
Kini, kedua keluarga telah berkumpul di ruang tamu kediaman Black Wolf.
Keluarga handayani dan keluarga Marselino.
Pertunangan antara putra dan putri mereka menjadi wujud perdamaian dari kedua keluarga yang dulunya memiliki dendam kesumat. yah bagaikan kucing dan tikus, keluarga Marselino adalah militer dan keluarga Handayana adalah Mafia.
Keheninggan terjadi di ruang tamu, Ratu dengan tangtop hitam dibalut oleh jaket berwarna maroon beretsleting terbuka, dan bawahan celana pendek diatas lutut warna hitam, duduk diatas Sofa.
Seorang pria paruh baya seumuran William mulai membuka pembicaraan.
" Jadi ini Anak mu William, lama sekali aku tidak melihatmu bocah." Ucap pria bernama Hansen Marselino tersebut.
" hehe..om lama tidak berjumpa, aku baru balik ke Indonesia karena uang jajanku kurang om. Jadi aku harus bertahan hidup dengan uang pas-pasan.." Ucap Ratu tampa penyesalan dengan kerabatnya itu.
" Gk pa'pa sayang nanti tante kasih kamu jajan ok." Ucap Wanita yang merupakan istri dari Hansen Marselino, Kiara Farinda.
" Terimah Kasih tante.." Ucap Ratu melayangkan senyuman manis.
@@@
Hansen Marselino teman lama William, sudah mengenal Ratu sejak wanita itu masih kecil. Istrinya bernama Kiara Fatinda, yang merupakan seorang pengusaha terkenal dan sukses di dunia bisnis.
Hansen Marselino seorang mantan jendral militer. Memiliki tiga orang anak.
**Anak pertamanya Fahrah Marselino, Seorang dokter kandungan. Bekerja dirumah sakit yang ia rintis sendiri dari awal dan kini sudah tersebar di beberapa negara karena mengutamakan pelayanan dan kenyamanan pasien mereka. ( Sudah Menikah) (35 tahun)
Anak keduanya Hans Marselino, seorang CEO perusahaan yang ia bangun dengan bantuan modal dari ortunya. Perusahaannya(X-harvey menjadi legenda karena kemampuan dan pengalaman sang Ceo dalam dunia bisnis. ( Jomblo ngenes) (28 tahun)
Anak ketiganya Gian Marselino, seorang playboy kelas kakap. Masih kuliah, Menyukai fotografi dan ngehack. ( Buaya Darat) (20tahun**).
@@@
Dari arah lain terlihat dua anak berlari kearah ruang tamu dengan di kejar oleh seorang laki-laki dibelakang mereka.
" Mami...mami..." Seru kedua anak itu yang tampak sangat panik.
" Ayres, Ayran... Kalian kenapa ketakutan begitu?" Tanya Ratu pada kedua anaknya yang lari terbirit-birit dan terlihat sangat panik.
" Mami om itu, mukanya seram mami, kayak momo yang mulutnya lebar itu.." Ucap Ayran.
Ayres dan Ayran memegang tangan ibunya dengan kedua tangan kecil mereka.
Ratu yang tidak ingin anak-anaknya dibully pun bersiap baku hantam. Wanita itu berdiri, menggulung lengan jaketnya dan memposisikan kakinya membentuk kuda-kuda.
Terlihat dihadapannya seorang Pria dengan setelan jas hitam tengah berdiri sembari memasukan tangannya ke kantongnya.
__ADS_1
" Loh, Hans? Kamu yang dibilang kayak momo itu?" Tanya Kiara sambil menahan tawanya.
Ratu memandang calon ibu mertuanya itu lalu kembali memandangi pria itu.
" Hei! Hachi, han, atau apalah itu. Aku menantang mu berduel. Jika aku kalah aku bersedia menerima perjodohan ini, dan jika aku menang kamu harus kamu harus membatalkan pertunangan ini dan mentraktir jajanku selama sebulan." Ucap Ratu Lantang menaikan jari telunjuknya pada Hans.
" Ok.." Jawab Hans singkat.
" Gadis yang menarik, Boleh juga Nih ibu-ibu." Guman Hans dalam hati.
William hanya terduduk diamsambil menepok jidatnya. Hansen dan Kiara memerhatikan calon menantunya dan juga anak kembar dihadapan mereka.
" Kok, Anak ini mirip dengan Hans waktu masih kecil yah? apa ini cuman perasaan ku saja atau gimana?" ( Kiara )
"Aku merasa anak-anak ini sangat mirip dengan Hans."( Hansen)
Ucap Hansen dan kiara dalam hati bersamaan. Kedua orang itu menatap satu sama lain lalu menangguk karena pemikiran mereka sama.
" Apakah jangan-jangan Ratu itu, gadis yang pada malam itu melakukan hubungan satu malam dengan Hans?" Gumam mereka berdua dalam Hati.
6 tahun lalu, Hans menceritakan yang sebenarnya karena albert, asisten sekaligus sahabatnya keceplosan pada ortunya.
Didalam Kamar Hotelnya, Hans terbangun diatas ranjangnya tanpa satu helai benang pun yang menutupi dirinya, hanya ada selimut yang menutupi tubuh astetic sampai batas pinggang.
Hans mengumpulkan nyawanya dan bangkit dari posisi tidurnya. Pria itu berjalan ke arah kamar mandi didalam kamar hotelnya itu.
" Tunggu apa itu?" Gumam Hans.
Pria itu diam. sejenak menatap pantulan dirinya di cermin. Kagetnya ia saat melihat banyak coretan pada punggungnya
bertuliskan:
Hai tuan ******, maaf aku tidak memberikan mu uang, karena aku sedang terburu-buru. Aku merasa kemampuan mu kurang memuaskan. Kau harus lebih banyak berlatih lagiđź’‹
Hal itu membuatnya sangat geram, Hans mengambil teleponnya dan menghubungi asistennya.
" Tolong carikan rekaman kamera pengawas kamar ku, segera!" Ucap Hans dengan penuh penekanan kepada orang diseberang telpon yang tak lain adalah albert asisten Hans.
" Baik, Tuan." Ucapnya singkat seraya bergegas meminta rekaman cctv di lorong lantai 100.
Setelah pria itu menelpon asisten sekaligus sahabatnya itu, Hans segera melakukan pembersihan diri dan membersikan noda lipstick bagian punggungnya itu.
Selama didalam kamar mandi tulisan dengan noda lipstick merah cerry itu terus melekat di otaknya. Karena Mengingat hal itu Hans dibuat naik darah oleh Maha karya Ratu.
15 menit kemudian, Hans keluar dari kamarnya dan hendak pergi ke ruang cctv, untuk mengecek tugas yang ia perintahkan pada asistennya.
__ADS_1
Brakk..
Suara pintu ruangan yang dibuka dengan sekuat tenaga.
" Hans, Kau sudah datang.." Ucap Albert pada bos sekaligus sahabatnya yang tengah berdiri didepan pintu.
Di depan monitor , seorang pria duduk dan masih mencari data yang diinginkan atasannya itu.
Pria itu tidak menemukan vidio rekaman cctv lantai 100 bahkan rekaman dari lantai 1-100 hotel itu error.
" Maaf, Tuan Hans. Saya tidak bisa menemukan Rekaman CCTV yang anda minta. Keamanan kita telah di retas dan mengalami ganguan. Mereka tidak mencuri data-data keuangan hotel dan hanya mengambil rekaman cctv secara terang-terangan." Penjelasan Si Penjaga monitor CCTV yang merupakan lulusan IT.
Tiba-tiba saja pada Layar yang awalnya muncul lambang atau tanda error, muncul tulisan
QUEEN
Keheningan terjadi sebentar, Hans tersenyum dan berkata " Gadis Nakal"
Ting...
Dering ponsel menandakan sebuah pesan masuk.
**Mom:
" Hans, cepat pulang kita akan makan malam bersama dengan Hubert dan sarah. Jangan lupa ajak juga Albert pulang ke rumah buat makan bareng**. "
Hubert Alvian dan Sarah ariana adalah orangtua dari Albert Alvian. Hubert adalah asisten Dari ayah Hans sekaligus sahabatnya. Hubungan mereka sudah seperti keluarga. Dan kini Albert yang merupakan anak pertama dari keluarga Alvian berkerja sebagai asisten Hans.
Pukul 18.00, Setelah dari kesibukan dan rapat dengan klien, Hans memeriksa pekerjaan para ahli untuk memperbaiki masalah keamanan Hotel.
1 jam kemudian, Hans bersama dengan Albert dalam perjalanan ke rumah Orang tua Hans.
Kini mereka dua keluarga telah berkumpul di ruang makan. Mereka saling berbicara dan tertawa dan bagaikan keluarga sendiri.
" Oh iya, albert mami lupa tanya kamu tadi kenapa telat bareng Hans." Tanya kiara, ibu Hans yang biasa dipanggil mami oleh Albert.
" Oh, tadi kami dari hotel mami. Kami legi sibuk karena Seorang Gadis yang diterkam Hans kemaren Malam. Padahal keamanan saja sudah sulit diterobos yang keamanannya setingkat dengan NASA." Ucap Albert sembari mengigit paha ayam goreng dan berbicara tanpa berpikir.
Semua orang kaget dengan pernyataan dari Albert yang tidak fokus dan keceplosan.
Setelah hal itu Hans memandang Albert tajam.
" Maaf aku keceplosan" Ucap Albert dalam hati.
__ADS_1
Hanspun menceritakan ygsebenarnya pada semua orang.