
Pada sore itu, Arumi langsung menghubungi ibunya yang ada di kampung, dia mulai membicarakan apa yang diminta majikanya itu, untuk menjadi istri dari Nerandra Ribero.
"Assalamu'alaikum bu, Arumi mau membicarakan hal penting" Ucap Arumi dalam panggilan itu.
"Wa'alaikumsalam nak, ada hal penting seperti apa?" Tanya ibu Nuri
"Em itu bu, aku mendapatkan kerjaan sampingan, yaitu menjadi babysitter di keluarga Ribero tapi aku barkali-kali dibuat terkejut dengan keluarga itu" Ujar Arumi
"Terkejut kenapa nak? Dan kenapa kamu mencari pekerjaaan sampingan sebagai babysitter pula" Ucap ibu Nur
"Itu bu, majikan aku menceritakan kehidupan anak yang aku asuh, anak itu bernama Mysha, dia ditinggalkan sejak lahir oleh ibunya, majikan aku meminta agar aku menjadi ibunya, dia bilang dia ingin aku menjadi menantunya, keluarganya baik bu, sangat memperlakukanku dengan sangat baik" Ucap Arumi panjang lebar
"Secepat itu? Ko orang-orang bisa ya dapetin kamu secepat itu" Ucap ibu Nur terkejut
"Aku juga bingung bu, apalagi aku datang kesini berniat untuk melanjutkan pendidikan" Ujar Arumi lirih
__ADS_1
"Ibu serahkan semuanya kepadamu, ya memang takdir itu terkadang lucu, kamu yang baru mengenal mereka sudah direstui untuk menjadi bagian dari keluarga itu, ibu merestuinya tapi semuanya kembali kepada mu sendiri, kalau kamu mau bawalah besok kesini, ibu ingin bertemu dengan calon suamimu." Ucap buu Nuri panjang lebar
"Baiklah bu, aku akan menerimanya sebagai suamiku" Ucap Arumi pasrah
Ya mungkin ini jalanya, terkadang orang-orang menunggu lama untuk jodohnya, tapi berbeda dengan Arumi, baru saja dia tiba di kota kembang, dia sudah diharapkan menjadi menantu dari keluarga Ribero. Takdir memang sangat lucu, mungkin ini memang takdir Arumi, mau tidak mau siap tidak siap dia harus menerima takdirnya itu, percayalah skenario Tuhan lebih indah.
…
Arumi kembali ke bawah karena Ny. Maira menunggu keputusam dari Arumi.
"Sudah, nyonya saya sudah menghubungi ibu saya, katanya ibu terserah aku dan kalau aku mau ibu sudah merestuiku" Ucap Arumi pasrah
"Alhamdulillah jadi kalian tinggal menjalani hubungan saja, pacaran juga bisa" Ujar Ny. Maira penuh semangat.
"Maaf nyonya, pacaran itu tidak boleh, itu dilarang oleh agama, sebagaimana mestinya dijelaskan dalam al-qur'an surah al-isra ayat 32 yang berbunyi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
__ADS_1
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. Pahami, mendekatinya saja tidak boleh apalagi sampai melaksanakan zina itu." Ucap Arumi panjang lebar
"Maaf nak, ibu terlalu antusias dengan restu dari ibumu, yasudah nikah saja secepatnya agar mama bisa mendapatkan cucu dari kamu" Ucap Ny. Maira
"Tapi nyonya, saya masih berkuliah" ucapnya lirih
"Jangan panggil saya nyonya saya ini calon mertua kamu, panggil saya mama. Oh ya masalah itu tidak masalah jika sudah bersuami dan mungkin sekarang akan kuliah online karena pandemic" Ucap Ny. Maira santai
"Dan besok kita ke kampungmu, saya ingin menemui ibumu dan ayahmu saya ingin meminta restu untuk kalian supaya segera dinikahkan" Ucapnya lagi
"Baik nyonya, eh mama" Ucap Arumi malu
Hai para readers, maaf kalo alurnya sedikit melenceng tapi ini memang alurnya seperti ini, bukan masalah ga nyambung kita gatau toh kapan jodoh kita dateng, cepat atau lambat pasti akan datang, jodoh, maut, rezeki itu sudah diatur semuanya oleh Allah, jadi sabarlah😁 dan terimakasih telah mendukungku, semakin banyak vote, komen, like semakin panjang up nya, terimakasih salam Author❤
__ADS_1