
Keesokan Harinya pada siang hari.
Di Sekolah baru Ayres dan Ayran, Ratu beserta Hans berdiri bersebelahan di Depan gerbang sekolah Ayres dan Ayran.
Terlihat juga beberapa orang tua maupun supir yang menunggu di depan gerbang hendak menjemput anak maupun anak majikan mereka.
Hans dengan setelan jasnya menjadi obrolan beberapa Ibu-ibu disana.
Sedangkan Wanita disebelahnya yaitu Ratu dengan mengunakan gaun hitam selutut.
Terus menunggu anak-anaknya pulang sekolah.
Wanita cantik yang terpancar sedikit sinar matahari, membuat semua laki-laki disana dari satpam, supir, maupun kang cendol lewat pun ternganga dibuatnya.
pukul 12.00
Ting..tong... Lonceng sekolah berbunyi menandakan sekolah telah usai dan waktu untuk anak-anak pulang.
Dari arah gerbang dua orang anak kembar berjalan ke arah Hans dan Ratu perlahan.
Ayres memasukan kedua tangan ke kantong dan terus berjalan, terlihat beberapa murit perempuan yang merupakan teman satu angkatan nya terus mengikuti dirinya dengan centil dan tidak berhenti bicara.
Dan, Si adik dengan seragam dan rok selutut berjalan bersama sang kakak memegang tas ransel yang ia gendong dibahunya. Tidak jauh beda dari sang kakak Ayran diikuti oleh beberapa murit laki-laki yang bisa dibilang cukup tampan.
" Mami...Papi.." Teriak Ayran saat melihat Maminya dengan Hans yanga akan menjadi ayahnya sebentar lagi.
Ayran berlari kearah Ratu dan Hans, Ayres yang tanpa sadar mengikuti Ayran berlari kearah Ratu dan Hans mungkin karena insting alaminya.
" Sayang Kalian sudah keluar yah..." Ucap Ratu sedikit membungkuk mengelus kepala kedua anaknya itu.
" Iya mami, tumben mami ngak bawa mobil sendiri? " Tanya Ayran sedikit binggung.
" Iya kita mau pergi sebentar ke rumah sakit.." Jawab Ratu sembari tersenyum lembut , lalu perlahan kembali berdiri tegak serta mengandeng Ayres dan Ayran.
Hans menatap tajam pada sekumpulan Siswa dan siswi yang mengikuti Ayres dan Ayran tadi.
Tatapan itu bisa diartikan sebagai..
" MENJAUH LAH DARI ANAK-ANAKKU!"
Sekumpulan murit yang mengikuti Ayres dan Ayran Langsung lari kocar-kacir dibuatnya.
@@@
Beberapa menit kemudian, Double A beserta Ratu dan Hans sedang membelah kemacetan kota jakarta di siang hari.
" Mami kita mau ngapain ke Rumah Sakit?" Tanya Ayres saat mobil masih terjebak macet.
" Kita mau tes DNA, Sayang.." Jawab Ratu mengusap dan mengacak-ngacakan Rambut Ayres.
Ratu hanya bisa menjawab jujur pertanyaan yang ditanyakan anak-anaknya,
__ADS_1
karena Ratu merasa tidak ada gunanya jika berbohong pada Ayres dan Ayran karena mereka berdua sudah paham jelas gerak-gerik Ratu.
Sehingga Jika Ratu berbohong, dengan mudah Ayres dan Ayran akan tahu.
" Siapa yang di tes DNA mami?" Tanya Ayran memalingkan wajahnya menatap mata Ratu..
" Kalian berdua" Jawab Ratu.
@@@
Beberapa menit kemudian Mereka sudah berada di rumah Sakit paling terkenal di kota Jakarta.
Mereka menuju ruang Laboratorium untuk melakukan tes DNA.
Seorang perawat bersama seorang dokter sudah menunggu mereka didalam lung laboratorium.
" Tuan Hans, Lama tidak bertemu.." Ucap Seorang Pria paruh baya bernama dokter mario.
Hans membalas ucapan dokter Mario dengan angukan.
Seorang perawat membawa mereka untuk mengambil darah.
" Jadi Siapa yang mau di tes DNA nya?" Tanya perawat itu.
" Ayres , Ayran siapa dari antara kalian berdua yang mau mengorbankan diri kalian?" Tanya Ratu mengandeng kedua anaknya.
Ayres dan Ayran yang sedari tadi sudah menatap peralatan tes DNA berupa beberapa pisau dan beberapa suntikan.
"Apa itu Suntikan Mati?" Tanya Ayres dalam Hati sembari meneguk salivanya karena merasa sedang diujung tanduk.
" Engak kamu saja..." Ucap Ayres
" Kamu.."
" Engak kamu."
Ayres dan Ayran mulai berdebat karena mereka berdua seperti pada anak umunya yang takut dan mengingat-ngigat betapa pedisnya saat Jarum menembus kulit mereka.
Tiba-tiba ide lucu atau bisa dibilang sedikit gila muncul di kepala Ratu.
" Ayres, Ayran. Kalau kalian begini terus, Kapan kita pulangnya?"
" Tapi Mami aku ngak mau disuntik.."
" Aku juga" Ucap Ayran yang di ikuti oleh sautan dari Ayres.
" Begini aja, kalian suit. Yang kalah diambil darahnya ok?" Ucap Ratu santai.
Dengan perasaan deg-degan dan jantung yang makin dag dig dug ser-seran melulu. Ayres dan Ayran melakukan suit.
" Jang, Ken, Pon.."
Dan Hasilnya Ayran menang dan Ayres kalah. Dengan muka ditekuk ia perlahan berbaring di kasur yang di sediakan di laboratorium.
@@@
__ADS_1
Beberapa Waktu kemudian, Dokter Mario keluar dari ruang laboratorium dengan membawa kertas yang merupakan hasil dari Tes DNA Darah Antara Ayres dan Ayran.
" Tidak mungkin mereka adalah anak dan ayah.." Batin Ratu terus meyakinkan dirinya.
Mata Ratu terbelalak melihat tulisan:
**Hubungan Darah Antara Ayres dan Hans adalah Hubungan Ayah dan Anak.
Hubungan darah dan genetik: 100**%
Wanita yang merupakan ibu dari Ayres dan Ayran sontak kaget dengan isi laporan tes DNA yang ia pegang.
Ratu terlihat sedikit binggung dan terus membaca kertas laporan berulang-ulang.
Hans yang mendapatkan salinan laporan hasil pencocokan DNA tersenyum penuh kemenangan.
" Jangan Lupa taruhannya.." Bisik Hans di telingga Ratu sembari berlalu pergi
Flash Back kemarin malam..
" Kenapa kamu yakin mereka adalah anakmu." Ucap Ratu sedikit membentak.
" Bagaimana kalau kita taruhan saja.." Jawab Hans yang sudah tahu ia pasti akan memenangkan taruhannya.
" Jika kamu kalah dan hasil DNA nya positif, Kamu harus melahirkan bayi kembar ku lagi dalam rahim mu." Lanjut Hans.
"Dan Jika kamu yang kalah?.." Tanya Ratu sembari melipatkan kedua tangan si depan dadanya.
" Aku akan mengabulkan permintaanmu termasuk membatalkan pernikahan." Jawab Hans santai. Penawaran yang di ajukan oleh hans membuat Ratu menjadi tergiur.
Pasalnya Ratu sama sekali tidak suka dijodohkan, apalagi dengan orang yang tidak ia kenal.
Tapi mau bagaimana lagi, Dirinya Harus mengikuti perintah sekaligus kehendak sang ayah, Atau Namanya akan dicoret dari Kartu Keluarga (KK).
" Deal.." Dengan cepat Ratu sepakat sembari manyalami tangan Hans dengan sangat beersemangat.
Flash Back Off.
" entah mengapa aku merasa dipermainkan yh?" Batin Ratu merasa dirinya seperti telah ditipu oleh seorang penjual obat salep.
Sepandai-pandainya tupai melompat dia tidak bisa berenang juga. Yah emang karena tupai kan kerjaannya lompat bukan berenang.
ganti deh sepandai-pandainya manusia, pasti akan terjebak juga.
Ratu kini dengan kecewa kembali pulang kerumah bersama Hans dan double A. Berbeda dengan Hans mengetahui Ia sudah memiliki 2 anak kembar berusia 5 tahun.
🌊🌊🌊
HI VLOG WELCOME TO MY GUYS 🎬🎥🔌📽...
Thanks udh stay tun...☇☇☇
jangan lupa 😆
like, favorite, komen, share, follow, vote, dan terus dukung novel ini yh. 💜🎖💜🎖
__ADS_1
VLOG FINISH AND SEE YOU NEXT TIME 📽🔌🎬