
Malam ini ketiga bersaudara akan bertemu, entah apa yang akan terjadi selanjutnya tak akan tahu. Kediaman mewah milik kakak pertamaku dengan segala desain interior luar biasa membuatku terpana. Aku diizinkan masuk ke dalam setelah mengetahui identitasku.
Aku mengetuk pintu dan tak lama kemudian asisten rumah tangga rumah kakakku membukakan pintu. Akupun dipersilahkan duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian kakak pertamaku keluar.
"Ada masalah? " tanya kak Arumi.
Akupun tertawa canggung menganggukkan kepala. Kakak keduaku datang. Kami bertiga duduk di sofa.
"Hah! Aku kangen kita bertiga bisa kumpul kayak gini, " ucap kak Julia.
Akupun menoleh menganggukkan kepala.
"Dimana Elena? " tanya kak Arumi.
"Dia sedang istirahat, " jawabku.
"Maaf, " ucap kak Arumi tiba-tiba. Akupun tahy maksud permintaan maafnya.
"Tidak masalah kak. Aku lagi berproses dan ini keputusanku. Aku harus bertanggung jawab dengan pilihanku, " ucapku.
"Ngomong-ngomong ngapain kamu ke sini? " tanya kak Arumi.
"Ini masalah Elena dan ibunya, " jawabku menghela nafas panjang.
"Ceritakanlah, " ucap kak Julia.
Akupun menceritakan semuanya kepada kedua kakakku dengan detail hingga hubunganku dahulu dengan Angel. Mereka menyimak dengan baik. Tak ada amarah ataupun perasan benci, hanya bersikap tenang seperti permukaan air.
"Tunggu tes DNA Elena besok baru aku akan membantumu, " ucap kak Arumi.
"Kakak yakin? Tapi mamah? " ucap kak Julia.
"Bukan aku yang ke sana, tapi kamu. Jika aku ketemu mamah yang ada aku emosi. Cukup katakan seperlunya, " balas kak Arumi.
"Aku tahu, tapi ini akan menyinggung semua pihak. Keluarga dari si brengsek itu memiliki pengaruh kuat dimana-mana dan aku yakin saat ini Angel, mantannya Angga tengah terbang ke mari setelah mendengar kabar ini, " ucap kak Julia.
__ADS_1
"Aku tahu. Aku membangun bisnis dan semuanya hari ini bukan perkara mudah. Aku memang ingin menantangnya, " balas kak Arumi.
Aku hanya diam. Aku tak bisa berbuat banyak membantu dalam diskusi karena akulah yang membawa bencana ini kian dalam.
"Gimana dengan Embun? " tanya kak Arumi tiba-tiba.
"Aku bekerja di perusahannya. Dia kehilangan putranya, " jawabku.
Kak Arumi hanya tersenyum yang aku tak tahu maksudnya.
"Dia egois, sama seperti Agung. Aku tebak Agung berteman dengan Alfan bukan? Dan nama dari putra Embun adalah Sapta Padma Adijaya bukan? Seharusnya jika dia lahir dan orang tua Embun tahu maka aku yakin dia akan mengurungkan niatnya, "ucap kak Arumi.
" Loh! kakak tahu? "Ucapku terkejut.
" Mengapa tidak? Orang tua Embun adalah rekan bisnisku. Dia sendiri yang mengatakan bahwa ingin punya cucu laki-laki tidak peduli anak diluar nikah atau tidak. Jika Sapta ada maka dia yang akan menjadi penerus Adijaya group. Bukankah Embun CEO Martyapada? "ucap kak Arumi.
" Tapi itu juga akan membuat ambisi Agung kian memuncak. Dia sekarang entah dimana namun jika tahu kebenaran ini pasti dia akan kembali,"Ucap kak Julia.
"Jika kamu ingin tahu dimana keberadaan Sapta dan kebenaran ayah kandung Elena? Maka kamu harus bersiap hidupmu tak akan tenang. Gak usah pindah rumah. Keluarga Rizki adalah terpandang. Ibunya direktur rumah sakit dan ayahnya seorang jaksa. Pengamanan rumah terjamin, " ucap kak Arumi.
"Kedatangan Angel di Indonesia karenamu dan Dia akan dicurigai oleh keluarganya. Kedatangannya akan membawa banyak sekali masalah, " ucap kak Julia.
Akupun menghela nafas kembali. Aku benar-benar pembawa masalah.
"Apakah kakak ada solusi menangani konglomerat itu? " tanyaku.
"Tentu ada! " ucap seorang pria yang keluar dari ruangan.
Kak Arumi tersenyum mendengarnya. Dia adalah Excel. Suami dari kak Arumi.
"Aku mendirikan perusahaan properti Suralaya bersama dia, " ucap kak Arumi.
"Tentu saja aku akan membantu. Perusahaan media masa Wiguna Abadi akan setia bersamamu, " ucap kak Julia.
"Asalkan perusahaan Wiguna Abadi, Suralaya ataupun Martyapada. Bahkan Adijaya group, maka kamu akan berkesempatan bersaing dalam memainkan peran ini, " ucap kak Excel.
__ADS_1
"Maksudnya kakak ipar ingin aku memanfaatkan krisis ini membangun perusahaan meminjam nama-nama mereka? " tanyaku kepadanya.
Kak Excel menganggukkan kepalanya.
"Kamu harus mulai dengan Martyapada terlebih dahulu. Elena ataupun Sapta adalah kunci dimana kamu bisa membangun bisnismu sendiri atas namamu. Elena adalah aib dari keluarga Setya Prambudi dan Sapta merupakan ahli waris Adijaya group, " ucap kak Excel.
Akupun hanya terdiam dan mencerna apa yang dikatakan olehnya. Dalam hati aku enggan, namun apa yang dikatakan olehnya benar adanya. Ini adalah masalah hati nurani.
"Jadi, aku harus menikahi Embun? " tanyaku kepada mereka.
"Tak perlu menikah. Cukup dapatkan kepercayan saja. Waktumu tak banyak. Ini bukan masalah merebut secara paksa, tapi gunakan kelemahan mereka untuk keuntunganmu. Jangan sia-sia kan krisis ini, " ucap kak Arumi.
Aku benar-benar bingung hingga diam tak membalas perkataan kak Arumi. Dia menyodorkan sebuah flashdisk kepadaku. Aku menerimanya dan berpamitan pulang. Di dalam mobil aku benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran kedua kakakku.
Disatu sisi aku tanpa mereka tak akan bisa hidup hingga sekarang. Kebetulan aku membawa laptop dan aku lihat file berisi vidio cctv. Aku melihat dengan jelas bahwa Agung tengah membuang seorang bayi di pinggir jalan tersembunyi di dalam semak belukar. Rekaman cctv pun selesai. Aku kemudian melihat ulang memastikan tempat disekitarnya yang tak asing. Aku menghentikan sementara vidio rekaman tersebut. Beberapa jarak dari lokasi pembuangan terdapat bangunan bercahaya dengan siluet seseorang. Memperbesar dan menemukan bahwa orang tersebut adalah wanita.
"Bukankah ini jalan di sekitar TK Intan Permata?" ucapku memastikan kebenaran tersebut dari bangunan yang bercahaya.
"Seseorang tahu dimana Sapta dan orangnya ada di dalam TK itu, " ucapku.
Aku sampai di rumah Rizki. Dia telah menunggu di ruang tamu.
"Gue bisa bantu, " ucap Rizki membuatku terkejut.
"Loh? " ucapku bingung.
"Gue udah menduga Lo bakal ke sana. Jadi, Gue bisa bantu Lo nyelidiki kasus Sapta tapi dengan satu syarat Lo harus ambil kuasa ataa perusahaan Martyapada karena ini akan mengguncang dunia. Gue gak peduli sama Embun, tapi Gue cuma hargain Lo. Reputasi Embun bakalan jatuh karena kasus ini dan Agung akan muncul kembali ke permukaan. Setidaknya Lo bisa bantu Embun. Jangan lupa orang tuanya pemilik Adijaya Group, " balas Rizki.
"Agung bakalan muncul? " tanyaku ragu.
"Dia akan muncul bersamaan datangnya Angel dan kemungkinan adalah besok. Lo gak usah pikirin masalah ini. Cukup pikirin Elena gak usah yang lain. Gue tahu, keluarga Lo manfaatin doang kan?"ucap Rizki dan aku di dalam hati mengiyakan.
" Lo benci sama Embun? "tanyaku kepadanya.
" Gue gak suka dia nganggap Lo kayak mainan,"Jawab Rizki.
__ADS_1