
Setelah beberapa menit akhirnya Andra, Arumi serta baby Mysha yang digendong Arumi sudah selesai bersiap-siap dan hendak pergi ke desanya itu.
"Sudah siap semua?" Tanya Tn. Marchel kepada mereka.
"Sudah pa, ayo kita jalan, sayang kamu sebentar lagi punya bunda baru" Gemas Andra kepada anaknya.
Tn. Marchel dan Ny. Maira hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Arumi gadis lugu itu hanya menunduk tersipu malu.
…
"Arumi mama harap kamu yang terbaik untuk Andra dan juga Mysha, mama sangat mengharapkanmu jadi menantu mama" ucap Ny. Maira memecah keheningan dimobil itu
"Hm insyaAllah ma, aku akan berusaha jika memang ini takdirku, aku tidak bisa menolaknya" Ujar Arumi yang memberi mimi kepada Mysha (mimi nya yg dibotol ya yakali Arumi nyusuin Mysha diakan blm nikah xixi)
"Sekian banyak wanita yang mendekati Andra, Andra sendiri yang memperkenalkan kamu ke keluarga ini, mama juga tidak menyangka jodoh Andra datang sendiri" ucap Ny. Maira mengelus kepala Arumi
"hehe iya ma" cengengesan Arumi
"Andra papa harap kamu memperlakukan Arumi dengan sangat baik, dia itu ibu yang sangat tepat untuk Mysha" Tegas Tn. Marchel kepada anak tunggalnya itu
"Yaiyala pa, tanpa papa mau aku juga pasti akan memperlakukanya layak seperti ratu pa, sekian banyak wanita cantik dan seksi yang mendekatiku, hanya Arumi yang mampu menempati ruang dihati ini" Bucin Andra
__ADS_1
"Cih kamu ini belum jadi sepasang suami istri sudah bucin, awas jangan kelewatan selagi belum halal" tegas Tn. Marchel
"Pa, Andra kan bucin sama calon istri sendiri lagian papa juga pasti bucin sama mama yakan" tanya Andra kepada Ny. Maira
"Sudah-sudah kenapa kalian itu ribut terus si, dan kenapa permasalahanya yang unfaedah?" Kesal Ny. Maira memijit pelipisnya
"Kan Andra sama pap itu ngga pernah ribut masalah serius karena Andra apa-apa bilang dulu ke papa sama mama, makanya Andra sama papa kalo ribut cuman masalah spele" bela Andra dengan percaya diri
Ny. Maira hanya memijit pelipisnya, sedangkan tujuan mereka sudah tertuju.
"Arumi, ini alamat rumahmu?" tanya Tn. Marchel kepada Arumi
"Sudah saya bilang saya itu calon mertua kamu, jangan panggil saya dengan sebutan Tuan, panggil saja sebutan papa" Tegas Tn. Marchel
"B-baik lah pa" Patuh Arumi
…
Rumah yang tidak terlalu mewah, namun vibenya sangat menyentuh hati, bagaimana tidak rumah Arumi dikelilingi tumbuhan bunga dan rerumputan yang segar dan itu mampu membuat keluarga Ribero memejamkan mata dan menghirup Udara bersih dalam-dalam.
"Assalamu'alaikum, bu ini Arumi" Ucap Arumi sambil mengetuk pintu
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam eh Arumi loh ini siapa nak? Silakan Tuan, Nyonya, Den masuk" ujar bapak yusuf, bapaknya Arumi
"Loh ada tamu pa, silakan duduk, Tuan, Nyonya, Raden" Sopan ibu Nur kepada mereka
"Terimakasih" Jawab Ny. Maira tersenyum manis.
"Sebentar ya saya buatkan minum dulu untuk kalian" Ucap bu Nur sopan
"Ibu disini saja, biarkan Arumi yang membuatnya" Ucap Arumi hendak berdiri
"Yasudah, si ke mas in baby Mysha nya gih kamu buatkan minum untuk kita" Ucap Andra percaya diri
Ny. Maira terlihat menyenggol perut anaknya itu karena menurutnya Andra telah lancang
"Maafkan anak saya" Ucap Ny. Maira kepada bu nur dan hanya dibalas "tidak apa-apa" oleh bu nur dengan senyum ramahnya
Arumi pun ke dapur dan mulai membuatkan teh, sedangkan di ruang tamu terdengar pak yusuf mulai menanyakan apa maksud dan tujuan keluarga konglomerat itu.
***Ayo mana ni votenya, jangan bosen-bosen buat like, komen, and vote ya guys biar akunya semangat buat up panjang, maaf juga kalo aku jarang ngeup soalnya aku lagi sakit+nenek juga lagi sakit jadi aku jagain nenek dan happy eid al-adha 1442 H❤
Author***.
__ADS_1