
Pada jam 03.25 Arumi terbangun, ia merasakan sakit pada bagian perut, keram rasanya. Dan dia pun merasakan panas pada bagian pinggangnya. Ia terus meringis kesakitan sampai menangis, hal itu membuat Andra terbangun dari tidurnya.
"Loh sayang kamu kenapa menangis?" tanya Andra yang terkejut melihat sang istri menangis sembari memegang perut
"Mas maafkan aku telah mengganggumu, kamu lanjutkanlah tidurnya aku janji tidak akan mengganggumu lagi" ucap Arumi merasa bersalah
"Sayang lihat mas, mas tidak merasa terganggu, mas tidak mau istri mas kesakitan. Katakanlah yang mana yang sakit" ucap Andra mengelus rambut sang istri (karena Arumi telah menikah, melepas hijab pun tidak apa-apa asalkan didepan muhrimnya).
"Perutku terasa keram mas, aku datang bulan dan memang datang bulan ku seperti ini, sangat menyusahkan" lirih Arumi
"Tiidak boleh seperti itu istriku, apa perlu mas panggilkan dokter kesini sayang?" tanya Andra mengelus perut sang istri
"Tidak mas, nanti saja aku hanya ingin kamu terus mengelus perutku" rengek Arumi dengan manja
"Iya sayang mas elus-elus ya, bentar mas ambilkan air dulu, mas kompres ya siapa tau sakitnya mengurang" ucap Andra hendak berdiri namun tanganya ditahan oleh Arumi sontak membuat Andra bertanya
"Ada apa sayang?" tanya Andra
"Jangan lama-lama mas" ucap Arumi membuat Andra terkekeh geli. Bagaimana tidak? Arumi tidak pernah bersikap semanja ini terhadapnya, apa mungkin karena hormon datang bulanya? Ah entahlah kadang perempuan sulit dipahami.
__ADS_1
Andra pun pergi dari kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil air hangat karena ia sangat khawatir dengan istri mungilnya itu.
Beberapa menit kemudian, Andra pun datang dengan membawa air minum dan air hangat yang dimasukan kedalam botol.
"Taruh ini dipinggangmu, perutmu biar mas yang elus-elus" ucap Andra dengan lembut dan Arumi pun menuruti apa yang dikatakan oleh suaminya itu, setelah menuruti apa kata Andra, Arumi langsung merengek manja pada suaminya itu.
"Mas kesini, jangan jauh-jauh" ucap Arumi
"Iya sayang" jawab Andra menghela nafas panjang dan mulai mendekap Arumi dengan hangat
"Mas elus-elus" lagi-lagi Arumi merengek. Andra pun mengelus lembut perut Arumi sampai Arumi pun sepertinya kelelahan dan ia pun terlelap.
...-...
Dia pun membenarkan posisi tidur Arumi, karena posisi tadi itu Arumi tidur di dada bidang suaminya. Dengan telaten dan lembut, Andra membenarkan posisi tidurnya, lalu Andra pun mencium kening sang istri dan mulai beranjak untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai berwudhu, dia pun pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat subuh. Sepulangnya dari mesjid Andra langsung disambut baik oleh istrinya itu. Istrinya kelihatan lebih segar dan anehnya lagi seluruh ruangan dirumahnya itu terlihat sangat bersih dan rapi.
"Kapan kamu bangun, sayang?" tanya Andra mendekati Arumi
__ADS_1
"Tadi mas, pas baby Mysha terbangun karena dia pipis lagi" jawab Arumi
"Hm wangi sekali kamu" ucap Andra langsung memeluk dan mendusel ke leher sang istri
"Ih mas, geli tau udah cepet mandi kan mau ke kantor" elak Arumi
"Mas tidak akan ke kantor, mas mau ngantar kamu ke rumah sakit" ucap Andra yang masih saja mendusel ke leher istrinya itu.
"Hah? Untuk apa kita ke rumah sakit mas" tanya Arumi kaget
"Untuk mengecek tamu bulanan kamu" ucap Andra santai
"Yasudah baiklah, sekarang mas mandi dulu aku mau masak" ucap Arumi
Dengan langkah malas pun pergi meninggalkan Arumi dan dia pun mandi.
VOTE?
LIKE?
__ADS_1
KOMEN?
Vote yang banyak ya biar saya upnya rajin🙏