
Hari rabu dini hari, Andra dan sekeluarga akan mengunjungi sebuah desa, dimana desa tersebut adalah tempat tinggal gadis itu, yaitu Arumi. Terpancar aura bahagia dari keluarga itu, bagaimana tidak sekarang Andra sudah mempunyai lampu hijau untuk menikahi Arumi.
"Arumi, nak sayang kasih tau kami alamat desamu, kami sekarang akan ke rumah mu" Tutur Ny. Maira lembut
"Baiklah ma, alamatku di XXX" Ucap Arumi
"Oh baiklah nak, ayo siap2 sebentar lagi kita akan kesana" Ucap Ny. Maira
"Baiklah ma, aku akan segera siap-siap" Ucap Arumi sambil berjalan ke arah kamarnya karena akan bersiap-siap.
…
"Ma Andra sudah siap, Andra udah ganteng ini udah rapi udah wangi juga" teriak Andra menuruni anak tangga mansionya itu.
"Jangan teriak-teriak nanti Mysha bangun!" Tegur Ny. Maira kepada anaknya
"Hehehe, maaf ma aku terlalu bersemangat" Ucap Andra cengengesan.
Tn. Marchel dan Ny. Maira hanya geleng-geleng kepala melihat anaknya itu, turut berbahagia karena sebentar lagi Andra tidak akan menduda lagi dan Mysha akan segera mempunyai seorang ibu.
"Si cantik kemana ma? Belum siap juga?" Tanya Andra celingak celinguk
"Calon istri kamu masih siap-siap mungkin, atau mungkin sedang menyiapkan Mysha" Ucap Ny. Maira
"Kalau begitu Andra susul ya, kan dia udah mau ajdi istri Andra" Ucap Andra sembari meninggalkan orang tuanya itu
__ADS_1
"Pa sepertinya memang Andra itu sangat menyukai Arumi, sampai2 dia bucin sepertimu" Ucap Ny. Maira mencolek hidung suaminya
"Biarkan saja ma, dia bucin ke calon nya lagian papa pun bucin nya hanya ke mama, emang mama mau papa bucin ke wanita lain?" Goda Tn. Marchel membuat Ny. Maira cemberut
"Ya gaboleh lah, siapa juga yang ngizinin" Tegas Ny. Maira membuat Tn. Marchel terkekeh geli
"Jangan cemberut sayang, kamu kalau cemberut seakan mengajaku membuat adik baru untuk Andra" Ujar Tn. Marchel mengangkat dagu istrinya
"Ih papa, kalau Andra denger gimana atau Arumi. Jangan main-main pa ngga dikasih jatah loh sama mamah!" Tegur Ny. Maira memukul manja dada bidang suaminya itu.
"Pft, Istriku ini masih menggemaskan ya seperti remaja yang pacaran saja kita ma" Goda Tn. Maechel
"Yakan memang mama tu awet muda, ga seperti papa yang sudah tuir" Cibir Ny. Maira
"Udah mulai berani ngatain papa ya, jangan harap kamu bisa berjalan sayang, bayar hutangmu karena telah mencibir suamimu" Ujar Tn. Marchel dengan senyum smirk
"Hutang apa?" Heran Ny. Maira
"Ya itu sayang, servisin papa dan papa tidak akan membuatmu bisa berjalan" Ucap Tn. Marchel merangkul pinggang istrinya.
"Loh ko gitu sih pa, gamau itu ga adil buat mama" Ucap Ny. Maira tak terima
"Menolak suami dosa loh, sayang" Goda Tn. Marchel
"Hm baiklah" Pasrah Ny. Maira.
__ADS_1
VISUAL
...Nerandra Ribero...
****
...Arumi Nasha Razita...
...Marchel Ribero...
...Maira Ribero...
...Mysha Arasely Michelle...
Halo para readersku tersayang ♡, aku gabakalan bosen buat ngingetin kalian biar ngevote sebanyak mungkin. Semakin banyak vote dan komen maka semakin panjang pula author ngeupnya, mungkin segini dulu author ngeupnya, soalnya author lagi sakit, nenek juga sakit dan ya kabar buruknya nenek author positif covid, mohon do'anya mentemen, salam author❤
__ADS_1