang selama ia rindukan senyuman yang selalu membuat orang meras nyaman dan merasakan kehangatan. Itulah senyuman khas dari seorang Bing yan'er sang dewa iblis.


" Ayah kenapa kau menangis... Bukankah kau pernah bilang padaku jika lelaki itu harus kuat kenapa kau sekarang cengeng sekali..." Kata yan'er mengejek ayahnya.

__ADS_1


" Kau ini baru sadar sudah mengejek ayahmu saja... Oia yan'er besok persiapkan dirimu untuk berlatih..." Kata Bing yansan. Yan'er menganggukkan kepalanya dan berkata " apa ayah akan melatih ku kembali..." Kata yan'er .


" Bukan yang akan melatih ku adalah nona Xin Jao'er.... Dia juga orang yang telah melatih ayah Samapi ayah sekuat sekarang ini..." Ucap Bing yansan. Sedangkan yan'er atau Iyan hanya menganggukkan kepalanya. Lalu yan'er menanyakan siapa itu Xin Jao'er dan kehidupan ayahnya selama ini.


Bing yansan dengan senang hati menceritakan hal-hal yang ia lakukan selama 10 ribu tahun ini dan ia juga memberi tau tentang siapa Xin Jao'er dan di mana mereka sekarang. Iyan yang melihat ayahnya menceritakan segala hal bahkan yang menurutnya tak penting pun ayahnya ceritakan tapi ia tak menghentikan ayah nya karena bagaimanapun ia juga merindukan sosok ayah yang selama ratusan tahun menjada dan merawat nya sampai ia menjadi seorang kaisar dewa.


* * * * * * * * * * * * * *


Keesokan harinya Iyan dan ayahnya pergi ke tempat dimana Xin Jao'er berada Ian yang menggunakan jubah merah darah dan rambutnya yang entah kapan bisa tumbuh panjang dan warna mata hijau giok memberikan kesan tampan dan gagah apalagi tubuh Iyan yang proporsional menambah daya tarik nya. Di jamin jika ada yang melihat penampilan Iyan sekarang banyak yang akan jatuh cinta padanya, bukan hanya sekarang dulu sewaktu jadi manusia biasa pun banyak wanita yang ngantri ingin jadi kekasih nya.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang indah di sana ada sebuah pondok kecil dan seorang wanita yang sedang berkultifasi.


Wanita itu membuka matanya saat merasakan ada yang datang.


" Salam nona Xin... " Ucap Bing yansan dan di ikuti oleh Bing yan'er.


" Hemm... Bagaimana apa kau sudah merasa lebih baik ank muda..." Ucap Xin Jao'er.


" Hamba sudah merasa lebih baikan nona..." Ucap Iyan sopan.


" Baiklah jika begitu kau akan mulai latihan sekarang... Yansan bisakah kau tinggalkan kami berdua saja di sini..." Kata Xin Jao'er. Bing yansan yang mengerti segera berbalik dan meninggalkan mereka berdua.


Xin Jao'er mendekat pada Ian dan membuka penutup kepalanya menampakan wajah nya yang cantik. Iyan tak berhenti memandangi wajah cantik Xin Jao'er tapi seketika ia ingat kata-kata ayah nya yang berkata jangan pernah membuat Xin Jao'er kesal atau Iyan akan mengalami siksaan layaknya di neraka. Ia segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Xin Jao'er yang melihat tingkah Bing yan'er yang menurutnya lucu hanya terkekeh kecil dan ia juga cukup terpana dengan ketampanan yan'er karena pertama kali ia bertemu Bing yan'er dipenuhi dengan luka dan darah di wajahnya maka karena itu ia tak menyadari kalau pemuda ini sangat tampan.


" Baiklah... Kita akan mulai latihannya tapi sebelum itu aku harus memanggilmu apa " kata Xin Jao'er.


" Nama saya Bing yan'er nona. Nona boleh memanggil saya sesuka hati nona..." Kata Bing yan'er dengan senyum khas nya.


Seketika wajah Xin Jao'er merona merah saat melihat senyum Bing yan'er baru kali ini ia melihat senyuman yang seperti itu membuatnya nyaman dan hangat.


" Nona... Apa nona tak apa apa...." Kata Bing yan'er sambil menghampiri Xin Jao'er dan memegang pipinya yang merona merah. Karena bagaimanapun di kehidupan yang sebelumnya dan sekarang Bing yan'er belum pernah merasakan apa yang namanya jatuh cinta jadi ia tak paham dengan perasaan wanita.


Xin Jao'er yang mendapatkan sentuhan lembut di wajahnya semakin menunduk dan wajahnya semakin merona merah sampai ke telinga. Karena tak tahan Xin Jao'er akhirnya memukul wajah Bing yan'er dengan keras.

__ADS_1


Seketika Bing yan'er terlempar jauh dan jatuh dengan keras. Bing yan'er memegangi pipinya yang memar dan sudut bibir nya mengeluarkan darah segar. " Apa salahku sampai dia memukulku dengan begitu keras...dasar wanita aneh" Kata Bing yan'er bingung.


Sementara Xin Jao'er mencoba mengendalikan dirinya untuk tenang . " Huh... Kenapa pemuda itu bisa sangat begitu tampan . Bahkan ia bisa meluluhkan hatiku... Aaa... Apa yang ku pikirkan ... Tenang Jao'er tenang..." Katanya.


__ADS_2