Husband For My Mom ( Suami Untuk Ibuku)

Husband For My Mom ( Suami Untuk Ibuku)
" SIAPA AYAH AYRES DAN AYRAN? "


__ADS_3

Ratu masih berdiri kagum menatap sebuah patung mannrquin yang memajangkan sebuah Bride Dress (gaun pengantin).


Dengan tema warna putih, juga desain gaun bagian belakang yang menjuntai panjang ke lantai membuat kesan Elegan dan sederhana.



" Ratu Kamu coba pakai Gaun ini. Aku merasa Kamu akan sangat cantik mengenakannya..."


Ucap Mira menyentuh pundak Ratu dengan kedua tangannya.


" Ok tante..." Jawab Ratu sembari masuk ke ruang ganti, Sebuah tirai memisahkan Ruang kerja Mira dengan ruang ganti.


Gaun putih yang Mira Fatanda buat, sebuah maha karya terbaik yang pernah ia kerjakan. Satu-satunya gaun yang tidak pernah mau ia jual.


Pernah ada , Seorang putri Konglomerat yang melihat gaun itu hendak membelinya. Tetapi Mira tetap bersikukuh tidak akan menjualnya pada siapapun itu walaupun mereka memberi seluruh harta milik orang itu untuknya.


Baru 5 menit Ratu masuk ke dalam Ruang ganti.


Cit...


Hans membuka pintu ruangan sang tante, dengan mengendong Ayran dan mengandeng Ayres dia berjalan dan duduk di sofa di ruangan Mira.


Srret...


Suara Gorden yang memidahkan antara ruang ganti dan ruangan Mira terbuka.


Terlihat Ratu sedang mengenakan gaun pengantinnya, Wajah Ratu sedikit di polesi make up terlihat natural dan segar menambah kesan Elegan dan Manis pada diri Ratu.


' Cantik ' Kata itulah yang mengambarkan kagum Hans melihat Ratu yang merupakan tunangannya begitu cantik dan elegan.


" Hans Kamu Juga nanti coba Jas kamu..." Komando Tante Mira, membuyarkan lamunan Hans yang terus menatap Ratu.


" Ayres, Ayran...; Kita pergi yuk. Nenek temani kalian coba baju..." Ucap Kiara mengajak pergi Ayres dan Ayran dan diikuti dengan Mira keluar dari ruangan itu.


Para Kariawan Butik yang berada disana segera keluar dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


Sekarang hanya tersisa Hans dan Ratu yang berada dalam ruangan yang sama.


Hans sedang duduk disofa dengan mata yang tidak berkedip dan Ratu yang sedang takjub melihat desain gaun Tante Mira yang terlihat sangat detail dengan tatapan kagum.


Gluk...


Hans menelan salivanya menatap Ratu tanpa berkedip sedetik pun, Namun Ratu yang memang dari asalnya sudah tidak peka mengabaikan Hans yang berada disana.


Tuk..tuk...


Sebuah benda terjatuh dari tubuh Ratu, yang ternyata adalah anting hadiah pemberian Ayran pada hari ulang tahunnya yang ke dua puluh enam.


Ratu yang sangat menyayangi benda pemberian dang putri berjongkok dan hendak mengambil antingnya yang terjatuh.


Gaun putih dengan desain tanpa bagian bahu membuat Bagian Sensitif Ratu terlihat.


Hans yang tanpa sadar mulai memerhatikan gun*ng kembar milik Ratu yang tak sengaja terlihat karena desain Bahu yang terbuka.


Glek..


Hans kembali meneguk salivanya.


Sementara di ruangan Lain Ayres dan Ayran sedang mencoba baku yang akan mereka kenakan di hari pernikahan Hans dan Ratu.


Ayres memilih sebuah jas hitam tampa mengenakan dasi, sedangkan Ayran memilih sebuah dress putih selutut.


@@@


Pukul 15.00.

__ADS_1


Hans, Ratu beserta Ayres dan Ayran sudah selesai mencoba baju yang akan mereka kenakan pada hari pernikahan yang akan tiba 3 hari lagi.


Setelah mereka pulang dari butik milik Tante Mira. Mira memencet beberapa digit nomor kontak.


" Halo.." Ucap Orang Di seberang telpon menyapa si penelpon.


"Cari Tahu siapa Laki-laki yang mengangu Ratu!" Perintah Mira pada seorang detektif.


" Ratu, Aku tidak akan membiarkan kamu bernasip sepertiku.." Batin Mira.


30 menit kemudian mobil yang membawa Hans, Ratu beserta Ayres dan Ayran sampai di kediaman Black Wolf.


Semua orang melakukan aktifitas mereka masing-masing.


Hans masuk ke kamarnya, membaringkan tubuhnya di atas Ranjangnya, sembari melamun kan satu hal.


" Seandainya Gadis 6 Tahun lalu hamil anakku..." Batin Hans mengingat kejadian 6 Tahun lalu.


@@@


22.00.


Tok...tok..


Suara pintu kamar Ratu diketok 2 kali.


Ratu berjalan kearah pintu dan membukanya, terlihat seorang pria berdiri di depan pintu dengan mengenakan Piyama berwarna dark blue.


" Ada apa kamu datang kesini..." Tanya Ratu ketus.


Mendengar suara Maminya membuka pintu Ayres dan Ayran yang sedang gosok gigi di kamar mandi segera keluar dan memeriksa siapa yang datang.


" Papi.." Sapa Ayran sembari melambaikan tangannya.


" Sayang Kalian tidur aja yah disini, Mami ada yang mau dibicarain.." Kata Ratu membawa anak-anaknya untuk berbaring dan segera tidur.


Ratu Dan Hans meningalkan Kamar Ratu dan segera pindah ke kamar Hans.


" Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku..?" Tanya Ratu sembari duduk di kursi meja belajar disana.


" Aku ingin memindahkan Ayres dan Ayran ke sekolah lain.." Jawab Hans.


" Oh gitu..; Eh Tunggu maksud mu mereka pindah sekolah apa?" Tanya Balik Ratu binggung karena hanya Ratu yang baru tahu.


Sebelumnya saat Hans keluar dari butik bersama dengan Ayres dan Ayran, Mereka setuju dengan rencana Hans untuk pindah ke sekolah lain.


" Aku sudah tanya ke mereka, dan mereka bilang mereka setuju mau pindah sekolah..." Jawab Hans menjelaskan pada Ratu.


" Aku sudah mengurusnya, bagaimana mungkin anak dari seorang Hans Marselino di sekolahkan di sekolah seperti itu, besok mereka akan pindah ke Indonesian Internasional school." Tambah Hans, melipat tangan di depan dadanya.


Indonesian Internasional School adalah sekolah dari segal jenjang yang merupakan Internasional School terbaik di seluruh INDONESIA .


" Baiklah aku setuju. Lalu apa ada lagi yang ingin kau tanyakan? " ucap Ratu.


" Aku ingin tanya; Siapa Ayah Ayres dan Ayran.." Tanya Hans dengan wajah datar.


" Hem tentang itu, Aku juga tidak tahu.." Ekspresi Ratu berubah menjadi serius dan menjawab jujur pertanyaan itu.


" Apa kamu punya fotonya?." Tanya Hans..


" Sebentar..." Ucap Ratu kembali ke kamarnya dan mengambil sesuatu.


sesaat kemudian Ratu kembali kekamar Hans dengan membawa sebuah labtop miliknya.


" Ini.." Ucap Ratu menunjuk ke layar labtopnya.

__ADS_1


Hans menonton sebuah rekaman cctv di sebuah hotel.


" Entah kenapa, aku tidak asing dengan hotel di vidio cctv ini.." Batin Hans saat menonton Vidio rekaman cctv itu.


" Tunggu Apa nama hotel ini? "


" Aku tidak tahu, itu hotel terkenal di london di sebelah bar Forest." Jawab Ratu memerhatikan cctv.


" Kamar nomor berapa..?" Tanya Hans sedikit terkejut dengan jawaban Ratu.


" nomor 9999 6 tahun tangal 4 mei " Jawab Ratu..


"Tunggu 4 mei, 6 tahun lalu, disebelah bar forest, Hotel ku, Kamar 9999 . Kamarku. Berarti 'AKU' " Batin Hans terus berfikir keras.


" Tunggu apa kamu diberikan obat perangsang saat itu.." Tanya Hans.


" I..ya.." Jawab Ratu binggung bagaimana Hans bisa Tahu.


" Kamu mencoret punggung pria itu pakai lipstick.."


" Iya.." Tutur Ratu masih binggung.


" Kamu mencuri rekaman cctv" pernyataan Hans.


" Ya..." Jawab Ratu.


Hans berdiri berjalan mendekat kearah Ratu dengan cepat. "puk.." Hans memeluk Ratu erat.


" Terimah Kasih telah melahirkan anakku.."


Ucap Hans memeluk Ratu.


" Tidak itu tidak mungkin Ayres dan Ayran anakmu.." Ucap Ratu sedikit kesal dan terkejut, terus berusaha melepaskan pelukan Hans.


" Jika kamu tidak percaya dengan ucapanku, kita akan mengetahui hasilnya besok.." Ucap Hans dengan Yakin 100% .


**🌊🌊🌊


HI VLOG WELCOME TO MY GUYS 🎬🎥🔌📽...


THANKS YH KALIAN UDAH STAY TUN DI NOVEL INI.


MAAF YAH KARENA UDAH TELAT UPDATE HEHE 😅😅..


JANGAN LUPA YH


LIKE


FAVORITE


FOLLOW AKUN AUTHOR..


VOTE


SHARE



KOMEN


AND ALWAYS STAY TUN OK...



THANKS BUAT SUPORT KALIAN

__ADS_1


LOVE YOU ALL GUYS**..


__ADS_2