
Setelah kegiatan sungkeman, dan pada akhirnya Tn. Raka dan Ny. Marchel pun sama-sama menasihatinya dengan nasihat yang sama, maklum orang tua pasti semuanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan setelah itu barulah acara memberikan selamat kepada pengantin baru.
"Selamat tuan, do'akan saya cepat menyusul" ucap Andi kepada tuanya itu
"Pastinya, nanti kalo istri saya punya teman saya kasih ke kamu, jangan dingin terus kapan dapet jodohnya kalo dingin terus" ucap Andra menyikut asistenya itu.
"Ah bapak bisa saja, untuk waktu itu belum pak, tapi untuk sekarang saya jadi pengen buru-buru nikah" jujur Andi
"Ya sabar saja nanti kalo sudah ada jodohnya nikah kek saya gini" ujar Andra
"Sekali lagi selamat tuan, anda berhak untuk tidak diganggu malam ini" lagi-lagi Andi dapat sikutan dari bosnya itu
Arumi hanya menanggapinya dengan senyuman malu, walaupun terpasang make up yang tidak terlalu tebal, tapi Arumi tersipu malu dan hanya menundukan pandanganya saja. Memang ya bos sama asisten sama saja, sama-sama gila kalau menurut Arumi.
Padahal jelas, kalaupun gila juga tidak apa-apa, karena memang hak pengantin baru itu tidak untuk diganggu.
Para tamu pun mengucapkan selamat kepada pengantin baru, tak lupa sesekali ada yang membawa kado untuk hari pernikahan mereka.
Jam 14.00 pun acara berakhir, tidak ada pesta memang mempersingkat waktu, bukan karena tak mampu Andra adalah Miliarder dikota itu, hartanya tidak terhitung. Siapapun, pasti akan mengantre untuk minta dijadikan istri olehnya, alasanya hanya satu yaitu hartanya. Tapi beda dengan Arumi, dia yang menyayangi Baby Mysha akhirnya menerima niatan baik dari Miliarder itu, dan tanpa diketahui oleh Arumi juga, Andra mempunyai kekayaan diatas rata-rata, entah itu apa, tapi faktanya yang tidak diketahui Arumi, Andra adalah Elit Global. Tanpa diketahui oleh Arumi pula, bawahanya yang rata-rata itu Mafia Arumi pun tidak tahu, jelas-jelas bagaimana gadis itu mempunyai suami dari kalangan tersebut.
Pukul 14.45 Arumi sudah membersihkan make upnya, dia sudah terbebas dari make up tapi tidak memudarkan kecantikanya.
"Ibu, bapak, saya mau bawa istri saya ke hotel, besok saya mau ajak dia membeli rumah" ujar Andra
__ADS_1
"Sekarang nak? Apa kalian tidak lelah?" Tanya pak Yusuf
"Biasalah, pengantin baru" Ujar Tn. Raka
"Tidak pak aku tidak lelah malah aku sangat bersemangat" ujar Andra dengan antusias, Arumi hanya menunduk tersipu malu saja pasti wajahnya sudah seperti kepiting rebus
"Hm yasudah, kamukan suaminya kamu berhak atas segalanya" tutur pak Yusuf
"Mama, titip Mysha dulu ya Andra mau menjalankan tugas Andra dahulu" ucap Andra kepada Ny. Maira
"Tanpa disuruh mama sudah mau membawa Mysha, tpi ingat Andra kamu harus cepat-cepat membeli rumah, jangan dibiarkan istrimu ini tinggal diapartemen mu itu." tutur Ny. Maira
"Sebenarnya sudah ada rumah, tapi aku ingin ke apartemen saja" ucap Andra santai
"Loh sayang kamu mau langsung ke rumah? Baiklah kita ke rumah itu sekarang. Tapi rumahnya kecil, kamu tidak apa-apa?" tanya Andra
"Justru aku gamau kalau harus tinggal dirumah besar, tapi mas bagaimana dengan baju-bajuku?" tanya Arumi
"Sudah dipersiapkan oleh asisten pribadiku, jangan khawatir baju-bajumu sudah ada dirumah itu bahkan lengkap, kamu tidak perlu membawa barang karena rumah itu sudah aku isi dengan semua kebutuhan kita" tutur Andra
"Terimakasih mas, yasudah kapan mas akan berangkat?" tanyanya lagi
"Sekarang sayang" ucap Andra mengelus kepala Arumi yang dibalas dengan senyuman merona
__ADS_1
"Yasudah kalian berangkat gih, bapak bisa ngerasain gimana rasanya pengantin baru, yakan bu?" tanya pak Yusuf kepada ibu Nur
"Hus bapak ini" jawab bu nur mencubit pinggang suaminya
"Yasudah, ma, pa, ibu, bapak kami pergi dulu dan aku titip Mysha, besok lusa aku akan mengambil Mysha dari kalian"
"Andra, apa itu terlalu cepat? Mama masih ingin mengurus cucu mama, mama tidak mau kesepian" ucap Ny. Maira memelas
"Mama, jangan khawatir aku akan mmengunjungimu setiap kau rindu dengan Mysha" tutur Arumi dengan senyum yang begitu manis
"Hm yasudah, kalian berangkatlah mama juga akan pulang hari ini" ujar Ny. Maira dan dibalas dengan anggukan.
Dua keluarga itupun meninggalkan rumah orang tua milik Arumi, dan masing-masing akan pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan terlihat Arumi sangat kelelahan, dia tertidur lelap dan Andra hanya memandanginya dengan terus mengambangkan senyuman. Rasanya tidak percaya saja secepat ini dia bertemu dengan jodohnya.
Setelah menempuh waktu 1jam lebih, akhirnya Andra pun tiba di rumah kecilnya itu. Tidak terlalu kecil, sedang saja tapi memang nyaman.
"Sayang, bangun kita sudah sampai" Ucap Andra menepuk-nepuk pipi gadis itu
"Hm mas maaf aku lelah" ujar Arumi menunduk
"Tidak apa-apa sayang, kita masuk yu" ucap Andra menggandeng tangan istrinya
__ADS_1
Andraa dan Arumi pun memasuki rumah itu dan mereka sudah membersihkan diri, bukan karena baru mandi tapi memang dalam perjalanan yang macet itu mampu mengeluarkan banyak keringat. Dan setelah itupun Arumi pergi bergegas ke daput untuk menyiapkan makan malam, setelah makan malam Arumi cepat-cepat melaksanakan kewajibanya yaitu untuk melaksanakan Shalat yg 5 waktu, dan waktu itu tengah memasuki waktu shalat Isya (sebelumnya Arumi mengerjakan shalat yang lainya juga karena itu kewajiban).