
Arumi pun terus menekuk wajahnya karena ulah suaminya itu. Andra terus tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya karena menurutnya menjahili sang istri adalah sebuah keharusan.
"Sayang, masih marah sama mas?" tanya Andra memeluk Arumi dari belakang yang sedang merapikan bekas bekal makan siang untuk suaminy itu
"Hm" Arumi hanya membalasnya dengan deheman tanpa menanggapi pertanyaan suaminya
"Sayang ih jangan ngambek terus atuh cantik" ujar andra yang terus merengek dan mempererat pelukanya
"Lepasin mas" dingin Arumi
"Gaakan mas lepasin sebelum kamu maafin mas dan jawab pertanyaan mas" ucap Andra semakin mempererat pelukanya.
"Mas" ujar Arumi lembut
"Iya sayang?" tanya Andra mempererat pelukanya
"Lepasin dulu aku mau beresin ini dulu" ucap Arumi lembut
"Engga mau lepas pokonya" tolak Andra
"Sayang, biar makin lama pelukanya lepasin dulu aku mau beresin ini dulu" ucap Arumi membalikan badanya dan melingkarkan tanganya dileher suami
Cup
__ADS_1
Andra mengecup sekilas bibir ranum istrinya. Tapi semakin sini dia semakin memperdalam ciumanya. Awalnya ciuman itu ciuman bisa yang sangat lembut, tapi semakin kesini semakin panas. Arumi yang sudah mulai kehabisan nafas langsung menepuk-nepuk dada bidang suaminya itu.
"Mas apaan si bikin kesel terus" kesal Arumi sangat marah. Bukan karena gamau, tapi karena dia merasa malu karena ditempat itu bisa saja karyawan suaminya mendatangi ruangan suaminya.
"Kau menggodaku, sayang" ucap Andra dengan senyuman yang penuh arti
Arumi hanya mendengus kesal dan terus menekuk wajahnya sambil sesekali melihat ke arah Andra dengan tatapan tajam setajam omongan tetangga><
"Sayang" panggil Andra dengan lembut
Arumi tidak menanggapinya tapi justru dia malah meliriknya dengan tajam.
"Sayang, mas salah lagi ya? Kaamu kenapa? Kan kita sudah sah, sayang harusnya kamu menikmatinya saja bukan malah mendiamiku seperti ini" lirih Andra yang sudah kewalahan dengan sikap garangnya Arumi. Tak menyangka gadis lugu itu bisa segarang singa kalau sedang marah.
"Tapi mas tidak tahan dengan tubuhmu" jujur Andra
"Sudahlah mas, nanti sepulang ke rumah aku kasih servis deh ke kamu. Udah jangan bahas lagi. Dimana kamar mandi? Aku kebelet pipis ini" tanya Arumi dengan wajah menahan sesuatu
"Mau kuantar, sayang?" tanya Andra menaik turunkan sebelah alisnya
"Ish cepat katakan dimana toiletnya" pekik Arumi mulai kesal
"Disitu sayang" tunjuk Andra
__ADS_1
Arumi pun langsung pergi ke toilet karena terlihat menahan sesuatu. Disaat yang bersamaan juga Arumi kedatangan tamu dan dia nampak sangat puas dengan kedatangan tamu tersebut. Terlintas sebuah ide untuk menjahili sang suami. Tapi, dosa ga ya jailin suami sendiri? Batin Arumi.
Arumi pun keluar dengan tangan memegang perut dan membuat Andra sangat panik.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Andra terdengar jelas bahwa lelaki itu sedang cemas
"Aku kedatangan tamu bulanan, mas" tutur Arumi lembut dengan tersenyum
Jeder bagai disambar petir baru saja dia mendapatkan lampu hijau dari sang istri bahwa sepulang kerumah dia bisa menggagahinya tapi setelah mendengar kabar tersebut wajah Andra langsung pucat pasi dan tidak bersemangat.
"Sayang, serius kamu kedatangan tamu?" tanya Andra dengan nada sendu
"Iya mas, maaf" lirih Arumi menunduk
"Yasudah tidak apa-apa cantiku" tutur Andra lembut dan mencium kening sang istri.
"Mas aku mau pulang, boleh?" tanya Arumi
"Boleh sayang kamu istirahat saja, mas tidak akan pulang larut malam kok" ucap Andra
Arumi pun berpamitan kepada sang suami dan dia pun meninggalkan kantor Ribero Corp.
Ayo votenya kutunggu, salam author♡
__ADS_1