
"Darimana kakak tahu! " ucap kak Julia.
"Kamu tahu! Selingkuhannya ada dimana-mana! Salah satu anak selingkuhannya adalah Azura! Aku masih inget!. Dia adalah Setya Prambudi. Pebisnis sukses berbasis di Belanda. Kamu tahu keluarga sahnya? Salah satu pebisnis Belanda ternama, bagaimana jika istrinya mengetahuinya? " ucap Kak Arumi.
Aku tersadar kembali ketika pintu diketuk. Seseorang mengantarkan kopi, akupun menganggukkan kepala.
"Setya Prambudi? " gumamku.
Aku mencari identitas dari Setya Prambudi dan betapa terkejutnya aku ketika melihat nama keluarganya.
"Alfan Jarrel Madhava dan Angel Elvarette? " ucapku terkejut dimana nama Angel itu adalah orang yang aku kenal. Teman kelas seni musik sekaligus mantan pacarku.
"Bagaimana mungki! "ucapku tak terima dengan fakta yang aku terima.
" Jadi kakak laki-laki yang dicari oleh Azura adalah diriku? "teriakku frustasi.
Tubuhku benar-benar lesu. Azura adalah adik tiriku sendiri. Dan ibuku hanyalah seorang selingkuhan seorang Setya Prambudi. Aku tersadar mengapa kedua kakakku marah.
"Apa yang harus aku lakukan? " ucapku bingung. Pertengkaran dengan kakakku terjadi hingga sekarang. Aku tak tahu harus berbuat seperti apa.
"Memang bejat! " ucapku dengan marah mengutuk ayah tiriku sendiri.
Aku melihat kembali ke layar laptop dan perasanku tak asing dengan wajah seorang Alfan. Aku mengingat kembali wajah itu.
"Ternyata dia mantan pacar Zura, " ucapku menatap tajam foto tersebut.
Aku meraih ponselku dan menelepon seseorang. Beberapa saat kemudian terdapat suara dari ujung sana.
"Siapa? " tanyanya.
"Angga Narendra dari perusahan Martyapada. Bisakah saya berbicara dengan nona Angel? " ucapku.
Selang beberapa menit. Aku mendengar suara wanita yang telah aku kenal beberapa tahun yang lalu. Suaranya sama dan tak berubah.
"Kenapa kamu menelepon atas nama perusahaan? " tanya Angel.
"Kamu dimana? " ucapku.
"Belanda, " jawab Angel.
"Aku ingin kamu kirimkan surat hasil tes DNA ayahmu dan kakak laki-lakimu, " balasku kepadanya.
"Mengapa? Kamu tak seharusnya meminta hal sepenting ini, " ucap Angel.
"Aku hanya ingin tahu tes DNA mereka apakah cocok dengan putriku Elena. Kamu masih ingat kan Elena putri siapa? " tanyaku kepadanya.
"Aku tahu. Dia anak dari Azura. Maksudmu kamu mencurigai ayah dan kakakku memperkosa Azura? " balas Angel.
"Tidak. Aku hanya ingin bertemu ayahku. Bukankah kita keluarga? " ucapku kepadanya.
__ADS_1
Sambungan telepon terputus. Aku meletakkan kembali ponselku.
Sedangkan di Belanda. Kediaman keluarga Angel.
"Dia bilang keluarga? Jangan-jangan Dia anak dari salah satu selingkuhan ayah! " ucap Angel terkejut.
Angel beranjak berdiri. Dia berjalan mondar-mandir merasakan perasaan bingung.
"Angga ingin hasil tes DNA ayah dan kak Alfan. Apakah Dia ingin menbuktikan ayah kandung Elena? Sepertinya aku harus ke Indonesia, " ucap Angel.
Angel berjalan menuju meja kerjanya. Dia membuka laptop memerintahkan sekertarisnya meminta arsip cek up bulanan keluarganya. File berhasil masuk. Angel mengirimkan dua file tersebut.
"Jangan bilang jika Angga adalah anak dari selingkuhan ayah dan Elena? " ucap Angel bingung.
Dia langsung memesan tiket pesawat dengan tanggal penerbangan paling cepat.
Sedangkan di kantor perusahaan Martyapada, Aku tengah memeriksa dua file hasil kiriman Angel.
"Jika benar ayah kandung Elena salah satu dari mereka berarti adikku Azura merupakan anak dari selingkuhan ayah tiriku sendiri, " ucapku berasumsi. Aku benar-benar tak habis pikir bagaimana ibuku sendiri mau menjadi selingkuhan.
Waktu telah sore. Aku bergegas pulang menjemput Elena. Sekarang aku berada di parkiran.
"Elena! " panggilku.
Dia tersenyum ketika mendengar suaraku. Akbar membantu Elena berjalan. Aku memeluknya dengan erat.
"Sama-sama om! " balas Akbar.
Aku membawa Elena masuk ke dalam mobil. Aku melajukan mobil keluar dari parkiran. Sepanjang perjalanan Elena terus bercerita mengenai Akbar yang membantunya melihat dunia indah.
"Elena besok ke rumah sakit bareng ayah, " ucapku kepadanya.
"Ayah sakit? " tanya Elena.
"Tidak. Elena perlu cek kesehatan bulanan, " jawabku kepadanya.
"Baik ayah! " balas Elena.
Aku sampai di rumah Rizki. Aku melihatnya sedang bersantai.
"Ki! " panggilku.
Rizki menoleh.
"Loh! Elena mana? " tanya Rizki.
"Bibi yang ajak main, " jawabku duduk disamping Rizki.
"Lo kenapa? " tanya Rizki.
__ADS_1
"Lo tahu anaknya Embun kan? " ucapku kepadanya.
"Ngapain Lo tanya anaknya Embun! Biarin ajalah. Itukan urusan mereka. Sama-sama orang tua egois, " balas Rizki.
"Aku tahu. Tapi aku cuma pengen denger ceritanya, " ucapku.
Rizki meletakkan ponselnya dimeja. "Embun dan Agung setelah Lo pergi ke Belanda, mereka menikah. Beberapa tahun kayaknya dan pada saat itu, karir Embun dan Agung melesatnya. Agung gak mau punya anak dan Embun pun gak mau karirnya hancur. Alhasil ya di buang entah ke mana sama Agung. Percuma kalau Embun mau lapor polisi, kalau iya berarti dia membenarkan rumornya sendiri. Salahkan mereka yang sama-sama egois. Sekarang mereka bercerai dan yah, Embun dalam status belum nikah saat ini, "ucap Rizki.
" Belum nikah!Embun seegois itu memangnya?"tanyaku.
"Dia diperdaya dan aku tahu itu. Jika Lo mau bantu dia? Berarti Lo nyinggung Agung dan semuanya, " jawab Rizki.
"Maksudnya? " ucapku bingung.
"Agung punya temen dan temennya itu punya kekuasaan. Kalau Lo mau bantu Embun cari anaknya, berarti Lo harus ikut campur permasalahan mereka berdua. Kalau gak salah namanya Alfan temennya Agung, " balas Rizki.
Degg! Jantungku seakan berhenti berdetak. Lagi dan lagi aku mendengar nama Alfan. Seberapa berpengaruhkah Alfan dalam kehidupan orang-orangku.
"Elena bukan anak kandungku dan ibu dari Elena adalah adik tiriku sendiri. Ayah kandung Elena antara Alfan atau ayahnya, " ucapku membuat Rizku terkejut.
"Maksud Lo!" ucap Rizki.
"Azura diperkosa salah satu atau salah dua diantara mereka adalah ayah kandung Elena dan Azura sendiri adalah anak selingkuhan dari ayahnya Alfan. Aku pusing sekarang, " ucapku menjelaskan kepada Rizki.
"Jika apa yang Lo katakan benar, berarti Azura diperkosa ayahnya sendiri dong? " balas Rizki.
Aku menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Rizki.
"Aku ingin berkata kasar, " ucap Rizki.
"Aku bingung mulai darimana awal benang kusut ini. Mantan pacarku sendiri adalah adik dari Alfan. Aku minta dua berkas file tes DNA ayahnya dan juga Alfan, " ucapku sekali lagi membuat Rizki terkejut.
"Lo benar-benar gila! Lo sial apa gimana? " balas Rizki.
"Bukan sial, tapi takdir, " ucapku.
"Mana berkas file nya, " pinta Rizki.
Aku menunjukkan berkas file tes DNA kepada Rizki. Dia melihat dan memverifikasinya.
"Ini asli. Besok Lo bawa Elena ke rumah sakit nyokap Gue biar aman, " ucap Rizki.
Akupun menganggukkan kepala.
"Rencana apa yang Lo lakuin ke depan? " tanya Rizki.
"Menemui kakakku. Aku titip Elena dulu, " Jawabku.
Rizki menganggukkan kepala. Aku bersiap berangkat pergi tanpa berpamitan kepada Elena karena ia tengah tidur. Aku naik ojek online menuju rumah kakak pertamaku. Kebetulan dia sedang berada di Indonesia. Aku membuka ponsel mengirim pesan kepada kak Julia. Dia pun menyanggupinya untuk datang.
__ADS_1