
Pasangan suami istri itupun melaksanakan shalat berjama'ah. Setelah shalat mereka langsung bertadarus. Mereka bertadarus sambil menunggu adzan Isya, setelah adzan isya mereka pun langsung menunaikan kewajibanya. Sehabis shalat Isya, Arumi langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Tidak ada obrolan diantara mereka, suasana makan malam hanya ada suara dentingan diantara alat makan. Andra pun memecah keheningan itu.
"Sayang, berapa lama kamu kalau kedatangan tamu?" tanya Andra
"Em, aku kalau kedatangan tamu suka lama mas, kadang bisa smpe 14 hari" ujar Arumi membuat Andra tersedak
"Apa? 14 hari? Ga salah, sayang?" tanya Andra tak percaya
"Tidak mas, tapi kata temen aku yang udah nikah, kalo pas masih gadis sering lama kalo lagi haid tapi pas di KB itu bakalan berkurang mas" ucap Arumi
"Syukurlah, mas belum meminta hak mas ke kamu" ucap Andra
"Tunggu aku selesai ya mas, setelah itu kamu berhak meminta hak mu" ucap Arumi tersenyum
"Cepat-cepat selesai ya sayang, mas ga sabar hihi" ujar Andra membuat Arumi tersipu.
__ADS_1
Merekapun menyelesaikan makan malam mereka, dan waktu menunjukan pukul 20.00. Ini waktunya Andra membereskan projek barunya.
"Sayang, mas duluan ya,mas harus ngeberesin projek baru mas" ucap Andra yang dianggui oleh Arumi. Andra pun meninggalkan Arumi yang berada di dapur, dan Arumi mulai membereskan bekas makan malam mereka. Untungnya baby Mysha tertidur pulas sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka.
...…...
Diruang kerja, nampak Andra sangat dengan lincah jari jemarinya menari di keyboard laptopnya. Disela-sela disaat Andra sedang fokus dengan kerjaanya, tiba-tiba Andi, asistenya menelpon Andra.
"Ada apa Andi?" tanya Andra didalam telpon itu
"Bagus, pantau terus" ucap Andraa tersenyum licik
"Nona Angel bersama dengan mantan pacarnya, tuan" ujar Andi kembali
"Jadi selain alasan karena takut gendut dia juga menceraikan saya dengan memilih lelaki lain?" ucap Andra kesal menggertakan meja
"Sepertinya memang seperti itu, tuan soalnya saya lihat mereka saling menempel satu sama lain" ujar Andi
__ADS_1
"Biarkan saja, saya yang akan memberi pelajaran bagi mereka" ucap Andra mengeraskan rahangnya. Andra pun mematikan panggilan itu
Setelah mematikan panggilan itu, terlihat Andra yang sedang mengacak rambutnya frustasi, dia sedang diluapkan oleh amarahnya, sangat seram. Matanya menatap dengan tajam, rahangnya mengeras. Arumi yang sudah menyiapkan kopi untuk Andra dan mengetuk pintu ruang kerja Andra, mendapat sahutan dingin dari suaminya itu dan membuat Arumi terheran-heran.
"Assalamu'alaikum mas" ucap Arumi mengetuk pintu
"Masuk" ucap Andra dengan nada ketus dan dingin
"Mas kenapa? Apa aku buat kesalahan?" tanya Arumi dengan hati-hati. Andra hanya menatapnya tajam, membuat hati Arumi terasa teriris, sakit sekali.
"Maaf sudah mengganggumu, mas. Aku hanya ingin mengantarkanmu kopi ini" ucap Arumi meletakan kopi itu dimeja kerja Andra Andra tak bergeming sedikitpun.
"Yasudah, kopinya jangan lupa diminum ya mas, nanti keburu dingin. Aku pergi saja dari sini, jika kehadiranku membuat mood kamu hancur" ucap Arumi meninggalkan Andra. Sekali lagi Andra tak bergeming.
...…...
Arumi kembali ke kamar, tidak terasa buliran bening itu membasahi pipinya. Entah apa yang ia rasakan saat ini, mungkin ada cinta yang memang tidak sengaja tumbuh dihatinya, Arumi sempat berpikir, apakah Andra masih mengharapkan ibu kandung Mysha kembali? Lantas untuk apa dia menikahi Arumi? Jika tidak ada cinta, apalagi sayang untuknya apa yang harus dipertahankan? Arumi sadar dengan posisinya, Arumi juga sadar, dia berkuliah pun hanya dengan beasiswa. Arumi menyadarinya kalau dia sedang cemburu.
__ADS_1