Husband For My Mom ( Suami Untuk Ibuku)

Husband For My Mom ( Suami Untuk Ibuku)
Ratu Lintasan Balap


__ADS_3

"Brum...., Brum....." Bunyi knalpot yang sangat kencang.


Terlihat sebuah motor sport berwarna merah terparkir di tengah jalur balap dengan motor sport lain bewarna hitam terparkir di sebelah motor sport merah tersebut.


Kemudiaan seorang wanita dengan baju yang lumayan terbilang, Ekhm...😥 Se*y berjalan maju di tengah area balapan dengan memegang sebuah bendera hitam putih di tangan kanannya.


"Semua siap" tanya wanita itu kedua orang. yang duduk di atas motor dengan memegang pedal gas memberikan tanda jempol mengisyaratkan mereka siap memulai lomba.


" BAIKLAH. 3, 2, 1 . MULAI " teriak wanita itu sambil melempar bendera. di tangan kanannya.


Bendera yang terlempar pun jatuh ke tanah dan perlombaan dimulai. Baik pengemudi motor sport merah itu ataupun pengemudi motor sport hitam itu tidak ada yang mau saling mengalah.


Kecepatan mereka sangat seimbang dan hampir sama, semakin lama garis finish pun terlihat tak jauh lagi.


"Bruuuugggg...."


tiba-tiba pengemudi motor hitam kehilangan keseimbangan dan terjatuh , dan pengemudi motor merah terlihat sudah sampai digaris finish.


Pembalab dengan Motor merah yang sudah. sampai digaris finish pun membuka helm yang dipakai nya sepanjang waktu balapan. Terlihat seorang gadis berambut panjang berwarna hitam dibalik Helm yang ia gunakan.


" Baiklah, sepertinya aku yang menang. Kalau gitu Uang nya milikku. Jangan kapok nantang balapan lagi yah!" Ucap Gadis iti kepada Pembalap dengan motor sport hitam itu.


Gadis dengan motor merah itu adalah Ratu, Mahasiswi dan juga disebut SI RATU BALAP di lintasan balap, karena tak pernah ada seorang pun yang mengalahkannya saat dia ada di jalur balap dengan si Merah ( motornya ).


" yes,... dapet uang lagi. lumayan buat nongki" ucap Ratu dalam hati.


***


Keesokan harinya, di kampus A kampus ternama di London.


14.00, Dengan menggunakan hoddie berwarna abu-abu dan jeans biru ketat yang membuat tubuh indah Ratu terbentuk indah, Ratu duduk di kursi cafe menunggu seseorang yang ditunggu nya datang.


Beberapa menit kemudian. terlihat seorang pria dengan kemeja putih dengan celana panjang yang dikenakan pria itu masuk kedalam pintu cafe ,


"Woi Henry! Di sini." teriak ratu sambil melambaikan tangan nya kepada seorang pria seumuran Ratu.


Dia adalah Henry setiawan , Sahabat masa kecil sekaligus tunangan Ratu, kenal dekat dengan keluarga Ratu.


" Tumben. banget mau nraktir orang di cafe, Kamu balapan lagi yah ? " Tanya Henry kepada Ratu dengan ekspresi datar dan terkesan dingin.


" Shuuuttt, diam. Jangan keras- keras woi, ngomongnya. Kalau Papa tahu bahaya, aset ku bisa disita nanti. Kau tahu kan dia itu punya banyak mata yang bisa dia sewa." bisik Ratu sambil meletakan satu jari telunjuk di bibirnya dan satu tangan nya lagi menutup mulut laki-laki yang duduk di seberangnya.

__ADS_1


Mereka pun saling mengobrol sambil memakan, makanan yang sudah mereka pesan.


***


Sedangkan di luar kafe tersebut ada seorang wanita berbalut gaun yang pendeknya selutut berwarna merah, menatap ke arah Ratu dan Henry yang Makan bersama dengan wajah kesal penuh amarah.


Gadis dengan balutan gaun merah selutut itu adalah Jessica Warina sahabat dari Ratu.


" Ratu tunggu saja kau, akan ku buat Henry sendiri yang meninggalkan mu dan memilih ku....hemmm..." Kata Jessica dalam hati sambil menarik ujung bibirnya keatas membuat senyum licik diwajahnya.


Jessica membopong tubuh ratu hingga sampai di sebuah hotel yang terletak di sebelah bar tersebut. Jessica meningalkan gadis itu dan segera pergi.


"Mbak...Saya...pesan Kamar..." Ucap ratu dengan sedikit terbata-bata.


Resepsionis memberikan kartu kamar dengan nomor 9998, yang merupakan kamar non vip yang tersisa di hotel tersebut.


Ratu mengunakan lift, sesampainya di lantai seratus. Mata Ratu semakin kabur dan tubuhnya semakin lemas juga panas, Ratu yang sudah tak kuat lagi terbaring didepan sebuah kamar hotel.


Di loby hotel datang seorang pria dengan setelan jas berjalan kearah meja resepsionis dengan tatapan tajam,


Resepsionis mengenal pria itu, karena dia adalah pemilik saham terbesar dari hotel tempatnya bekerja. Wanita dengan baju khas karyawan hotel pun memberikan sebuah kunci bertuliskan VVIP 9999.


"Tinnnnnggg.."


Suara pintu lift yang terbuka dilantai 100, lantai tertinggi yang merupakan daerah campuran Non VIP dan VIP.


Seorang pria keluar dari ruang lift itu dan berjalan menuju arah kamarnya dengan memegang sebuah kartu kamar di tanggannya.


Pria itu adalah Hans Marselino, Pria dengan rambut hitam, kemeja putih dibaluti Jas hitam dengan dasi mengikat indah di kemeja yang menunjukan badan yang kokoh dan kekar miliknya.


Sesaat Hans sampai di depan kamar hotel miliknya, Hotel itu adalah saham perusahaan X-HARVEY sehingga ruangan 9999 hanya dibuat khusus untuk Hans saja.


Baru Hans sampai di depan pintu kamar hotelnya, dia melihat seorang gadis terbaring lemah dihadapannya.


"Apakah mereka tidak lelah menggoda ku! padahal mereka sudah tahu kalau itu gak bakalan mempan padaku." Ucapnya dalam hati.


Ratu bergerak perlahan, Hans yang melihat tubuh gadis itu menggeliat pelan pun memeriksa keadaan gadis itu.


Laki-laki itu berjongkok di depan pintu kamar hotelnya dan mengulurkan tangan dan menyentuh dahi Ratu.


"Panas Sekali" Itulah kata yang dia gumamkan saat menyentuk dahi gadis itu.

__ADS_1


" dingin" Ucap ratu sambil sedikit mengeliat, karena menerima rangsangan dari Tangan Hans yang menyentuh dahinya.


Hans melihat gadis itu dengan seksama. Dia merasa gadis dihadapannya bukanlah seperti wanita yang sering mengodanya.


"Apa kamu kepanasan?" Tanya Hans pada gadis di depan pintu kamarnya itu.


Laki-laki itu yang melihat Ratu yang sudah terpengaruh oleh efek obat tersebut pun memasukan tangan nya kedalam kantong celananya dan mengambil telpon genggamnya.


" Halo , hans " jawab seorang pria di seberang telepon.


" Cepat datang ke hotel!" Ucapnya dengan tatapan datar pada wajah dinginnya.


" Memang kenapa tumben banget calling-calling aku? apa kamu kangen sama aku?"


Ucap pria yang ditelpon oleh Hans.


" Udh gk usah bacot, Ada gadis yang dikasih obat di depan kamarku !" Ucap Hans ketus pada pria diseberang ponsel nya itu.


" Dikasih obat apa maag, sianida, atau obat masuk angin? Kalau mau ngelawak gak lucu deh, makanya jangan jadi workaholic ujungnya jadi jomblo dimasa tua kan lu ! hiya-hiya...." Ucap si penerima telepon dengan nada bercanda.


" Ya Allah ,Apa hubungannya penyakit dengan diriku yang jomblo. Mungkin ini memang takdir ku punya temen laknat. "


Guman Hans dalam hati mendengar ucapan temenya itu


Telepon kedua pria itu masing saling terhubung, Hans yang sedang fokus memikirkan cara membantu gadis itu terus memasang wajah datar pada mukanya yang sudah dinggin dari lahir, ya kalau di ibaratkan sih seperti balok es Kutub utara.


Tiba-tiba Ratu bangun dan membuka matanya sedikit demi sedikit, pandangan nya masih tetap kabur dengan dikelilingi hawa nafsu karena efek obat perangsang.


"Greb.."


Ratu menyentuk bahu Hans dengan kedua tanggannya. Mata Ratu sudah goyah melihat seorang pria gagah dihadapannya dengan diselimuti hawa nafsu.


Hans melihat kembali ke arah gadis yang sedang tersiksa itu,dia melihat hanya ada seorang gadis polos dengan kecantikan membuatnya ingin melahapnya habis saat itu juga.


"Gluuuukk.."


Pria itu melihat ke sekelilingnya, tidak ada siapa-siapa disana, Perlahan dan perlahan hawa nafsu masuk kedalam organ pernafasannya.


" Sungguh Godaan yang sulit ditolak "


Ucap hans dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2