
" Ini" Ucapnya menatap gadis kecil itu.
" Terimah kasih" Ucap Ayran Malu-malu.
" Sama-sama Ayran..." Ucapnya mengendong Ayran dan tersenyum pada Gadis kecil yang terlihat sangat bahagia.
" Gampang sekali dia membujuk anakku" Batin Ratu.
Kini semua orang berkumpul diruang makan, Dalam Waktu makan malam hening hanya ada suara decitan dari garpu dan sendok.
Makan malam telah selesai, semua orang kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Pukul 23.00 waktu dimana semua orang seharusnya sudah tidur.
Hans masih terbangun dan hendak keluar kamar untuk mengambil minum didapur.
citt.. Suara pintu terbuka...
Hans membuka Pintu terlihat sedikit terkejut ada seorang gadia kecil berdiri didepan pintu kamarnya.
" Ayran, kenapa kamu disini?" Ucap Hans tersenyum kearah gadia kecil dihadapannya.
" Anu..paman.., apa aku boleh panggil paman dengan sebutan Papi?" Ucap Ayran malu-malu, sembari mengunyel-unyel baju tidurnya bertema kartun minnie mouse.
" Iya, pangil aja papi, kan kita sebentar lagi akan jadi keluarga. Jadi papi akan jadi ayah kamu sekarang." Balas Hans tersenyum lembut menatap Ayran.
Ayran yang mendengar itu sangat senang, Sangking senangnya Ayran langsung tertidur nyenyak di kasur kamar Hans.
Pagi Harinya, Ratu banggun dan meregangkan tubuhnya.
" ehh... Entah kenapa rasanya nyenyak banget mimpi semalem..." Ucap Ratu mesem-mesem.
Kemarin malam Ratu mendapat mimpi yang sangat indah, Mimpi pada malam 6 tahun lalu membuatnya bahagia dan juga sedikit sedih.
Senangnya saat melihat Hadiah indah yang diberikan Tuhan yaitu kedua buah hatinya.
Sedihnya saat mengingat Dirinya tidak mengenal bahkan mencintai pria itu.
Alasan kenapa Ratu senyum-senyum sendiri adalah karena ia memikirkan, seberapa besar tenaga Pria malam itu, dan seberapa besar lubang surga miliknya karena milik pria tersebut telah membuat Ratu terkulai lemas dan bahkan mampu mengalahkan efek obat perangsang.
Hanya Tuhan, Author,dan Pembaca yang tahu siapa pria malam itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Ratu teringat pada kedua anaknya, Ia merasakan tidak ada sosok tangan seorang gadis kecil memeluk dirinya dipagi hari.
" Oh tidak dimana Ayran!" Teriak Ratu panik...
Mendengar teriakan ibunya, Ayres terbangun dan mengucek mata nya.
" Mami, kenapa sih..." Ucap Ayres dengan nyawa yang belum kembali sepenuhnya.
" Ayres... Adik mu hilang.." Ucap Ratu , menarik hingus nya dan hendak menangis.
" Apa, Ayran Hilang? !" Teriak Ayres. Dibalas angukan oleh Ratu.
" Ayres Ayo cepat kita mencari adikmu itu, kau tahu kan dia itu buta arah dan di selalu tersesat jika diluar terlalu lama tanpa orangyang dia kenal" Ucap Ratu dengan Panik .
Ratu bersama Ayres yang masih mengenakan piyama dan sendal rumah berlari membuka satu persatu kamar.
Tok...tok...
" Siapa sih ngedor-gedor pintu kamar orang pagi-pagi emang ada maling apa?" Keluh Hans mengaruk-garuk kepalanya karena tergangu dengan gedoran pintu.
Hans Duduk dan mengaruk kepalanya, dia teringat dengan seorang gadis kecil yang masih terlelap dalam tidur nyenyak. Hans memalingkan Tatapannya melirik gadis kecil yang memeluk erat lengannya.
" Tunggu sebentar" Balas Hans..
brak..
Muncul Tangan Seorang wanita dengan cepat membanting pintu dan mencari bagian yang hilang dari belahan jiwanya itu.
" Bukankah itu Ayran..." Batin Ratu menutup mulut dengan tanganya kaget.
" Hei, kalian untuk apa mengedor-gedor kar orang pagi-pagi? Seperti ada seorang pencuri saja..." Ucap Hans santai.
" Hei kau itu lah pencurinya, lihat ini kau telah menculik putri ku, Jangan-jangan kau ingin menjual nya keluar negeri. ATAU JANGAN-JANGAN KAU ITU... SEORANG PEDOFIL" Ucap Ratu tanpa henti , menekan kalimat terakhirnya dan semakin panik dengan pemikiran nya sendiri.
Ayres memandang dingin kearah Hans, Pria itu menatap balik juga kepada Ayres dengan tatapan wajah dingin yang sangat mirip.
" Kenapa anak ini, Tatapannya seperti tatapan ku waktu masih kecil. Tapi ngak mungkin Aku hanya pernah melakukan hal ITU dengan Gadis Malam itu. Lalu kenapa anak ini tatapan dan sikapnya mirip seperti ku saat masih kecil..." Gumam Hans menatap Ayres baik-baik.
Dari postur tubuh, tatapan yang tajam, sampai dengan sikap yang dingin dan berlidah tajam. Kesamaan dari sifat,sikap,bahkan kepribadian Ayres seperti sudah di copy paste dari Hans.
" Hey...; Paman, Kenapa kau terus menatapku? Aku tahu kau bukan pedofil, tapi jujur saja aku tidak suka dengan mu..." Ketus Ayres menatap tajam dan berbicara jujur pada Hans.
__ADS_1
Ayres adalah seorang anak yang sangat menyayangi adik dan ibunya.
Walaupun Ayres suka berkelahi dengan Ayran, tetapi jika seseorang mengangu 2 orang yang paling ia sayangi dia tidak segan-segan membuat dunia bagaikan neraka bagi orang itu.
Tumbuh tanpa sosok ayah dan Ayres mendapat seluruh kasih sayang dari adik dan ibunya,
Membuat Ayres merasa jika ibunya menikah dengan seseorang maka kasih sayangnya akan berkurang dan adiknya akan lebih suka bermain dengan ayah baru mereka.
Ayres pun merasa harus menjadi dewasa dan lebih dewasa lagi untuk melindunggi kedua orang yang ia sayangi.
Bahkan saat dulu Ratu di lamar seorang pria, Ayres akan melakukan segala cara untuk membuat Ratu Ilfeel pada pria tersebut.
" Hump..; Mungkin aku tidak perlu repot-repot melakukan rencana ku. Karena sekarang Mami sudah Ilfell sama Si paman Hans itu. Beraninya dia mencoba mencuri kasih sayang mereka dariku." Batin Ayres menyeringai, tersenyum karena Ratu Ilfeel pada Hans padahal ia belum melakukan rencana apapun.
"emmm.. ada apa ini ? kenapa membangunkan ku pagi-pagi." Ucap Ayran yang terbangun karena terjadi keributan disekitarnya.
" Sayang...Ayran...; Kamu gk pa'pa kan?" Kata Ratu dengan panik meletakan tanganya di kedua bahu putrinya.
" Mami aku masih ngantuk..." Ucap Ayran mengucek matanya dan kembali tertidur menuju alam mimpi.
Ratu diam sejenak...
" Tuan Hans, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Ratu sembari menengok kearah Hans menatap mata pria itu dengan tatapan serius. Dibalasi sebuah angukan dari Hans.
Mereka pergi dari kamar tamu kediaman Black Wolf itu dan pergi kekamar Ratu untuk beebicara.
" Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ratu sembari duduk di pojok Ranjang melipat tangan didepan dadanya, mengangkat satu kakinya.
" Kemaren malam, Ayran datang ke kamarku dan..." Belum selesai ucapan Hans terpotong oleh ucapan Ratu.
" Baiklah , Bagaimana kamu akan bertangung jawab pada putri ku?" Tanya Ratu lagi dengan serius menatap Mata Hans tajam.
" Wanita ini, bahkan tatapannya lebih tajam daripada aku saat dia sedang marah" Batin Hans. Dengan keringat dingin saat mulai di interogasi oleh Ratu .
" Aku akan Bertangung jawab. Aku akan Menikahi mu " Jawab Hans dengan santai dan senyuman datar.
Ratu yang semula diam saja, dipusingkan karena pernyataan Hans terus muncul di kepalanya. Tidak lama setelah itu Ratu tidak sadarkan diri dan dinyatakan pingsan. (bukan mati ya guys.)
"Hi vlog welcome to my guys...."
Thank ya udh stay tun Novel ini.
__ADS_1
Please like, Komen, And Vote. Karena Koin itu didapat dengan.
semakin kalian dukung aku akan semakin semangat buat update nih 😆☇