Hot Husband

Hot Husband
Part 21


__ADS_3

Arumi lupa, setelah melaksanakan shalat wajib dan tadarus, ia baru ingat bahwa dirinya sedang haid. Tiba-tiba disela-sela tangis Arumi, dia membulatkan matanya karena mengingat kejadian itu.


Arumi terus bergumam meminta maaf, terkadang karena ketaatanya terhadap agama dia terkadang lupa kalau saat ini dia sedang kedatangan tamu bulanan, dan suaminya itupun tidak mengingatkanya.


Arumi terus bergumam meminta maaf dengan lirih "maafkan aku yaAllah aku lupa" terus saja kata-kata itu yang ia ucapkan.


...…...


Arumi sudah tidak bersedih hati lagi, karena tangisan baby Mysha membuatnya berhenti menangis. Ternyata baby Mysha lagi-lagi kencing ditempat tidurnya, untung saja tidak sampai tembus karena dia memakai popok.


Arumi memandikan baby Mysha dengan telaten, setiap inci lekuk tubuh bayi itu, ia bersihkan. Sudah seperti ibu kandungnya saja padahal dia seorang mahasiswa.


Setelah selesai memandikan Baby Mysha, Arumi melanjutkan untuk tidur di kamar sebelah kamarnya, karena ia masih takut untuk menghampiri Andra. Jujur, sakit rasanya dibentak oleh orang yang belum lama kenal terhadap kita, apalagi orang itu berstatus sebagai suami/istri kita. Rasa sakitnya belum juga terhapuskan bahkan ia sempat berpikir bahwa Andra masih mencintai mantan istrinya.


Arumi langsung memejamkan mata di kamar sebelahnya, dia mengunci kamar itu dari dalam. Tak terasa Andra yang sedang diruang kerja pun merasa sepi, dia kembali lagi mengingat apa yang membuat Arumi mendiaminya. Padahal Arumi tidak mendiaminya, dia hanya kelelahan dan seperti biasa, Arumi ketika sedang kedatangan tamu bulanan akan repot.

__ADS_1


"Bodoh" rutuk Andra mengacak frustasi rambutnya. Andra langsung bangkit dari kursinya dan dia langsung pergi, berencana untuk mencari Arumi.


"Sayang" teriakan Andra tampak mendatangi setiap ruang dalam rumahnya, dia pergi ke dapur, ke kamar, ke kamar mandi, ke ruang tengah, ke ruang tamu, namun hasilnya nihil, Arumi tidak ditemukan. Hal itu membuat Andra semakin frustasi. Lalu ia terpikir dengan 1 kamar yang belum ia lihat. Ia pun langsung mengetuk pintu itu namun tidak ada jawaban. Untungnya Andra mempunyai kunci cadangan sehingga dia bisa membuka kamar itu.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka, terlihat Arumi yang sedang mendekap sang bayi, dengan mata yang ikut terpejam, Andra menghampiri istrinya.


"Yaampun sayang, maafin mas tadi mas frustasi karena ulah ibunya Mysha" ucap Andra mengusap lembut pucuk kepala istrinya


"Em mas" ucap Arumi khas orang bangun tidur.


"Kenapa sayang? Lanjut tidurnya mas cuman mau memastikan istri mas ini sudah tidur apa belum" ucap Andra mengusap pipi sang istri


"Kamu nangis? Maafin mas sayang, mas tadi frustasi, stres" ucap Andra yang melihat mata istrinya begitu sembab

__ADS_1


"Gpp mas, kalau emang mas masih mencintainya kembalilah" ucap Arumi membuat Andra terkejut.


"Loh sayang ko kamu ngomongnya gitu? Mas cuman frustasi, mas minta pertanggung jawaban dari ibunya Mysha untuk menyusuinya" jujur Andra


"Kenapa mas tidak mencari istri yang bisa memberinya Asi?" ucap Arumi menunduk dan airmata pun lolos keluar mengaliri kembali pipinya itu.


"Sayang, mas maunya sama kamu. Sudah jangan menangis lagi, lihat mas, mas akan menunggu kamu agar bisa memberi Mysha Asi, jika sekarang tidak bisa, perlakuanmu kepada Mysha juga sudah membuat mas tenang, tenang karena Mysha mempunyai ibu yang sangat baik seperti kamu" tutur Andra menangkup kedua pipi istrinya itu


"Tapi kenapa mas membentaku tadi? Harusnya kalau memang mas kesal, stres, frustasi itu kan bisa diselesaikan baik-baik bukan malah membentaku sampa-sampai aku merasa aku mengganggumu" ucap Arumi yang terus saja menangis


"Maaf sayang mas terlalu emosi tadi, maafin mas ya? Maafin ya" ucap Andra memohon dan menarik istrinya kedalam dekapanya.


"Yasudah aku maafin mas, tapi untuk kedepanya mas jangan membentak aku, ya. Janji?" ucap Arumi mendongakan kepalanya.


"Janji sayang, yasudah yu tidurnya pindah ke kamar kita" buju Andra yang diangguki Arumi

__ADS_1


Mereka pun pindah ke kamar mereka dan mulai memejamkan matanya kembali, dimana posisi Andra memeluk posesif tubuh istrinya itu. Begitupun Arumi, yang juga memeluk suaminya dan mereka pun terlelap dalam mimpinya masing-masing.


__ADS_2