
"Bukk!! "
Tubuhku terjatuh tepat diranjang empuk. Pikiranku kembali tenang. Setelah berada di dalam penjara dalam masa penahanan membuatku tersiksa.
"Seseorang mempermainkanku"
Laci meja aku tarik dan aku keluarkan kotak persegi panjang kecil. Tanganku terulur membukanya. Sebuah kalung indah batu giok membuatku terpana.
"Hadiah paling berharga yang aku terima, " ucapku pada kalung batu giok dimana pemberian terakhir ibuku sebelum ia pergi.
Di suatu tempat teradapat pria paruh baya yang tengah duduk santai di ruang kerjanya. Istrinya datang membuka pintu.
"Apakah Prambudi memiliki dendam dengan orang lain? " tanya Ibu Diana.
Pria yang sedang membaca koran tersebut mendongak ketika istrinya berbicara.
"Tentu saja tidak. Memangnya siapa yang pernah bermasalah dengannya selain kita? Dia memprovokasimu"
"Maksudnya? " tanya ibu Diana.
"Anak kita telah bertemu denganmu dan dia orang yang ditangkap tepat di depan matamu"
Ibu Diana terkejut hingga tasnya terjatuh. Dia menutup mulutnya saking terkejutnya.
"Steven! " ucap Ibu Diana.
Pria yang bernama Ronald Artha Narendra merupakan suami dari ibu Diana san sekaligus ayah kandung dari Angga.
"Aku baru menyadari nama belakangnya sama denganmu, " ucap Ibu Diana.
Ronald berjalan menenangkan istrinya membawanya duduk.
"Aku ingin mereka menerima pembalasan! " ucap Ibu Diana marah.
__ADS_1
"Tentu saja. Aku akan melakukannya, " balas Ronald.
Pagi hari digemparkan dengan konferensi pers perusahaan Martyapada. CEO Embun Paramastri beserta jajarannya melakukan konferenai pers.
"Hari ini aku akan mengumumkan dua hal. Yang pertama bahwa perusahaan Martyapada akan memiliki mitra penting selain tiga mitra sekarang. Perusahaan Jagaddhita akan berperan sebagai mitra teratas dari perusahaan Martyapada. Yang kedua adalah aku akan mengundurkan diri dari posisi CEO, "ucap Embun kepada awak media.
Pernyataan menghebohkan Embun membuat gempar awak media.
" Apa yang membuat Anda mengundurkan diri? Apakah ada tekanan dari pihak lain? "
"Bagaimana dengan sikap Hirawan Adijaya? "
"Kalian akan tahu besok, " jawab Embun.
Berita pengunduran diri Embun Paramastri sebagai CEO perusahaan Martyapada menghebohkan negeri termasuk mitra yang diumumkan olehnya. Hirawan Adijaya melemparkan cangkir kopi ke lantai dengan emosi.
"Keterlaluan! " ucap Hirawan Adijaya.
Sedangkan dirumah, Aku tengah melihat berita pengunduran diri Embun.
Pintu kamar terbuka. Elena datang dengan gembira memelukku.
"Elena bisa liat ayah sekarang, " ucap Elena dengan antusias.
"Bro! Bu Kusuma pengen ketemu, " ucap Rizki.
Aku keluar dari kamar sedangkan Elena bersama dengan Rizki. Aku melihat Ibu Kusuma duduk menyesap teh sendiri.
"Ibu pengen ketemu sama saya? " tanyaku padanya.
"Aku kemari karena Embun menyuruhku mengatakan sesuatu padamu, " jawab Ibu Kusuma.
"Embun ingin menyampaikan apa padaku? "ucapku bertanya karena bingung mengapa dia tak datang secara langsung.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun. Hadiahku untukmu dapat kau lihat besok, " ucap Ibu Kusuma.
Aku terdiam ketika mendengarnya. Aku sendiri bahkan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunku. Ibu Kusuma beranjak berdiri berpamitan dan pergi. Aku hanya diam mencerna maksud dari hadiah dari Embun.
Pagi hari pukul 08.00 WIB.
Suasana perusahaan Martyapada berlangsung ramai. Konferensi pers kedua digelar dengan mendadak. Acaranya bahkan disiarkan live. Jajaran petinggi hadir namun tidak dengan Embun. Hanya ada perwakilannya.
"Hari ini saya mewakili Embun Paramastri mengatakan kepada semua bahwa posisi CEO perusahaan Martyapada akan diserahkan kepada Angga Narendra"
Ucapan yang membuatku terkejut ketika mendengarkannya. Wartawan berbondong-bondong bertanya. Pihak perusahaan Martyapada menutup mulut rapat-rapat. Siang hari berita menggemparkan muncul. Embun memiliki hubungan gelap dengan Agung Pratyaksa hingga melahirkan anak dan ternyata anak hasil hubungan gelap mereka dibuang oleh ayah kandungnya sendiri. Embun Paramastri mengungkap monopoli yang dilakukan oleh ayahnya sendiri dan mengatakan bahwa dirinya telau ditelantarkan sejak masih kecil.
Reputasi keduanya hancur berikut dengan Agung yang dipenjara akibat pembuangan bayi yang dilakukannya dulu serta Hirawan Adijaya diperiksa atas tuduhan pencucian uang.
"Gua gak nyangka dia berani, " ucap Rizki.
"Akbar gimana? " ucapku.
"Dia diangkat anak kandung sama Bu Kusuma. Lo siapin diri baik-baik karena tanggung jawab Lo besar, " balas Rizki.
Akupun menerima nasehatnya. Hari dimana aku datang ke kantor sebagai CEO membuatku canggung. Kedua kakakku bersama dengan kakak ipar bahkan menghormatiku. Aku yakin mereka hanya melakukan formalitas karena di dalam hati mereka sangat senang dan akupun harus waspada. Sekarang aku duduk dikursi besar dan ruangan dimana Embun duduk ketika berkerja.
Suara ketukan terdengar berikut dengan sekertaris Thalia masuk.
"Ada apa? " tanyaku kepadanya.
"Seseorang ingin menemui Anda," jawab sekertaris Thalia.
Tak lama kemudian pasangan suami istri masuk ke dalam. Aku mengenali salah satunya. Beliau orang yang aku temui di galeri seni.
"Ada keperluan dengan saya? " tanyaku pada mereka.
"Kita adalah orang tua kandungmu, " jawab mereka serempak.
__ADS_1
"