
Hans membawa Ayres dan Ratu masuk kedalam mobil.
" Di dalam Kantong plastik putih ada makanan, Kalian belum makan kan makan aja aku pergi sebentar, kalian tetap didalam mobil.." Ucap Hans menunjuk Sebuah Kantong Plastik.
Hans menutup mobil pintu mobilnya dan berjalan ke memasuki gedung sekolah.
Ratu dan Ayres yang penasaran isi dari kantong keresek putih itu hendak melihat isi dari plastik itu.
Terlihat ada 2 lunch box take away dan juga 2 Lunch box kids.
Ratu mengambil satu lunch box take away berukuran besar dan Ayres mengambil lunch box kecil.
Terlihat lunch box mereka berisi nasi goreng dengan campuran udang, ayam, dan Sayur-sayuran.
Entah mengapa setelah melihat itu nafsu makan mereka hilang dan menutup kembali lunch box mereka.
Hans Berjalan kearah pintu mobil alpahrd hitam miliknya itu dan membawa masuk seorang gadis kecil yang ia gendong sembari juga menenteng dua tas ransel di tangannya yang lain
Gadis itu adalah Ayran, Adik dari Ayres.
Ayres berbagi tempat duduk dengan Ratu, sedangkan Ayran berbagi tempat duduk dengan Hans.
tingg...
Ponsel Hans berbunyi menandakan pesan masuk.
Mom: Sayang Bawa Ratu ke butik nya tante mira yah...; kita mau coba gaun....
Me : Ok .
Balas Hans setelah membaca pesan yang dikirim oleh sang ibu.
"Pak, ke butik Tante Mira" Ucap Hans pada Si Supir.
Si supir mendapat perintah segera mengerjakan mesin mobil menuju alamat tujuan.
Hans baru menyadari Ratu dan Ayres belum memakan makanan mereka, dan hanya memegang lunch box take away nya saja.
" Kenapa belum Makan...?" Tanya Hans pada Ayres dan Ratu.
" Ini untuk Ayran..." Lanjut Hans memberikan Lunch box take away kids sama seperti milik Ayres pada Ayran.
"Terimah kasih papi....." Ucap Ayran mulai memakan makanannya.
Ayres dan Ratu pun mulai mengerakan sendok nya.
Hans mengambil box tersisa sembari bersiap akan makan.
Hans yang mulai mengunyah makanannya tanpa sadar memalingkan wajahnya menatap Ayres dan Ratu.
Anehnya kedua ibu dan anak itu belum mulai mengunyah makanan mereka.
__ADS_1
Ayres dan Ratu hanya memindahkan udang yang ada di campuran Nasi goreng satu persatu, Terlihat jelas mereka sedang memilih-milih makanan.
" Ada apa?" Tanya Hans.
" Kami tidak suka udang.." Ucap mereka bersamaan, menoleh menatap mata Hans.
" Kalian gk suka udang?" Tanya Hans terkejut.
Berbeda dengan mami dan kakaknya, Ayran memakan semuanya dengan lahap.
" Bukannya udang enak ya? kok kalian gk suka udang..." Tanya Hans Binggung karena dirinya adalah penyuka seafood terutama udang.
" Papi, mereka itu memang gak suka udang dari dulu. Aku juga aneh, Aku juga anaknya mami tapi cuman aku yang suka makan udang. Makanya kalau aku makan udang mereka bilang aku anak yg di pungut dari kolong jembatan karena cuman aku yang suka makan seafood. " Ucap Ayran ter ingat masa lalu dan mulai kesal..
" Siapa yang bilang begitu..? Kamu itu anak Papi karena kamu sama papi sama-sama suka makan Seafood ok, Jadi kamu bukan anak pungut. Paham?" Bujuk Hans membuat Ayran merasa mendapat pembelaan dari Hans yang ia pangil papi.
Sementara Ratu dan Ayres mengunyah makan siang mereka dan diam seribu bahasa.
" Mungkin dia bisa menjalankan tugasnya sebagai Ayah..." Batin Ayres tersenyum datar dalam hati.
@@@
tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah Butik terkenal milik Tante dari Hans yang akrab disebut Tante Mira.
Adik dari Kiara Fatinda. Mira Fatinda seorang desainer dengan cabang butik tersebar ke seluruh tanah pertiwi.
" Mau ngapain kita di sini?" Tanya Ratu Pada Hans yang sudah terlebih dahulu turun dari mobil.
" Oh, kalau gitu ayo kita temui tante..." Jawab Ratu mengandeng tangan Ayres.
Mereka berempat masuk kedalam butik terkenal itu, dan di sambut oleh banyak kariawan disana.
" Tuan, Nyonya, tuan muda, nona muda, Kalian sudah ditunggu didalam..." Kata seorang Kariawan butik mengarahkan mereka ke suatu ruangan, tempat dimana Kiara dan Mira sedang menunggu mereka.
Mereka masuk kedalam Ruangan Pribadi desainer tersebut, terlihat di sofa duduk dua orang wanita yang tengah menyeruput teh mereka.
" Tante..." Sapa Ratu.
" Oh Ratu udh sampe..." Jawab Kiara menatap Ratu.
Dengan gerakan gesit Mira berjalan pelan mengelilingi Tubuh Ratu melihat dan memeriksa lekuk tubuh Ratu.
Matanya berbinar-binar takjub melihat lekuk tubuh seorang wanita yang sudah punya dua anak tetapi lekuk tubuhnya lebih bagus bahkan lebih s*xy.
" Jadi ini yang namanya Ratu?. Sayang, Kamu cantik sekali." Ucap Mira takjub sembari memegang kedua tangan Ratu.
" Terimah kasih tante..." Ucap Ratu sedikit canggung...
" Hans. bisakah kau membawa anak-anak keluar..." Ucap Kiara pada Hans yang menggandeng tangan Ayres dan Ayran dan masih berdiri didepan pintu.
" Ok, Ayres-Ayran kalian mau temani om sebentar kan?" Tanya Hans yang dibalasi angukan dari Ayres dan Ayran.
__ADS_1
Hans beserta Ayres dan Ayran pergi keluar dsri ruangan tersebut. Didalam ruangan tersebut hanya tersisa Ratu, kiara, dan mira.
" Ayo duduk sayang..." Ucap Mira.
Ratu menjadi gugup, dadanya terasa berdebar sangat cepat seperti sedang berlari maraton 1 kilo meter.
" Ratu sebenarnya, aku mau menanyakan sesuatu. Apa aku boleh bertanya padamu?" Tanya Mira dengan Ragu-ragu sedangkan Kiara hanya menyimak dan menatap lembut mata Ratu.
" Boleh,..." Jawab Ratu sembari mengganguk memberi izin.
" Aku mau tanya. Apa dulu pernah terjadi sesuatu dengan kamu? Tolong ceritakan asal usul Ayres dan Ayran..." pinta Mira menatap Ratu penasaran tetapi masih dalam mode serius.
" Ini 6 Tahun yang lalu, Aku diajak oleh Sahabatku untuk pergi ke sebuah bar. Mantan Sahabat ku bernama Jessica memberi obat perangsang dalam coktail yang dia berikan padaku. Aku yang menganggapnya sahabat meneguknya hingga habis. Tetapi kepalaku mulai pusing. Dia membawaku ke Hotel disebelah bar itu, Disana aku memesan kamar. Tetapi sesampainya di lantai kamarku aku terbaring lemas di depan kamar seseorang. Setelah itu aku tidak ingat lagi, saat aku sadar aku sudah tidak mengenakan apa-apa dan aku pun segera pergi meningalkan pria itu. Tetapi Saat itulah Tunangan ku berkencan dengan Jessica dan saat itu aku mengetahui aku hamil bayi kembar. 1 bulan kemudian " Jelas Ratu.
Ratu mulai menangis, air mata lolos membasahi wajahnya.
" Sabar yah sayang, Tante mengerti situasi kamu. Awas saja! jika aku mengetahui siapa pria itu akan ku kebuli dia ..." Balas Mira memeluk erat Ratu yang tengah menangis.
Mira mengerti bagaimana perasaan Ratu, sebab dirinya sendiri adalah korban KDRT dari suaminya. Mira menjadi sosok pelindung dari wanita yang mengalami kesusahan dan kesulitan. Hatinya Luluh mendengar bahwa Ratu dijebak oleh sahabatnya sendiri.
" Sayang, aku sudah memutuskan.." Ucap Kiara berdiri tegak di hadapan Ratu dan Mira yang berpelukan.
" Aku tetap akan menerima mu sebagai puteri ku, mulai sekarang pangil aku mama, yah sayang."
" Baiklah Sifa, bawakan Gaun Pengantin yang kubuat 5 tahun lalu untuk acara fashion internasioanal competision."
Sifa yang merupakan asisten Mira segera melaksanakan tugasnya membawa Gaun milik Kira ke ruangan tersebut.
" Akan Ku berikan Maha Karya ku padamu, Ini adalah bentuk janji ku. Aku akan membantumu mencari tahu , Siapa Pria Malam Itu." Ucap Mira berjanji dan terus membuat Ratu terharu.
" Terimah kasih Tuhan, engkau sudah memberikan aku mereka yang masih mau menerima ku..."
Batin Ratu teris menerus bersyukur.
🌊🌊🌊
**HI VLOG WELCOME TO MY GUYS 🎬🎥🔌📽...
Im back again hehehe...😅😅😅**
Jangan Lupa LIKE, KOMEN, FOLLOW, FAVORITE, SHARE, AND VOTE 💜🎖💜🎖
KARENA POIN ITU GRATIS DAN TIDAK PERLU BAYAR UNTUK MENDAPATKANNYA... 💎💎💎
THANKS YH BUAT KALIAN PARA PEMBACA...
TERUS STAY TUN OK..
OK VLOG FINISH 👌📽🔌🎬📼
SALAM AUTHOR LAGI GAJE 😆**
__ADS_1